Kontraksi Persalinan

April 12, 2008 pukul 3:56 am | Ditulis dalam Persalinan | 1 Komentar

Kontraksi dan prosesnya

Ada 3 hal penting yang harus ada agar persalinan berlangsung lancar.

  1. Kontraksi rahim: untuk mendorong bayi
  2. Kondisi membukanya mulut rahim dan elastisitas saluran lahir. Bila kontraksi dimulai, dengan sendirinya saluran rahim akan menjadi lunak dan mulut rahim peralahan-lahan akan membuka.
  3. Rotasi bayi. Bayi akan mengangkat dagunya dan sambil memutar tubuhnya akan berusaha untuk melewati saluran lahir.

Lakukan hal berikut selama interval kontraksi

  • Suplai energi: Makanlah pisang atau roti untuk mencukupi kebutuhan energi yang diperlukan untuk proses melahirkan.
  • Suplai air: Saat kontraksi, leher seringkali kering. siapkan minuman botol (Aqua dll) yang dilengkapi sedotan untuk memudahkan minum.
  • Dinginkan tubuh: Dengan mendinginkan dahi, anda akan lebih merasa segar. Taruh handuk dingin di atas dahi atau dengan mengipas-ngipas.
  • Tetap berusaha Rileks/tenang/ tidak terlalu tegang

Obat stimulasi kontraksi digunakan bila:

  • Tanggal rencana bayi lahir telah berlalu namun belum juga ada tanda-tanda persalinan (lebih dari 42 minggu). Bila bayi terlalu lama di dalam, fungsi rahim akan menurun dan berakibat buruk pada bayi.
  • Kontraksi ringan terus-menerus. Bila kontraksi telah lebih dari 30 jam namun kontraksi sesungguhnya tidak kunjung timbul.
  • Walaupun terjadi “pecah ketuban premonitori” namun kontraksi tidak kunjung timbul. Agar bayi tidak terinfeksi dan tidak melemah, diberi obat perangsang kontraksi.
  • Saluran rahim mengeras/kaku, mengakibatkan bayi tidak dapat turun.

Cara melewati masa-masa kontraksi

Selama interval kontraksi, gerakkan tubuh dengan bebas dan jangan terus tiduran. Ambil posisi yang nyaman yang sesungguhnya akan mempercepat proses persalinan. Juga dengan menggerakkan tubuh, mulut rahim akan melunak dan saluran lahir menjadi melebar. Gerakkan tubuh dengan:

  • Berjalan: Berjalan sangat efektif untuk mempercepat proses persalinan, namun juga jangan terlalu memaksa diri.
  • Duduk menghadap sandaran kursi: Berat badan ditaruh pada sandaran kursi, dan tulang pinggung juga akan melebar.
  • Duduk dengan posisi melipat kaki (bersila): Dengan membuka sendi paha, bayi turun lebih mudah, juga baik untuk mengurangi rasa sakit.
  • Memijat pinggang.
  • Jepit bola tenis antara tembok dan pinggang.
  • Memijat pangkal paha dengan bola tenis.
  • Menghembuskan nafas panjang (pernapasan perut).
  • Menggenggam benda (bola, handuk, boneka dll) saat kontraksi datang.
  • Merendam kaki di air hangat: Selain memperlancar aliran darah, juga merilekskan badan.

* Jangan menghirup terlalu banyak udara saat mengambil nafas. karena bila dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan hyperventilation syndrome, di mana tangan dan kaki menjadi kesemutan dan kepala menjadi pusing.

KOMPLIKASI saat Kelahiran

Kemajuan proses persalinan diukur melalui adanya pembukaan leher rahim dan turunnya janin ke rongga panggul. Proses persalinan normal akan didukung oleh tiga unsur utama:

kontraksi rahim yang kuat yang secara efektif membuka leher rahim,

bayi dapat melewati jalan lahir,

dan panggul yang cukup luas untuk memudahkan keluarnya janin.

Berikut sejumlah komplikasi yang mungkin saja terjadi:

1.Fase Laten Terlalu Lama

Ini terjadi bila tak ada kemajuan pada pembukaan leher rahim yang terjadi setelah 20 jam pada kelahiran pertama, dan 14 jam pada ibu yang pernah melahirkan.

Penyebabnya antara lain: terlalu banyak obat sebelum persalinan dimulai atau psikologis. Seorang ibu yang panik mengakibatkan dilepaskannya bahan kimia pada sistem saraf yang menghambat kontraksi rahim.

Umumnya dokter memberikan rangsangan lewat suntikan atau infus. Dokter pun akan mempertimbangkan kemungkinan adanya ketidaksesuaian ukuran kepala janin dengan rongga panggul ibu (disproporsi caphalopelvic). Dokter akan mengambil langkah pembedahan caesar setelah melewati waktu 24 jam.

2.Disfungsi Primer

Bila fase aktif berjalan sangat lamban, pembukaan per jam kurang dari 1-1,2 cm untuk ibu dengan kelahiran pertama dan 1,5 cm untuk ibu yang pernah melahirkan. Kerja rahim pada proses ini bisa dipercepat dengan cara calon ibu berjalan-jalan dan tetap mengosongkan kantong kemih. Maksudnya agar tak menghambat turunnya janin ke rongga panggul.

3.Berhentinya Pembukaan Sekunder B

Dalam fase aktif tak ada kemajuan pembukaan selama dua jam atau lebih. Ibu dapat membantu proses dengan aksi gaya berat, yaitu duduk tegak, jongkok, berdiri, atau berjalan. Jika diketahui penyebabnya disproporsi cephalovic, dokter akan melakukan bedah caesar.

4.Turunnya Janin Secara Tak Normal

Bila bayi bergerak menuruni jalan lahir dengan kecepatan kurang dari 1 cm pada kelahiran pertama, dan 2 cm pada kelahiran berikutnya. Biasanya dokter akan menggunakan cunam atau forcep (alat bantu persalinan). Tapi ini sangat jarang dilakukan. Kebanyakan dokter akan memberikan suntikan rangsangan.

5.Tahap Kelahiran Bayi Yang Terlalu Lama

Yaitu tahap pengeluaran bayi lebih dari dua jam untuk kelahiran pertama. Jika kondisi ibu dan bayi masih dalam keadaan baik, dokter akan tetap menunggu dengan persalinan normal. Tapi jika ada kondisi yang mengarah pada harus segera dilahirkan, dokter akan melakukan bedah caesar.

6. Delays pada fase ke dua persalinan

Disebabkan antara lain: malpresentation kepala bayi, kekuatan kontraksi uterin yang melemah, bayi yang besar dan pelvis yang kecil, shoulder dystocia.

7. Pendarahan

8. Vaginal Birth injury

9. Infeksi neonatal

10. Mechanical fetal injury

sumber

http://ibudanbayi.grc.jp/?p=12

http://www.tabloid-nakita.com/

http://en.wikipedia.org/wiki/Childbirth

artikel terkait : tentang tahap-tahap persalinan

About these ads

1 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

  1. I do accept as true with all of the ideas you’ve offered to your post. They are very convincing and can definitely work. Still, the posts are too quick for newbies. May just you please prolong them a bit from subsequent time? Thank you for the post.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: