Cara Menyendawakan Bayi

Juni 2, 2008 pukul 4:19 am | Ditulis dalam Orang Tua dan Buah Hati | 12 Komentar
Tag:

Sendawa merupakan upaya alami untuk mengosongkan lambung dari udara berlebihan. Udara ini umumnya turut tertelan masuk bersamaan dengan ASI saat bayi menyusu. Makin banyak udara yang masuk makin kembunglah perut bayi. Si kecil pun jadi rewel, bahkan muntah karena udara dan makanan sudah banyak bercampur di dalam lambung.

Itulah perlunya menyendawakan si kecil seusai menyusu. Bahkan untuk bayi yang pencernaannya kurang bagus, sendawakan kembali seusai 10-20 menit atau setengah jam kemudian. Umumnya menyendawakan bayi perlu dilakukan hingga usia 9 bulan. Di atas 9 bulan, kebanyakan bayi sudah bisa bersendawa sendiri. Posisi badannya sudah banyak bergerak dan berubah. Jadi, misalnya, dia tidur tengkurap, maka perut tertekan oleh berat badannya sehingga angin dari perut kemudian turun ke dubur dan keluarlah udaranya dengan cara kentut. Hal lain yang perlu diperhatikan, lakukan teknik menyusui dengan benar. Sebab, posisi menyusui yang kurang tepat akan membuat volume udara bertambah banyak.

Jika bayi tidak sendawa, maka bayi merasa tidak nyaman dan menyebabkannya rewel. Bukan tak mungkin bayi akan sering menangis. Selain itu, tidak bersendawa juga bisa membuat bayi muntah. Celakanya, muntahan bayi bisa memasuki hidung dan paru-paru. Akibatnya, bayi bisa tersedak.

Muntah juga menyebabkan asupan ASI ke dalam lambung keluar kembali. Tidak hanya itu. Lambung yang penuh udara akan menurunkan nafsu makan.

Kapan Bayi Perlu Disendawakan:

1. Setiap saat setelah selesai menyusui. Setelah si kecil merasa cukup kenyang menyusui, perlahan sendawakanlah.

2. Jika si kecil mulai terlihat tidak nyaman atau rewel saat disusui, berhentilah untuk sejenak (sekitar 10-20 menit). Lalu, cobalah untuk menyendawakannya terlebih dulu.

3. Jika anda memberikan susu botol, sebaiknya bayi disendawakan setiap 60-90 ml. Tetapi, jika si kecil disusui dengan ASI sebaiknya ia disendawakan setiap kali akan berganti posisi/peralihan dari satu payudara ke payudara lainnya.

4. Adakalanya bayi terbangun dalam tidurnya karena kembung.
Sendawankanlah si kecil agar ia dapat kembali melanjutkan tidurnya dengan nyaman.

5. Jika bayi minum tergesa-gesa.
Tunggulah sampai ia mulai slowdown, lalu perlahan sendawakan si kecil. Setelah itu, Anda mulai dapat menyusui lagi.

POSISI SENDAWA

Bila dilakukan dengan posisi yang tepat, setelah tiga menit, umumnya bayi bersendawa. Masing-masing bayi memiliki posisi favorit bersendawa. Karena itu, kenali posisi favorit bayi Anda. Dengan demikian, bayi cepat bersendawa dan merasa nyaman. Itulah mengapa, sendawa merupakan kenikmatan terbesar bagi si kecil. Bayi senang, ibu pun tenang. Siapkan kain /handuk lembut untuk alas.

Cara Membuat Bayi bersendawa :

1. Menaruh di Pundak (over your shoulder).

Inilah posisi favorit dan mudah menyendawakan. Caranya, bayi digendong di pundak dengan wajah menghadap ke belakang. Pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan lain memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya. Tidak lebih dari tiga menit, mulut bayi akan mengeluarkan bunyi khas sendawa.

Agar berhasil sebaiknya:

a. Usahakan tubuh bayi dalam posisi tegak lurus/vertikal. Dagu menyandar ke bahu, bahu lurus ke bawah, lalu leher disangga tangan.

b. Posisi dagu diusahakan lebih tinggi dari bahu. Mulut dan hidung tidak tertutup. Jika posisi ini diabaikan, sangat mungkin bayi sulit sendawa, bahkan bisa menyebabkannya muntah.

c. Tepuklah di bagian punggung secara perlahan tapi kuat. Jangan terlalu lemah tapi tidak usah terlalu keras. Jangan menepuk di atas pantat atau di pundaknya karena percuma. Tepuklah di bagian tengah, di bawah iga kiri.

d. Goyangkan tubuh bayi, bukan kakinya saat menyendawakan. Mirip menggoyangkan botol. Menggoyangkan sembarangan bisa membuat bayi sulit sendawa.

e. Pegang selalu leher bayi. Jika tidak, bayi bisa mengalami risiko cidera.

2. Posisi Setengah Duduk di Pangkuan (sitting on your lap).

Kelemahan posisi ini, bayi umumnya agak lama bersendawa karena posisinya tidak tegak. Melakukannya pun tidak mudah. Posisi bayi setengah duduk. Dada dan kepala menjorok ke depan. Sangga leher lalu tepuk-tepuk bagian lambungnya. Si kecil pun akan sendawa. Hindari memangku bayi dengan posisi mendatar, karena menyebabkannya muntah.

3. Posisi Telungkup (lying face down on your lap)

Telungkupkan bayi di pangkuan. Tepuk-tepuklah bagian punggungnya. Usahakan posisi dada lebih tinggi dari perutnya. Cara ini bisa dilakukan di boks atau ranjang si kecil. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih relaks.

4. Metode Tick Tock

- Pegang bayi di bawah ketiaknya. Menahan/ menyangga pada bagian kepala dan leher bayi dengan jari .

- Biarkan kaki bayi menjuntai/mengayun-ayun dengan bebas.

- Pegang bayi sehingga menghadap sejajar dengan wajah ibu.

- Miringkan bayi anda dari samping ke samping dengan hati-hati/pelan-pelan.

- Buat suasana menyenangkan bagi bayi, misalnya dengan bersenandung : tick tock -tick tock…

- Gerakan metode tick tock ini akan membuat udara dari lambung bayi akan keluar melalui “sendawa”

- Saat bayi tampak akan bersendawa, pindahkan dari dari hadapan muka anda, terutama jika sendawa bayi disertai dengan air ludah.

Berikut gambaran membuat bayi bersendawa dengan metode tick tock:

Beberapa kesalahan saat menyendawakan bayi :

1. posisi dagu si bayi tidak lebih tinggi dari bahu ibu sehingga mulut dan hidung bayi bisa tertutup tubuh ibu.

2. posisi bayi kadang tidak lurus malah bengkok.

3. saat menepuk punggung terlalu lemah dan tempat yang ditepuk terlalu tinggi atau di bagian bahu/pundak, atau justru terlalu rendah yaitu di bagian bawah (bagian pantat).

4. ibu yang agak menggoyangkan bayinya kala bersendawa, sehingga membuat sendawa lama keluar.

Posisi Benar Menyendawakan BayiLokasi:RS Ibu dan Anak Hermina Jatinegara, Jakarta. . Foto: Dint`s(nakita)

1. Bila posisi menyusui di tempat tidur, angkat tubuh bayi dengan cara memegang bagian tubuh bawah dan bagian tubuh atas antara bahu dan kepala bayi. Dengan demikian, posisi bayi mantap, tidak bergerak-gerak.

2. Lalu angkat tubuhnya agar berdiri tegak.

3. Tempelkan dagu bayi pada bahu ibu. Jangan sampai kepalanya tertutup badan ibu. Kemudian tepuk-tepuk bagian punggung bayi dengan menggunakan dua jari.

4. Bisa juga dengan tidak menempelkan ke bahu ibu, asalkan tetap dalam posisi tegak.

Posisi Yang Salah

1. Posisi memegang bayi tidak mantap, hanya bagian punggung dan bawahnya. Padahal, leher bayi belum tegak benar sehingga bisa terjadi risiko terkilir. 2. Mengangkat bayi untuk memindahkan ke posisi berdiri tegak dengan satu tangan, tidak dibenarkan karena memungkinkan risiko terlepas.

3. Menempelkan tubuh bayi ke badan ibu tanpa memperhatikan apakah kepalanya tertutup tubuh atau tidak. Selain itu, kepala bayi tak disangga.

4. Saat menyendawakan anak sambil duduk, kadang ibu tidak memperhatikan posisi tubuh si bayi. Seharusnya tidak dalam posisi mendatar seperti ini, karena minuman yang masuk sehabis menyusui akan keluar kembali.

nakita.com

rumahku sorgaku.wordpress.com

About these ads

12 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. Informasi ini sangat bagus untuk para ibu kerana aktiviti menyendawakan bayi adalah amat penting supaya bayi sentiasa sihat dan ceria. Apatah lagi kasihan sungguh melihat bayi menangis kesakitan akibat perut kembung. Saya sendiri selalu berputus asa apabila bayi sukar sendawa walaupun sudah berkali-kali mencuba dan rasa sangat gelisah apabila bayi selalu menjerit menangis dan susah tidur. Lantaran itu, informasi ini dapat membantu saya menyendawakan bayi dengan teknik yang betul. Terima kasih…

  2. terima kasih atas infonya..saya juga mempunyai masalah dengan menyendawakan anak saya…lama sekali baru sendawa…mungkin karena posisi yang kurang benar…dan bayi saya juga sering muntah karena saya tidak bisa menyedawakan anak saya,. mungkin itu juga yang menyebabkan anak saya kurang nafsu minumnya karena perutnya kembung…

  3. kepada ibu aida rahman dan ibu hindrawati..
    Saya juga pernah mempunyai masalah dengan sendawa anak pertama saya.
    ini saya ada tips jika ibu gagal mendapatkan sendawa bayi ibu:

    1. Pertahankan posisi bayi seperti ketika ibu menyendawakan dalam beberapa menit.Misal posisi pundak atau posisi duduk di pangkuan.
    2. Jika no 1 di atas tetap gagal, maka tidurkan bayi dengan posisi tengkurap diatas kasur yang tidak terlalu empuk. Alasi dengan kain halus dan bersih.
    jangan tinggalkan bayi sendirian, terutama jika bayi ibu masih newborn (<3bl)/ (leher belum cukup kuat).
    Jika bayi ibu bersendawa saat tengkurap, jangan lupa di cek apakan ada “gumoh”.
    Saat tidur tengkurap, bayi biasanya lebih banyak kentut.

    3. Perhatikan kira-kira volume ASI yang diminum bayi yang bisa ibu mudah untuk menyendawakannya.

    4. Sendawakan bayi tidak hanya saat setelah minum. Pada bayi tertentu terkadang membutuhkan sendawa di antara 2 waktu minumnya. Caranya dengan no 1.

    Sejalan dengan bertambahnya usia bayi, biasanya akan lebih mudah disendawakan, bahkan ibu tidak perlu menepuknya :)

    ADa baiknya ibu membaca juga tentang tangis bayi (http://rumahkusorgaku.wordpress.com/2008/06/24/227/) dan gumoh/muntah bayi (http://rumahkusorgaku.wordpress.com/2008/07/04/bayi-anda-gumoh-atau-muntah/)
    Semoga ibu dimudahkan untuk mendapatkan bayi ibu untuk bersendawa.
    Terima kasih kembali, ibu..

  4. Terima-kasih, benar-benar kami perlukan dan sangat bermanfaat

  5. saya sangat terbantu dengan informasi ini. Tapi terkadang saya masih menemui kesulitan saat menyendawakan bayi saya, karena dia seringkali tidak tenang atau rewel setelah saya susui

  6. syukron jiddan infony..tmbhan,kl anakku senangny disendawakan di atas perutku.jd posisiny tengkurap di atas badan uminya..hehe

  7. Terima kasih untuk infonya sangat membantu bagi putra pertama kami Dionisius Nainggolan.

  8. Waaah.. Makasih ya infonya.. Amat sangat membantu.. Apalagi ibu baru seperti saya.. Yang msh blm punya pengalaman.. Skali lagi thanks..

  9. makasih ya atas infonya,,, sangat menambahkan pengalaman buad sya..

  10. sangat berguna infonya..
    Tp apakah posisi bayi yg dsendawakan dbahu ibu bisa menyebabkan tubuh bayi bungkuk ya bund..?

  11. [...] 2, 2008 pada 4:19 am | Ditulis dalam Orang Tua dan Buah Hati | 10 Komentar Kaitkata: dunia [...]

  12. Info yg sangat bermanfaat..I really apreciate this thx a lot


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: