Pemulihan pasca Persalinan melalui Operasi (Cesarean)

Juni 3, 2008 pukul 5:20 am | Ditulis dalam Persalinan | 1 Komentar
Tag:

Cesarean section (c- section) adalah persalinan melalui operasi, dengan jalan membuka perut atau uterus ibu yang akan bersalin. Cesarean section merupakan jenis bedah abdomen mayor, sehingga mempunyai resiko lebih besar daripada persalinan normal. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, terkadang lebih aman untuk ibu dan bayi dibandingkan dengan persalinan normal.

C- section dengan prosedur yang normal dilakukan sekitar 45 menit – 1 jam. Bayi biasanya akan lahir 5-15 menit perttama dan sisa waktunya adalah untuk prosedur penutupan incisi.

Persiapan sebelum operasi/pre surgery

Wilayah abdomen akan dibersihkan, kemudian dipasang kateter untuk urine dan beberapa alat lain secara intravena . Kemudian dokter akan memberikan anestesi (umum/spinal/epidural). Anestesi umum biasanya dilakukan untuk kasus emergency persalinan cesarean. Sedangkan anestesi regional (spinal dan epidural), akan menyebabkan ibu hanya sebagian saja mengalami efek sedasi. Ibu akan dapat mendengar atau melihat bayinya saat lahir.

Incisi Abdomen

Dokter akan membuat incisi pada dinding abdomen. Incisi yang dilakukan biasanya secara horizontal (bikini cut) di dekat pubic hairline. Pada emergency cesarean, dilakukan incisi vertikal .

Incisi Uterine / incisi rahim

Incisi pada rahim, dilakukan sesuai dengan keadaan atau posisi bayi dan komplikasi kondisi ibu yang bersangkutan.

1. Classical incision

Incisi yang dibuat pada rahim secara vertikal atau horizontal. Pada classical incision , incisi akan dibuat vertikal. Incisi ini biasanya dilakukan pada kasus emergency, placenta previa atau bayi yang abnormal. Ibu dengan riwayat calssical incision merupakan tidak disarankan untuk melakukan persalinan normal ( VBAC/ vaginal birth after cesarean) pada persalinan berikutnya .

2. lower segment vertical incision

3. low transverse incision

Merupakan jenis incisi yang paling sering dilakukan. Resiko dan komplikasinya relatif kecil. Ibu dengan riwayat jenis incisi ini dapat merencanakan VBAC pada kelahiran berikutnya dengan resiko rupture uterine lebih kecil.

PERSALINAN

Pada anestesi regional, Ibu mungkin akan merasakan “kegiatan-kegiatan” atau gerakan dari rahimnya, namun ibu tidak akan merasa sakit karena semua dilakukan di bawah pengaruh anestesi. Dokter akan membersihkan mulut dan hidung bayi dari cairan, menjepit dan memotong tali pusar. Placenta akan dibuang ddari rahim dan kemudian dilakukan pemutupan incisi.

Setelah Operasi

Setelah operasi dilakukan, ibu mungkin akan merasakan mual dan menggigil. Ini terjadi karena anestesi, efek pada kontraksi rahim atau dari adrenalin . Biasanya keadaan ini akan segera hilang dan diikuti rasa kantuk. Jika bayi dalam kondisi sehat dan baik, ibu dapat memulai memberikan ASI. Ibu dan bayi akan terus dimonitor perkembangannya selama pasca menjalani c-section.

Proses Pemulihan

Beberapa hari setelah persalinan disebut dengan periode postpartum. Berikut keadaan postpartum yang terjadi pada persalinan C-section::

1. Saat masih di Rumah Sakit atau Klinik Bersalin

  • Pada 24 jam pertama pasca operasi, ibu akan dianjurkan untuk bangun dan pergi ke toilet sendiri. Melakukan gerakan akan sangat membantu sebagai awal proses pemulihan. Gerakan hendaknya dengan hati-hati dan pelan karena kemungkinan ibu akan masih merasa pusing dan mengalami nafas pendek.
  • Kateter yang dilepas setelah operasi mungkin akan menimbulkan rasa nyeri/sakit saat buang air kecil.
  • Jika incisi operasi digunakan staples, dokter akan melepaskan/mengambilnya sebelum ibu pulang dari rumah sakit.
  • Mintalah penjelasan kepada dokter tentang kondisi nyeri pasca operasi termasuk obat yang akan diberikan, antara lain penjelasan tentang efeknya terhadap ibu dan bayi terutama jika ibu akan memberikan ASI kepada bayinya.
  • Rahim ibu akan mulai mengalami proses “involution” yaitu rahim akan mengalami pengkerutan seperti saat sebelum hamil. Kemungkinan akan keluar darah merah segar (lochia) yang akan keluar terus menerus selama 6 minggu.
  • Melakukan kegiatan seperti berjalan-jalan ringan berkeliling di dalam rumah sakit akan mempercepat pemulihan dan membantu keluarnya gas (kentut) .
  • Selama di rumah sakit, keadaan ibu akan terus dimonitor seperti kemungkinan infeksi pada incisi, nafsu makan, asupan cairan dan fungsi pencernaan lain.

2. Setelah pulang dari Rumah sakit atau klinik bersalin

  • Semua aktivitas/kegiatan yang dilakukan ibu hendaknya masih pelan dan hati-hati (tidak melakukan pekerjaan yang berat)
  • Pendarahan lochia akan berubah seiring dengan waktu dan kemungkinan akan meningkat sesuai dengan aktivitas dan posisi yang dilakukan. Lochia akan berubah menjadi merah muda pucat atau warna merah gelap hingga akhirnya berwarna kekuningan atau putih.
  • Ibu hendaknya memperoleh asupan cairan dan makanan yang cukup dan bergizi sehingga dapat membantu mengembalikan energi dan menghindari konstipasi .
  • Letakkan makanan atau minuman atau kebutuhan lain sedemikian rupa sehingga ibu tidak terlalu banyak /tidak terlalu berat untuk beraktivitas.
  • Mengetahui tanda-tanda terjadinya infeksi atau keadaan lain yang menandakan perkembangan buruk ibu pasca operasi.

Keadaan yang perlu dihindari:

  • Berhubungan seksual sampai dokter mengijinkan atau menyatakan kondisi ibu sudah “aman”
  • Menggunakan tampon atau “douche”.
  • Tidak mandi sampai daerah incisi sembuh dan ibu tidak mengalami perdarahan yang hebat.
  • Tidak berenang atau berendam di air panas.
  • Mengangkat barang yang beratnya lebih berat dari pada bayi yang dilahirkan.
  • Naik turun tangga berulang kali.
  • Latihan/olahraga sampai dinyatakan “safe” oleh dokter.

Pemulihan Emosi Pasca Cesarean :

  • Setiap hari waktu ibu digunakan hanya untuk duduk dan memeluk bayi.
  • Jika ibu merasa kelelahan karena menyusui bayi, hendaknya menghubungi/berkonsultasi dengan ahli laktasi sehingga dapat membantu ibu untuk merasa nyaman kembali.
  • Lakukan relaksasi bilamana ibu merasa itu perlu dilakukan pasca operasi terutama jika tindakan operasi pada ibu tersebut merupakan prosedur emergency saat persalinan.
  • Mintalah dukungan dari orang lain
  • Mintalah penjelasan tentang informasi sehubungan dengan kesehatan dan rencana kehamilan berikutnya sehingga ibu tidak perlu khawatir untuk hamil kembali.
  • Jangan takut untuk bertanya atau meminta bantuan kepada yang lain karena kadang ibu pasca operasi akan merasa tidak sempurna, gagal dan sedih.

Kapan jika perlu menghubungi dokter dengan segera:

  • Demam > 100.4° F
  • Sakit kepala yang sangat dan terus menerus.
  • Nyeri/sakit di daerah abdomen secara mendadak misalnya rasa seperti terbakar pada abdomen.
  • Cairan vagina yang berbau tidak enak
  • nyeri mendadak/ keluar nanah di daerah incisi
  • Bengkak, merah dan nyeri di daerah kaki
  • Panas seperti terbakar atau mengeluarkan darah saat buang air kecil
  • Appearance of rash or hives
  • Pendarahan sangat hebat.
  • Pedih, merah, nyeri di daerahpayudara dan kadang disertai flu.
  • Merasa ada gangguan emosi seperti khawatir, takut, panik dan tertekan.

oleh: rumahku sorgaku.wordpress.com

sumber:

mayoclinic.com

americanpregnancy.org

related article: marchofdimes.com

About these ads

1 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. mksih infonya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: