Kebiasaan Menghisap ibu jari/jempol

April 26, 2008 pukul 6:13 am | Ditulis dalam gigi dan mulut anak | 6 Komentar
Tag:

Banyak orang tua yang mengeluhkan kebiasaan menghisap/mengisap ibu jari/jempol pada anak mereka. Hampir 70 -90 % bayi mempunyai kebiasaan mengisap jempol. Kebanyakan dari anak-anak yang mempunyai kebiasaan ini dapat berhenti sendiri secara bertahap antara umur 3 – 6 tahun.

Kebiasaan menghisap pada anak adalah hal yang biasa, karena menghisap merupakan salah satu reflek alami bayi dan seiring dengan pertambahan usianya, kegiatan menghisap mempunyai banyak makna/maksud. Bayi merasa aman dan senang dan membantu bayi untuk mempelajari dunianya dengan menghisap jempol/ibu jari, jari- jarinya , dot atau benda-benda lain. Pada anak kecil kegiatan menghisap akzan membuat mereka merasa tenang, santai dan terlena sampai tertidur.

Illustrations:

Graphic-vector forces

{short description of image}

Mengapa Bayi Menghisap jempol/ibu jarinya?

Bayi mempunyai dorongan alami/natural untuk menghisap, yang hal itu akan berkurang setelah usia 6 bulan. Namun terkadang kebiasaan itu berlanjut, yang akhirnya akan menjadi kebiasaan bayi atau anak kecil karena dengan menghisap jempol/ibu jari, mereka akan merasa nyaman/tenang ketika lapar, takut, gelisah, kesepian, ngantuk dan bosan.

Apakah menghisap jempol/ibu jari dapat menimbulkan masalah?

Bila anak masih dalam periode gigi susu umumnya tidak akan mengakibatkan masalah jangka panjang. Namun apabila gigi tetap mulai tumbuh tapi kebiasaan ini belum berhenti , maka bisa dijumpai masalah antara lain

1. pada gigi dan rahang.

Tekanan jari dapat berakibat gigi atas bagian depan menjadi maju (tonggos) , timbul jarak di antara gigi, anterior open bite dsb. Apabila gerakan menghisap amat kuat maka pipi juga memberi tekanan ke arah dalam, sehingga bentuk rahang menjadi tidak normal.

Tipe gangguan atau problem yang ditimbulkan pada gigi dan rahang ini tergantung beberapa hal antara lain: posisi jari, keterlibatan kontraksi otot orofacial, posisi rahang bawah selama menghisap, proses gaya dan kekuatan yang mengenai gigi dan tulang alveolar, frekuensi dan durasi kebiasaan menghisap ini.

{short description of image}

.

{short description of image}

2. gangguan bicara/ gangguan pengucapan (misal Ts dan Ds)

3. gangguan psikologis / emosional karena seringnya anak diolok-olok, kepercayaan diri berkurang

4. Resiko infeksi saluran cerna

5. Lain-lain misal bentuk jari yang tidak normal. penghisapan yang terus menerus terjadi hiperekstensi jari, terbentuk kalus, iritasi, eksema, dan paronikia (jamur kuku).

Kapankah kebiasaan menghisap jempol/ibu jari akan menimbulkan masalah ?

Menghisap jempol pada anak kecil (kurang dari 4 tahun) biasanya tidak nampak menimbulkan masalah. Akan tetapi jika menghisap jempol menjadi suatu kebiasaan yang berlanjut setelah usia 4 atau 5 tahun akan beresiko pada gangguan fungsi sosial dan perkembangan anak ( gigi, rahang dan gangguan pengucapan. dan gangguan emosi/psikologis dsb).

Sebaiknya kebiasaan ini bisa dihentikan sebelum gigi permanen tumbuh (sekitar usia 6-7 tahun).

Home Treatment kebiasaan Menghisap jempol/ibu jari

Menghentikan kebiasaan menghisap jempol ini dapat dilakukan dengan home treatment (perawatan di rumah). Orang tua menerapkan aturan khusus dan membantunya dengan mengalihkan dari kegiatan menghisap jempol. Anak akan lebih aktif menaati peraturan/prinsip untuk kontrol menghisap jempol yang dibuat oleh orang tua sejalan dengan bertambahnya usianya dan kepahamannya terhadap hubungan sebab-akibat, waktu, nilai-nilai /norma (misalnya antara benar dan salah) dan kesadaran diri sendiri.

Beberapa saran untuk menghentikan kebiasaan menghisap jempol/ibu jari:

1. Tindakan orang tua untuk anak sekitar usia 4 tahun.

- beri perhatian yang lebih dan alihkan anak dengan aktivitas yang menarik.

- perkecil/persempit tempat dan waktu yang memungkinkan anak untuk melakukan menghisap jempol. Misal meminta anak hanya menghisap jempol di tempat tidurnya.

- Hindarkan benda lain (misal selimut) yang bisa menjadikan anak mengkaitkannya dengan mengisap jempol. Pertama, lakukan itu pada satu waktu dalam satu hari

- singkirkan benda2 ( misal selimut) yang membuat anak menghisap jempolnya . Mulanya singkirkan untuk jangka waktu singkat dalam 1 hari. Karena bayi akan berusaha untuk belajar mencari cara lain. Selanjutnya secara perlahan-lahan singkirkan benda tersebut untuk jangka waktu lama.

2. Tindakan untuk anak yang berusia memasuki 5 th.
- Beri penjelasan /ajak komunikasi dengan bahasa yang mudah dimengerti anak tentang akibat menghisap jempol.
- memberikan kegiatan yang bisa mengalihkan/membuat anak sibuk sehingga anak tidak/lupa untuk menghisap jempol
- Sistem hadiah.
Berikan penghargaan (hadiah/pujian ) jika anak berhasil mengurangi/menghentikan menghisap jempolnya. Pertama beri penjelasan tentang aturan mainnnya. Beri tanda pada kartu/kalender khusus yang menarik yang dibuat untuk kontrol. kartu ini berisi berapa kali dalam sehari . Berikan tanda (misal bintang) jika anak berhasil mengurangi -sampai akhirnya- menghentikan kebiasaannya. Hitung bintang yang berhasil dikumpulkan. Berikan hadiah sesuai dengan hasil yang anak peroleh.
- Sistem pengingat (remainder)
Beri sapu tangan pada tangan anak atau bungkus jempol/ibu jarinya dengan bahan pembalut luka adhesif atau kain atau bahan aman lain (yang non toksik). Jelaskan bahwa tindakan itu bukanlah suatu hukuman tapi sebagai pengingat bahwa anak tidak boleh menghisap jempol. Perilaku ini akan cukup baik jika dikombinasikan dengan sisitem hadiah. Sebaiknya tindakan ini juga mempertimbangkan tentang kesiapan mental anak untuk menghentikan menghisap jempol.
Catatan penting home treatment
Sebelum memulai home treatment untuk mengentikan kebiasaan menghisap jempol :
1. Buat senyaman mungkin dan yakin akan rencana tindakan orang tua dan bagi anak sendiri.
2. Cari dan pahami sebab anak melakukan kebiasaan menghisap jempol. Jika orang tua tahu penyebabnya tentu akan sangat membantu untuk mengatasi kebiasaan itu
3. Jangan bosan untuk mengajak komunikasi anak dalam rangka memperi pengertian dengan menjelaskan sesuai bahasa anak sehingga mudah dimengerti.
3. Pilihlah saat yang tepat (misal tidak saat anak sakit)
4. Lakukan secara bertahap.
5. Jangan permalukan anak atau menghukumnya karena kebiasaannya itu. Tetaplah bersikap tenang, netral, tidak menghakimi
Bagaimana jika Home treatment tidak berhasil mengatasi kebiasaan menghisap jempol?
Jika orang tua tidak berhasil mengatasi/menghentikan kebiasaan menghisap jempol anak, sebaiknya orang tua segera berkonsultasi pada ahlinya

  • Community Dental Health service
  • Maternal and Child Health nurse.
  • dokter gigi
  • psikolog.

). Tentu setelah ortu melakukan pengamatan dan tindakan. Terutama jika :

- anak > 4 th yang menghisap jempolnya secara konstan.
- anak > 5 th yang tidak dapat menghentikan menghisap jempol ketika diejek
- anak usia > 6th yang menghisap jempol setiap waktu (tidak bisa berhenti)
- guru menyatakan kekhawatirannya tentang kebiasaan menghisap jempol anak di sekolah,
- anak mempunyai masalah emosi /gangguan psikologis
- anak tidak menunjukkan adanya perubahan perilaku setelah di home treatment
- gigi permanen anak yang suka menghisap jempol mulai tumbuh tidak teratur.
- jika orang tua sudah tidak sanggup atau mempunyai beberapa pertanyaan/masalah untuk dipecahkan
oleh: drg.mahafudo
About these ads

6 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. iya loh…aku juga pusing gimana caranya menghentikan kebiasaan menghisap jempol pada Royan (2.10th). Ketika usia 2,3 tahun, sempat bisa berhenti sekitar 3bulan setelah aku balut jempolny6a dengan plester anak. Tapi tiba-tiba terulang lagi dan tiap kali diberi plester selalu dilepas lagi. Mohon tipsnya lagi. thanks

  2. ibu galuh..,memang terkadang tindakan tersebut hanya bersifat sementara, apalagi jika memberikan plester pd jempol, tidak diikuti tindakan lain.Saran saya:
    1. Carilah penyebab sesungguhnya menghisap jempol Royan.
    2. Jangan bosan memberikan terus pengertian pd anak.Tentu dengan bahasa yang mudah dimengerti anak.
    3. Gunakan sarana lain untuk memberi pengertian anak. Misalnya dengan buku /cerita.
    4. Evaluasi ttg diet anak. Biasanya anak yang cukup makan bisa mengurangi kecenderungan menghisap jempol
    5. Berikan perhatian cukup pd anak.Alihkan prhatian anak ketika menhisap jempol Jangan terlalu banyak dilarang. Berikan hal2 yang mampu menarik perhatian anak.Misalkan mengganti mainan yang sesuai umur, bermain out door dst. Untuk hal ini ibi perlu mengamati dengan baik apa saja yg bs menarik perhatian anak.
    6.Konsisten. Ini sangat perlu. Jangan besok ga boleh, sekarang boleh.
    7. Lakukan secara perlahan, tanpa amarah/emosi. Karena memang menghisap jempol biasa dilakukan anak. Ibu tidak perlu khawatir jika menghisap jempol anak ibu masih dalam batas yang wajar.
    8. Jangn segan memberi pujian jika anak melakukan perkembangan baik untuk tidak menghisap jempolnya.
    9. Jangan lupa berdoa ya, Bu :) Semoga dimudahkan oleh Allah Ta`ala.
    Semoga bisa membantu ibu. Terima kasih

  3. SAYA MAHASISWA YANG INGIN MENCARI JURNAL TENTANG PENGARUH KEBIASAAN MENGHISAP IBU JARI TERHADAP LENGKUNG GIGI UNTUK TUGAS AKHIR, TKS KAAU IBU BISA MEMBANTU

    • dear Arman,
      sayang skl, Anda dtg terlambat. Saya sdh plg ke ina 6 bl yll.Saya lebih banyak kesibukan dan keterbatasan . Apalagi untuk jurnal,karena biasanya berlangganan terlebih dahulu. Mohon maaf dan harap bisa dimaklumi.
      Semoga Anda dimudahkan dalam menyelesaikan tugas akhir.
      Terima kasih.

  4. assalamualaikum..
    anak saya juga punya kebiasaan mengisap si jempol…. usianya masih 6,5 bln.. bagaimana mencegah supaya kebiasaan ini tidak terus berlanjut, padanya sesuai dengan usianya… terima kasih sarannya

    • wa`alaikumussalam warohmatulloh.
      ibu Mia, usia putra ibu, masih dalam batas wajar untuk mengisap jempol. Ibu tentunya akan memberikan makanan, permainan dan rangsangan untuk putra ibu.Seiring bertambahnya usia putra ibu, dan bila ibu memberikan hal itu (permainan dst) sesuai dengan usianya,maka insya Allah kebiasaan putra ibu akan hilang dengan sendirinya.
      Ibu hanya perlu mewaspadai jika mengisap jempol putra ibu ada pada kuantitas dan kualitas yg berat. Misal sepanjang hari mengisap jempol (kecuali jadwal makan utama) dengan mengisap sampai taraf melenakan. atau ada yg sengaja menidurkan putra ibu dengan membiarkan putra ibu tertidur sambil mengisap jempol. Bermain apapun dengan salah satu tanngan mengisap jempol, sampai jari /kuku terbentuk pola tertentu akibat mengisap jempol.
      Demikian ibu,terima kasih


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: