Habis Cabut GiGi…terus Ngapain ya??
Juni 19, 2008 at 4:54 am | In gigi dan mulut | 12 CommentsTags: dental health
Ada banyak reaksi pasien setelah giginya dicabut. Rata-rata yang mereka lakukan pasca giginya dicabut antara lain:
1. Menitikkan air mata. Ada 2 arti akan air mata yang menitik ini, yaitu air mata bahagia karena mereka sudah lepas dari penderitaan sakit gigi dan air mata kesakitan/ketakutan
2. Meringis
3. Memainkan/menggerakkan lidahnya ke arah lubang bekas gigi yang dicabut.
4. Sering meludah karena merasa air ludahnya bercampur darah.
5, Segera minum obat karena takut merasa sakit setelah pengaruh anestesinya hilang
6. Takut makan dan sikat gigi.
7. Bercermin karena ingin melihat wajahnya .Pasien merasa pipinya bengkak , padahal sebenarnya tidak. Rasa pipi bengkak karena pipi masih dalam pengaruh anestesi. jadi pipi rasanya tebal.
8. Makan mie ayam. Kalau yang ini, pengalaman pribadi he..he..
Habis cabut gigi ,2 jam kemudian.. terus makan mie ayam pak Wie.. pake sambel yang banyak sampe gobyos..qiqiqiqi..
9. Melihat isi dompet. Ini terjadi jika pasien lagi minim uangnya. Atau biaya cabut giginya terlalu mahal .
Sebenarnya apa yang harus dilakukan pasien pasca giginya dicabut?
Instruksi pasca pencabutan gigi, disesuaikan dengan kasusnya, agar kondisi jaringan segera pulih dan mencegah terjadinya komplikasi. Secara umum, instruksi dan hal -hal yang akan dialami pasien pasca pencabutan gigi adalah sebagai berikut :
Hal yang sebaiknya dilakukan:
a. Sehari setela pencabutan terutama operasi gigi (molar ke 3 /gigi bungsu) dapat terjadi bengkak dan memar kurang lebih selama 2-3 hari. Ini adalah hal yang normal. lakukan aplikasi dingin selama 15 menit, kemudian 15 berhenti, secara bergantian sehingga dapat mengurangi bengkak yang terjadi. Panas lembab setelah 36 jam juga akan mengurangi rahang yang sakit.
b. Menjaga kebersihan terutama daerah pencabutan, yaitu dengan berkumur pelan-pelan dengan air garam hangat (1/2 sendok teh garam dalam 1 cup air hangat) setelah makan dan sebelum tidur. Jangan sering meludah/meludah dengan kuat.
c. Makan makanan yang lembut untuk 1-2 hari pertama (Stick to a liquid atau soft food diet) , misal Soups, ice cream, milkshakes, smoothies, mashed potatoes dll.
d. Mengunyah makanan di daerah yang tidak dicabut (sisi seberang).
d. Jagalah agar kain kassa/kapas yang diletakkan di bekas pencabutan tetap pada tempatnya, jangan langsung dibuang segera setelah pencabutan. Itu akan membantu terbentuknya gumpalan darah yang penting untuk kesembuhan, di samping akan mencegah soket gigi dari udara dan kotoran makanan. Gantilah tiap 30-45 menit, atau tergantung dari kondisi perdarahan yang terjadi.
e. Berusahalah untuk tetap tenang/santai.
f. Setelah 3-4 hari pasca pencabutan, hati-hati jika menggosok gigi terutama di dekat daerah bekas pencabutan.Jangan gosok di daerah bekas pncabutan.
g. Gunakan anti nyeri bilamana diperlukan. Ingat jangan gunakan ASpirin.
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan pasca pencabutan gigi :
1. Berkumur/sering meludah pada 24 jam pertama.
2. Menghindari latihan untuk 12-24 jam pertama dan mengangkat beban yang berat selama 2-3 hari.
3. makan/minum sampai efek obat bius lokalnya hilang.
4. meraba/memain-mainkan lidah/jari di daerah bekas pencabutan.
5. melakukan hal yang bisa merusak gumpalan darah yang terjadi di dalam soket /bekas pencabutan gigi.
6. Merokok
7. Minum alkohol terutama 24 jam pertama.
8. Makan makanan yang keras dan lengket .
Beberapa Komplikasi yang bisa terjadi pasca pencabutan gigi:
1. Infeksi.
2. Perdarahan (Prolonged bleeding)
3. Bengkak berkepanjangan
4. Paresthesia
5. Dry socket/alveolar osteistis.
6. Sakit/nyeri yang berkepanjangan.
Kalau..sebelum cabut gigi? Pasiennya ngapain ya?
1. Makan dan minum cukup. Jangan hanya makan untuk sekedar pengganjal perut saja, misal hanya makan biskuit beberapa potong, hanya minum jus saja
2. Tidur cukup pada malam harinya.
3. Tidak sedang stress/sangat lelah.
4. Tidak phobi dengan prosedur gigi. Sebagian pasien mengalami ketakutan yang sangat pada dokter gigi atau prosedur gigi. Namun karena sakit yang sangat , terpaksa pasien datang ke drg.
5. Mintalah orang lain untuk mengantar Anda ke drg. Kadang setelah cabut gigi, pasien merasa pusing atau sakit sehingga mungkin beresiko untuk mengendarai motor dan lain sebagainya.
6. Komunikasikan dengan dokter gigi Anda tentang penyakit Anda bilamana ada, hal-hal tersebut di atas atau hal lain yang ingin Anda ketahui.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
2 hari lalu saya cabut geraham bungsu terakhir (lainnya yang 3 sudah dicabut). Wisdom tooth yang tidak wise ini, sudah menghantui saya selama 14 tahun! Waktu pertama tumbuh, gusi merekah terbuka tp posisi gigi masih dibawah dan sampai dicabut kemarin itu, gigi masih belum tumbuh sempurna. Sangat mengganggu, dan letaknya miring sehingga tidak terjangkau sikat gigi..saya juga sering migren.
Operasi hanya 5 menit, menakjubkan….waktu cabut geraham bungsu ke3 tahun 2006, prosedurnya masih agak ribet dan lama, padahal saya kerumahsakit yang sama. Cabut geraham bungsu terakhir ini, bener2 cepat dan dokternya juga jago banget, krn tidak berdarahdarah..tau2 selesai dan ‘ini giginya, mau dibawa pulang?’. Saat kumur juga darahnya minimal.
Tapi..ini nih..besoknya pas bangun tidur, pipi kok bengkak..untung saya masih cuti. Jadi seharian ditempel koyo aja. Dari koyo cap unta yang cuman 1 menit aja berasa panas, sampe koyo cabe yang setelah dicabut pun pipi masih kerasa panas. Waktu cabut 3 geraham sebelumnya, saya ingat sekali dibius di bibir, tp yang kemarin ini suntikan bius di gusi, jarum suntik juga diputer-puter dokternya, dan ternyata yang terakhir ini yang bengkak.
Hari ini saya udah harus masuk kantor, jadi ge-er krn semua orang serasa memandang dengan sorot kasian ke saya ‘ih bengkak..sakit ya’. Padahal gak terasa apa-apa krn kan saya minum obat pereda nyeri yang diresepkan dokter.
Tapi malu…besok pun saya masih harus meeting dan ketemu klien. Jam makan siang begini pun saya malas kekantin kantor, mau delivery dan makan dimeja aja..
Gimana caranya biar besok bengkak saya reda?
Komentar oleh Lina — Januari 23, 2009 #
Mba Lina,
bengkak pasca pencabutan gigi adalah hal biasa terjadi, terlebih pada kasus pencabutan gigi bungsu.Jadi mba Lina tidak perlu khawatir selama bengkak tersebut dalam keadaan dan jangka waktu yang normal, sampai waktu/jadwal kontrol ke drg pasca pencabutan (karena biasanya drg menyarankan untuk kontrol pasca pencabutan terutama pada kasus tertentu).
Saran saya:
1. Mba tetap tenang dan rileks. Bgaimanapun, bengkak itu biasa terjadi. Untuk selanjutnya, lain kali jika mba akan cabut gigi,jika gigi tersebut dalam keadaan yang tidak dalam kondisi GAWAT DARURAT untuk segera ditangani, sampaikan pada drg bahwa mba akan ada keperluan penting (msl meeting) yang dimungkinkan “mengganggu” kelancaran (misal gangguan bicara) dan kepercayaan diri (misal malu), maka drg kemungkinan akan bisa menunda pencabutan gigi.
Selain itu mintalah penjelasan sejelas jelasna ttg cabut gigi termasuk efek/hal yang akan mba alami pasca cabut gigi.
2. Lakukan hal-hal sesuai instruksi, terutama untuk mengurangi bengkak antara lain yang sudah saya muat dlm artikel di atas.
3. Apabila terjadi kondisi bengkak yang mengkhawatirkan atau terdapat tanda-tanda ketidaknormalan, maka segera kontrol ke drg yang bersangkutan, agar dapat diketahui penyebab sesungguhnya dan kemudian drg akan memberikan solusi pada keadaan tersebut sesuai penyebabnya.
Demikian yang dapat saya sampaikan, mahaf jika kurang membantu. Semoga cepat pulih dan sukses selalu untuk mba.
terima kasih
Komentar oleh rumahkusorgaku — Februari 8, 2009 #
alooo makasih ada blog ini .. tadi aq br pul dr drg untuk cabut gigi kanan paling belakang krn pertumbuhanna mngkin ada yg salah dan sering mengakibatkan sakit. Sebelum di cabut saya melihat hasil xray gigi sayan dan ternyt bertumbuhna gigi belakang aq bertabarkan dgn gigi depanna.. akhirna aq memutuskan untuk mencabutnya. Seumur baru kali ini saya mencabut gigi. wakru pencabutan berhasil tanpa terasa sakit tapi sehabis pulng dr rmh sakit dan obat biusna sudah gak terasa lagi auwww sangat menyakitkan terasa dunia ini hahaha … tanpa pikir panjang saya membuang kassa yg di dalam mulut krna terasa menganggu .. tapi saya langsung menganti yg di dapat dr drg tpi hanya 1 buah untuk sekali pakai dan saya terus membuang air liur karna gak tahan sakitna .. yg ingin saya tanyakan apabila kain kassa sudah tidak ada apa tidak apa” ? nah akhirna saya jg lngsng meminum obat yg di kasi oleh drg ntah obat apa itu dan saya menulis blog ini dgn rasa nyeri sdh tidak terlalu trasa, dokter memberitahu untuk meminum obatnya 3x sehari yg saya mau tanyakan apabila sakitna kambuh lagi tapi blm wktna misalna hanya selang 5 jam gitu apa saya bisa meminumna lagi ? saya tidak menanyakan hal itu sama drg krn saking ketrbatasan bahasa saya krn saya lagi di negeri org dan apesna rata” org yg di rmh sakit itu jrng bisa berbahasa inggris saking rasa nasionalis sama bahasana
Komentar oleh willy — April 15, 2009 #
dear willy, pertanyaan Anda:
1. “apabila kain kassa sudah tidak ada apa tidak apa” ?
Insya Allah tidak apa-apa. Tunggulah beberapa saat ,jangan langsung dibuang seperti pd kassa yang pertama Willy pakai.Hindari pantangan pasca cabut gigi,misalnya sering meludah dsb.
2. “apabila sakitna kambuh lagi tapi blm wktna misalna hanya selang 5 jam gitu apa saya bisa meminumna lagi ? ”
- Obat apapun itu (tidak hanya dalam kasus ini), sebaiknya Willy meminumnya sesuai petunjuk dan diagnosis,karena jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi efek lain yang buruk dalam waktu spontan ataupun dalam jangka panjang. Selain itu dikhawatirkan pula bisa terjadi efek samping yang tidak diinginkan.
- Jika rasa sakit itu kambuh sebelum waktu meminum obat yg disarankan, lakukanlah tindakan lain yang bisa meringankan. Kecuali jika rasa sakitnya termasuk jenis yang sangat ekstrim,yang tentu saja perlu dicari penyebabnya dan kemudian diberikan penanganan yg sesuai. Jangan lupa, lakukan kunjungan kontrol bila hal tersebut diinstruksikan oleh drg yang bersangkutan. Bila tidak ada jalan keluar untuk rasa sakit lakukan second opinion ke drg lain .
3. saya tidak menanyakan hal itu sama drg krn saking ketrbatasan bahasa saya krn saya lagi di negeri org dan apesna rata” org yg di rmh sakit itu jrng bisa berbahasa inggris saking rasa nasionalis sama bahasana
- Untuk lain waktu, sebaiknya Willy menanyakan segala hal yang berhubungan dengan suatu tindakan atau terapi yang Willy akan jalani. Itu semua demi kebaikan tubuh Anda sendiri.
Jika ada hambatan bahasa, Willy dapat memilih rumah sakit/klinik yang bisa melayani “bahasa internasional” .Jika hal tersebut tidak Willy dapatkan, sebaiknya willy mengajak seseorang yang bisa berfungsi sebagai penerjemah atau sarana komunikasi lainnya.
Selain drg, pertanyaan tentang obat, bisa ditanyakan willy pada apoteker.
Demikian Willy, semoga cepat sembuh.
Komentar oleh rumahkusorgaku — April 16, 2009 #
Hallo..
kamren kan aq flu berkepanjangan, akhirnya sama dokter tht suruh cabut gigi atas yang bermsalah. Masalah timbul, setelah dicabut giginya efek biusnya berkurang, waktu kencing rasanya sakit sekali (seperti anyang-ayangen. Padahal sebelumnya minumq banyak dan jarang nahan2 kencing. Itu kenapa ya…?????
JAWAB:
hallo jg ,rudi.
observasi dl,ya,rudi.maaf saya tidak bs banyak membantu,karena data yg rudi berikan jg sangat minim.
kemungkinan dokter tht menduga adanya fokal infeksi pada gigi rudi, sehingga menyarankan gigi fokal infeksi tersebut untuk dicabut. Saran saya sebaiknya rudi datang saat jadwal kunjungan kontrol atau segera kembali jika kondisi rudi memburuk.
terima kasih.
Komentar oleh Rudi handoko — April 24, 2009 #
sekitar seminggu yang lalu saya ke drg utk cabut gigi geraham sebelah kiri. ini pertama kalinya saya cabut gigi.kata orang se rasanya sakit.tapi sy branikan diri d buat dicabut coz sdh menimbulkan bau yg tdk sedap, sehingga saya tdk PD klo mesti bercakap-cakap dgn rekan saya.hehe..awalnya gigi graham sy tu rapuh, lalu berlubang dan bernanah..hal ini sy sdh raskan lama, yg pst lbh dr 5 thn.
sbnrnya sy tdk yakin hari itu sy bisa lgsg dicabut ato tdk. mslhny gigi sy trasa ngilu jika diketuk. tp trnyta dokter blg sdh bs dcabut..heran jg sih soalnya sblmnya sy prnh ke drg yg lain, dok blg mesti dikasi obat dulu sampai rasa sakitnya hilang. dan itu berlangsung 2x.
akhirnya sy putuskan jg d utk dicabut saat itu jg..si dok menyuntikkan semacam obat bius gt (hehe ga tau namanya, anestasi bkn??) bibir kiri bagian bawah dan lidah saya trasa besar dan semutan..ya pengaruh bius kali.dan proses pencabutan dimulai..and sekitar 15mnt barulah selesai.
pasca cabut gigi, badan sy trasa ga enak, mual, rada demam, puyenk, ga kuat berdiri lama2, lemes,blablabla…sampe sy ke dokter umum utk konsultasi kshtn, lambung sy luka krn obat yg dbrikan drg terlalu keras utk lambung sy krn sy pny pnykt maag dr kcl. slain itu dampak yg msh sy rsakan smpe skrg yaitu sariawan yg buaaanyaakk bgt disekitar bekas suntikan aja ada 3 sariawan, gusi atas nya jg sariawan, dibibir kiri bgian bwah yg sempet trasa besar ada 3 sariawan yg bsr2, belum lagi di lidah, waduh sengsara d..makan sakit..dan yg pst hari-hari ini lbh pendiam gara2 sariawan hehehe…malez bgt ngomong gara2 sariawan yg begitu perih dan ada di sekitar bibir,maluw d klo ngobrol ma org2 gara2 sariawannya bsr2 dan kliatan bgt dskitar bibir, rada bengkak pula lage…hikz..emangnya slalu begini ya pasca cabut gigi???
JAWABAN
Turut pprihatin atas “penderitaan” yang mba alami.kondisi yg mba alami tidak selalu tjd pasca cabut gigi.Namun bisa saja terjadi.
Terus terang Ada beberapa hal yang menimbulkan tanda tanya pd kasus mba.Saya juga tidak tahu bagaimana “proses” saat tanya jawab antara drg dan mba ,sehingga tindakan cabut gigi dilakukan pada saat tsb.
1. mba tidak melakukan rencana perawatan pd drg yg sebelumnya, dengan kondisi gigi yg seperti mba ceritakan sebelum tindakan cabut gigi dilakukan.bahkan sdh smp 2x.
2.”pasca cabut gigi, badan sy trasa ga enak, mual, rada demam, puyenk, ga kuat berdiri lama2, lemes,blablabla…”
keadaan tsb jg bisa saja terjadi. Kemungkinan antara lain karena: psikologis yg kurang siap, keadaan sistemik,tekanan darah ,persiapan fisik sebelum cabut gigi kurang (misal tidur cukup), dll.Hal ini bisa diketahui saat tanya jawab sebelumnya.
3. 15 menit proses pencabutan. Waktu 15 menit untuk pencabutan adalah relatif lama. Dan hal ini tentu ada sebabnya.Dan waktu tsb bisa menunjukkan kondisi akan terjadinya hal lain pasca cabut gigi.
4. Kesalahan pemberian pain killer.Apalagi sudah ada riwayat sebelumnya.
Saran saya, mba segera kembali ke drg agar bisa diperiksa dan diketahui penyebab lokal gigi dan rongga mulut mba.Jika penyebab diketahi, tentu akan lebih mudah mencari solusi.Dan drg bisa mengatasi secara lokal dan mungkin akan mengganti jenis obat pain killer.
jika mba kurang yakin dg drg tsb, kunjungi drg lain dan ceritakan sedetail2nya kasus mba.jika drg mencurigai adanya penyakit sisemik, tentu akan merekomendasikan mba untuk ke dokter ahli yang bersangkutan.Tetap perbanyak asupan cairan konsumsi soft food/fluid food.
semoga lekas sembuh.lakukan pula kunjungan ke drg setelah sembuh untuk mengatasi sedini mungkin masalah rongga mulut mba yg lain.
terima kasih
Komentar oleh melanie — Mei 5, 2009 #
hari ni ane cakit pada gigi pada bagian geraham, sampe2 gusi ane bengkak.
Ane pengen gigi ane dicabut….
hi….tapi ngeri ngliat alat2nya…
gimana ya….supaya tdk takut…?
trus ada efek samping g, setelah pencabutan gigi?
takutnya sih, klo ada pergeseran pada gigi2 ane..
klo hal itu bsa diminimalisir ga?tanpa dipasang gigi palsu…
Komentar oleh fudlina — Mei 11, 2009 #
saya mengalami masalah dengan 4 gigi geraham saya. udah di rontgen ternyata kurang tempat untuk tumbuh. jadinya mandek di gusi. sekarang gigi geraham saya yang kanan ( atas bawah ) terasa sakit karna mendorong gigi di samping nya. rencananya saya dioperasi hari ini untuk mengambil dua gigi geraham saya yang kanan ( atas bawah ). yang saya mau tanyakan ada ngga sih resiko geraham diambil???? trus bener ngga bisa mengakibatkan kebutaan?? makasih
Komentar oleh rheny pasaribu — Agustus 1, 2009 #
Untuk geraham bungsu, umumnya tidak ada resiko jika diambil. Tidak benar bila mencabut gigi akan mengakibatkan kebutaan. Sebelum mencabut gigi, drg akan memeriksa dengan teliti baik keadaan lokal gigi yang bersangkutan dan keadaaan umum (sistemik) pasien, sehingga aman untuk dilakukan tindakan pencabutan.
Komentar oleh rumahkusorgaku — September 18, 2009 #
halo mba..
2 hari yang lalu saya cabut gigi geraham kanan. pas dicabut gakada masalah, mungkin karena pengaruh obat biusnya ya mba.. tapi masalah terjadi saat sejam setelah itu hinga sekarang (dah dua hari). dibekas pencabutan terasa sangat nyeri sekali ( rasaya seperti saat sakit gigi) dan kalo gigi disebelahnya saya tekan dikit, sakitnya minta ampun.
saya cabut gigi karena kondisinya sudah tidak baik dan sering sakit. setelah pencabutan, drg yang menangani gigi saya malah suruh kasanya dibuang saja (sekitar 2 menit setelah pencabutan) dan memang setelah itu saya gak nyaman banget dan sering meludah, darahnya baru kering 14 jam setelah pencabutan.
dok..sekarang saya mesti gimana lagi..sungguh sakitnya lebih parah dari saat sebelum sakit gigi
Komentar oleh sri — September 24, 2009 #
Saya abiz cabut gigi miring dblkg grhm sblh kanan. Kassa yg dberi drgny udah sya buang, cuman sya gigit stgh jam lg. Gpp g y? Trus klo mau kumur dikumur pake obt kumur spt listerine gtu blh g? Trims..
Komentar oleh Galih — Oktober 1, 2009 #
sabar,ya fina……..
sakit pasca cabut gigi itu merupakan hal yg biasa,namun jika ada sesuatu keluhan yang tak tertahankan atau ada gejala ketidaknormalan, jangan sungkan untuk kembali ke drg agar bisa segera diatasi.Relaks dan atau carilah kegiatan atau kesibukan yg bisa mengalihkan atau mengurangi rasa sakitnya.
Ok, sabar dan etap semangat,ya.
Komentar oleh rumahkusorgaku — September 18, 2009 #