Variasi Warna dan Bentuk Tinja (Feces) Bayi

Juli 3, 2008 pukul 5:10 am | Ditulis dalam kesehatan | 14 Komentar
Tag:

Kegiatan buang air besar pada bayi
kadang membuat khawatir orang tua. Warna, bentuk dan polanya yang berbeda
dengan orang dewasa inilah yang kerap menimbulkan kecemasan.

Feces bayi ASI:

Feces bayi yang minum (ASI dan susu formula) dan bayi yang sudah mendapat MPASI:

Pertama kali bayi BAB setelah lahir, fecesnya akan berwarna hhitam kehijauan, pekat dan lengket. Feces ini dikenal dengan nama meconium. BAB pertama dalam 24 jam penting artinya, karena menjadi indikasi
apakah pencernaannya normal atau tidak.

Warna Feces

1. Kuning

feses berwarna kuning cerah dan cemerlang diindikasikan sebagai feses yang normal. Warna feses kuning normal ini dimiliki oleh bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Feses ini biasanya disebut dengan golden feces.

Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh
cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa
waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus
terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi
(mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini
akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus.

warna feses bayi dengan susu formula atau ASI tapi dicampur dengan susu formula maka feses bayi cenderung kuning lebih gelap atau kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.

2. Hijau

Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu,
warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. Ini berarti cara ibu
memberikan ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja,
sedangkan hindmilk-nya tidak. Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi
ASI sangat melimpah.

Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilik) dan ASI
belakang (hindmilk). Pada saat bayi menyusu, ia akan selalu mengisap ASI
depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa
tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi
sering lapar kembali. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalau
foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis. Hindmilk mengandung
banyak lemak. Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning.

JIka bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit
lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan
yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari
situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi
merasa tak nyaman (kolik).

Mestinya yang bagus itu tidak hijau terus, tapi hijau kuning, hijau
dan kuning, bergantian. Ini berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari
foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya komplet. ibu
harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk sekaligus.

3. Merah

Warna merah pada feses bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Bentuknya fesesnya pun bisa cair ataupun menggumpal. Selanjutnya dokter yang menangani akan melakukan observasi apakah apakah warna merah tersebut disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya.Jika merah ini terbukti , maka dua-duanya perlu penanganan.

Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler,
karena makanan bayi, karena belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang
kotor. Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain,
seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.

4. putih atau agak keabua-abuan

jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan maka ibu harus waspada. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih
menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau
penyumbatan saluran empedu.

Bentuk feses

  1. Saat baru lahir, bentuk feses bayi menyerupai aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji (seeded) dan bisa juga berupa cairan.
  2. Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair.
  3. Feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi ASI, bayi yang mengonsumsi susu formula kadangkala akan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Curigai jika bayi yang mengkonsumsi susu formula bentuk fesesnya cair.

Kesulitan mendeteksi normal tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan
ASI yang diselang-seling susu formula. Misalnya, akan sulit menentukan
apakah feses yang cair/mencret itu berasal dari ASI atau susu
formula.Kalau mencretnya karena minum ASI, ini normal-normal saja karena
sistem pencernaannya memang belum sempurna.

Frekuensi buang air besar (BAB)
Paling penting untuk dipahami adalah bahwa frekuensi BAB pada setiap bayi pasti berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya.
Umumnya di empat atau
lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali.Asalkan tidak menganggu proses pertumbuhannya, maka ibu tak pelu cemas. Bagi bayi yang mendapatkan ASI ekslusif biasanya bisa tidak BAB hingga seminggu lamanya. Tak perlu cemas, hal ini karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. .Semuanya dapat diserap dengan baik.

Feses yang
keluar setelah itu juga harus tetap normal seperti pasta. Tidak cair yang
disertai banyak lendir, atau berbau busuk dan disertai demam dan penurunan
berat badan bayi. Jadi bukan karena gangguan sembelit.

Tetapi Bayi dengan ASI eksklusif juga dikatakan normal jika BAB sepuluh kali setiap hari.

Tips untuk Orang Tua

Anda tidak perlu takut dengan warna BAB bayi Anda. Warna BAB bayi bisa saja berubah sesuai dengan diaet yang dikonsumsi, matanngnya saluran pencernaan, dan bakteri normal.Jarang sekali perubahan warna bayi sebagai pertanda ada masalah pencernaan. Biasanya perubahan warna feces .Biasanya perubahan warna feces bayi yang baru lahir berkisar antara kuning atau hjau atau coklat atau orange .

Ketika bayi mulai makanan padat (MPASI) , akan terlihat warna yang sesuai dengan apa yang bayi makan, misal makanan berwarna hijau ( bayam, buncis) akan bisa membuat warna feces hijau, makanan warna orange (wortel, labu ) dapat membuat warna feces orange sapai kuning. Orange, kuning, hijau atau coklat adalah warna feces yang normal.

Kapan saat untuk khawatir

  • Jika warna feces putih pucat yang menetap. kemungkinan tidak ada cairan empedu dari hati untuk mencerna makanan.
  • jika warna feces hitam pekat. (kemungkinan ada darah dari saluran pencernaan turun ke usus)I
  • jika warna feces merah seperti darah segar, Biasanya menyatakan darah dari anus, namun bisa juga pengaruh dari obat, beets (umbi manis), dan dari makanan yang berwarna merah. Hal itu akan diketahui melalui test feces.

http://www.rumahkusorgaku.wordpress.com

www.webmd.com

www.parents.com

mahadewi.blogsome.com

artikel terkait :

di frekuensi breastfeeding

baby poo

 

What causes blood in baby’s stool?

Many cases of blood in infant stools have no known cause. If the baby is otherwise well and growing, blood in the stool often resolves on its own, but this should always be checked out by baby’s doctor.

The color of the blood gives you a clue about where it originated. Blood originating in the colon or rectum tends to be red and may only streak the outside of the stool. If the blood originates further up the GI tract, then the blood is generally darker in color (dark brown/maroon, black) and mixed throughout the stool instead of just on the outside.

There are a number of reasons a baby may have bright red blood in the the stool

* A common cause of blood in an infant’s stool is a slight anal tear (fissure) from baby straining with the passage of the stool. The small amount of blood from an anal fissure tends to look like a red streak on the outside of the stool. This is not a serious problem and all you need to do is manage the constipation.
* Another common cause of blood in the stools of infants is food allergies. The top allergens are cow’s milk products and soy. See Dairy and other Food Sensitivities in Breastfed Babies for more information.
* A third common cause: If mom has a cracked nipple or other bleeding, then baby may ingest some blood from mom (this is not harmful to baby), which may show up in baby’s stool. This is not a serious condition for the baby.
* Occasionally, blood in the stool may be due to breastmilk oversupply. Per Dr. Jack Newman, bloody stools in some babies have been eliminated completely by resolving mom’s oversupply. This can be done by following the usual management procedures for oversupply; it can also be helpful to use breast compressions to increase the amount of fat that baby gets while nursing. See Can a baby be allergic to breastmilk? for more information on oversupply causing blood in baby’s stool.
# Infants who have a cow’ milk protein allergy may have blood in the stool (poop, poo), but they will probably have other symptoms as well, such as poor growth, irritability and maybe even a skin rash.

* There are several case reports of a baby beginning to have mucous and/or blood in the stool after starting vitamin/fluoride drops, where the blood disappeared after the drops were discontinued.
* Blood in the stool may also be caused by a temporary case of lactose intolerance, due to an intestinal infection.
* Certain kinds of infectious diarrhea can cause bloody stools in babies, including Salmonella and C. Difficile. C. Difficile is a bacteria that grows in the gut if the bacterial balance has been upset; the toxin can cause injury to the mucosa and bloody stools. Breastfed babies tend to have less severe symptoms than non-breastfed babies because breastmilk inhibits the growth of the bacteria.

* Various forms of colitis, intussusception, or other intestinal disorders are other possible causes.
An infant who is having bouts of screaming and drawing up the legs, maybe with vomiting as well, who then passes what looks like red currant jelly in the bowel motion may have intussusception and you need to see your doctor urgently.

# A baby or toddler who has blood in the stool may also have a condition called a Meckels’ diverticulum. If your toddler has blood in stool (poop, poo) over a long period or is pale, see your doctor for consideration for more tests.

What causes a baby or toddler to have blood in diarrhea?
Bloody diarrhea can be caused by a bacteria. Most gastroenteritis causing diarrhea is viral but sometimes a bacteria can be the cause and antibiotics may be needed. If your infant or toddler has blood in diarrhea, see your doctor for a stool (poop, poo) test.

What causes a baby or toddler to have black diarrhea (stool, poop, poo)?
Black stool usually contains blood that has been altered by stomach acids. Babies or toddlers who have black diarrhea or stool (also called melena) have had bleeding in the top half of the gut. This can be for reasons that are not serious, like after vomiting with gastroenteritis when the lining of the esophagus can get little tears that bleed. This usually settles quickly within 24 hours.

Melena that persists can occasionally (but it’s rare) be due to other more serious causes. See your doctor is melena persists or your child looks pale.

When should I see my doctor for blood in stool?
See your doctor if:

* you are very worried about your child
* your child looks pale or is lethargic
* your child has had crying episodes and then a red currant jelly stool
* your child had blood in diarrhea
* your child has had melena (black diarrhea / stool) which is not explained by a vomiting illness

Can a baby be allergic to breastmilk?

My baby has had a lot of problems nursing and has even passed bloody stools. My doctor says she is allergic to my breastmilk. I have never heard of such a thing! Is it possible for a baby to be allergic to her mother’s breastmilk?

A

It is not really possible for your baby to be allergic to your breastmilk. Sometime, however, babies can be sensitive to proteins in the mother’s milk from foods she has ingested. There have been some reports of bloody stools in infants who are sensitive to food in their mom’s diet. The most common offender is cow’s milk protein (Jakobsson I, et al 1985) (Odze et al 1996).

If your baby is sensitive to cow’s milk protein in your milk, the only way to confirm this is by eliminating all cow’s milk products from your diet for at least two weeks, or longer, to allow the bowel time to heal. Eliminating dairy products means you need to avoid milk, cheese, yogurt, ice cream and packaged products that list the ingredient casein or whey protein.

Occasionally babies are sensitive to other foods in mom’s diet, but again, the best way to confirm this is by a two week elimination of that food. If your baby has had formula or you have fed them a new food, this very likely could be the cause of your baby’s sensitivity.

It is actually pretty uncommon for babies to be sensitive to food in mom’s diet, so be cautious about eliminating too many foods. If you are severely restricting your diet and not seeing any result your baby is probably not sensitive to the foods in your diet.

There may be other concerns, such as breastmilk oversupply, which can sometimes cause bowel problems and occasionally even bloody stools (Andrusiak, F. Larose-Kuzenko, M 1987) (Woolridge & Fisher 1988).

Babies of mothers with oversupply frequently have bowel problems because the over production of milk causes the baby to get more foremilk ( the lower fat first milk) than hind milk. Hindmilk is the higher fat milk that comes later in the feeding. Because the fat in the milk helps to slow digestion, a baby who receives more foremilk than hind milk may experience very rapid digestion. This would allow some of the lactose, a milk sugar, into the bowel undigested. Once in the bowel, lactose creates irritation that often leads to gassiness and explosive, sometimes green bowel movements. Irritation also further inhibits the bowel’s ability to manage the lactose, creating a situation that often gets progressively worse. This bowel irritation sometimes becomes so severe it can cause bloody stools.

Whatever the cause of your baby’s bloody stools, breastmilk is usually the best choice for most babies experiencing a digestive disturbance. Breastmilk is better tolerated and easier to digest than artificial baby formula.

You did not say specifically what kind of breastfeeding problems your baby is having, but to be appropriately evaluated for intolerances to foods in mother’s milk, breastmilk oversupply, or any breastfeeding concerns you should see a board certified lactation consultant who can work in collaboration with your physician to provide a complete evaluation and offer solutions.

I’m sure you are very worried about your baby experiencing such a scary symptom. I want to reassure you that I have worked with babies who have had a resolution of bloody stools after appropriately treating oversupply or intolerances to foods in mom’s diet. Hopefully the cause of your baby’s problem will be identified and remedied soon.

parenting.ivillage.com

kellymom.com

baby-medical-questions-and-answers.

 

About these ads

14 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. Asalamualikum…
    dear rumahku sorgaku..
    wah…jadi tambah ilmu nih.
    saya ingin bertanya?
    pada awal kelahiran bayiku BAB dengan warna kuning,encer dan sedikit menggumpal. dikarenakan masih ASI ekslusif. setelah 3 bulan karena istri harus bekerja terpaksa si baby diberi susu formula
    diselingi ASI pada malam hari.BABnya jadi padat.
    na seteleh 4 bulan(7,5 kg) ini kami coba memberikan MPASI,warna fesesnya tetap kuning kecoklatan tetapi ada sedikit yg berwarna putih ke abu-abuan.
    membaca keterangan di atas kami jadi khawatir juga..
    mohon pencerahannya ya?
    terimakasih atas saran dan masukanya…
    wasalam

  2. wa`alaikumussalam warohmatulloh
    terimakasih atas pertanyaannya bp/ibu hadi.
    saran saya:
    1. Bp/ibu tidak perlu khawatir, apalagi jika bayi tidak ada keluhan lain, masih aktif dan tampak sehat.
    Feses pd bayi bisa dipengaruhi oleh asupan yang dikonsumsi.Lakukan saja pantauan terhadap bayi.
    2. Sebaiknya pemberian MPASI pada bayi dihentikan segera dan ditunda sampai bayi berusia 6 bulan.Alasannya baca di http://www.sehatgroup.web.id/isiHigh.asp?highID=1
    3. Sebaiknya ibu memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan. Jika ibu berkerja , ibu dapat memerah/memeras ASI.Banyak ibu2 bekerja yang sukses pula memberikan ASI eklusif pada bayinya.
    silahkan baca di http://asi.blogsome.com/2005/12/16/kiat-menyusui-dan-menyimpan-asi/
    dan di http://asi.blogsome.com/category/memeras-asi-dan-ibu-bekerja/

    saya kira ibu belum terlambat jauh untuk kembali kepada ASI eksklusif sampai 6 bl.
    4. Jaga semangat dan kemauan ibu. Silahkan ibu baca di http://rumahkusorgaku.wordpress.com/2008/06/15/mengapa-harus-asi/
    dan http://rumahkusorgaku.multiply.com/links/item/40/per-_ASI_-_an
    5. Jaga agar produksi ASI ibu tidak berkurang.
    Yakinlah bahwa ibu dapat memberikannya untuk bayi ibu. Mohon maaf jika tidak berkenan.
    -rumahkusorgaku (ummu afifah)-

  3. Ass. Wr.Wb.

    dear rumahku, surgaku….

    babyku, usianya jalan 7bln. sekarang dia sakit muntah2 dan buang air besar sudah mampir seminggu ini belum juga membaik.
    yang saya khawatirkan takut pencernaannya tertanggu, sudah 3 x kedokter tp begitu saja. bagaimana solusinya…terima kasih

  4. wa`alaikumussalam
    ibu evie,karena infonya tidak lengkap, dari saya:
    1. Bagaimana dengan diet bayi ibu, antara lain: ASI +MPASI atau ASI+ susu formula+ MPASI.
    2. Ibu perkirakan kira-kira penyebab nya misal:
    a. MPASI yang diberikan apa dan ada tidak kemungkinan kontaminasi dari MPASI , tempat/piring atau belum cuci tangan atau kontaminasi lain.
    b. Anak punya hobi ngemut jari atau tidak atau memasukkan mainan ke mulut? Bisa jadi tangan bayi kotor setelah bermain kemudian dimasukkan kemulut.
    c. Jika sudah di berikan susu formula, mulai kapan diberikan? seberapa banyak?Bisa jadi bayi ibu tidak cocok dengan susu formula.
    3. Berapa kali (frekuensi)bayi muntah dan BAB.Bagaimana dengan isi muntah dan BAB .Misal warna muntah dan BAB, konsistensi BAB)
    4. Selama seminggu ini apa yang ibu lakukan untuk mengatasi (misal perbaikan menu, memperbanyak asupan cairan atau yg lain). Apa saja yang diberikan (obat dari dokter atau yg lain), perkembangannya bagaimana?Sama sekali tak ada perbaikankah?
    5. Bagaimana kondisi anak secara kasat mata : tetap lincah/lesu/lemas/ yang lain?
    6. Apa dignosis dokter? 3x ke dokter, dengan dokter yg sama atau tidak? jika dokternya berbeda, samakah dignosis dari para dokter tersebut?

    Jadi ibu, saran saya
    1. Ibu tidak perlu khawatir jika bayi masih tampak sehat/lincah, tidak ada gejalla yang mengkhawatirkan, misal tidak nafsu minum, dehidrasi, lemas, demam dst.
    2. Perbanyak diet cairan agar tidak dehidrasi.Jika ibu masih memberi ASI, sebaiknya tidak memakai susu formula/pemberian susu formula ditunda dulu.Jadi berikan ASI +MPASI.
    3. Evaluasi dan atasi segala hal yang diduga menjadi penyebab misalnya hal2 yang saya sebutkan di atas.
    Kira-kira, ada hubungannya ngga antara muntah dan BAB nya.
    4. Kenali gejala dan kondisi darurat bayi sebagai tanda untuk segera dibawa ke dokter (antara lain di http://www.sehatgroup.web.id/articles/isiArt.asp?artID=34)
    Tetap tenang ya, Bu. Semoga bayi ibu cepat sembuh.Maaf jika tidak banyak membantu.
    -ummu afifah (RS)-

  5. Assalamu’alaikum….
    DEAR Rumahku Sorgaku

    boloh tanya ya? Anak saya 13 bulan, belakangan intensitas BAB sangat sering kadang 2-4 kali sehari, biasanya 1 kali sehari. warna dan bentuk fesesnya berubah2, kadang seperti bubur kadang lebih banyak cairan, warnanya ada kuning, agak hijau, dan akhir2 ini sering coklat. dokter kasih beberapa obat tapi ga pengaruh, anak saya lincah, dan amat semangat belajar jalan. tapi berat badannya turun lumayan banyak. bahkan kemari seharian dia ga BAB. kenapa ya?
    bantu saya ya… MAkasih

    Wassalamu’alaikum

  6. wa`alaikumussalam warohmatulloh
    terima kasih ibu atas pertanyaannya.
    Warna BAB bayi bisa saja berubah sesuai dengan diet yang dikonsumsi, matanngnya saluran pencernaan, dan bakteri normal.Apalagi jika putra ibu masih dalam rangka MPASI (makanan pendamping ASI).Warna, frekuensi bisa saja berubah-ubah.

    Bila si anak tetap menunjukkan gejala sehat (masih aktif dll), tidak ada tanda yang mengkhawatirkan sehingga perlu dibawa ke dokter, ibu tidak perlu khawatir. Kalau hal tsb baik2 saja, tentu obat tidak diperlukan, malah akan berefek merugikan pada anak. Sebaiknya ibu juga tahu tentang gangguan yang beruhubungan dengan keluhan permasalahan putra ibu, misalnya diare dll, dan yang terpenting, kapan saat membawa anak untuk ke dokter.

    Turunnya BB anak bisa saja terjadi pada anak. Asalkan tidak ekstrim/drastis dan masih dalam rentang normal (silahkan dicek di kurva pertumbuhan), ibu juga tidak perlu khawatir. Apalagi anak seusia putra ibu tentu banyak bergerak/sangat aktif misal karena baru bisa berjalan/belajar berjalan, sifat ingin tahu dll. Belum lagi kalau mungkin (semoga saja tidak) ada masalah dengan anak sulit makan.

    Demikian ibu, maaf jika jawaban saya tidak memuaskan.
    wa`alaikumussalam warohmatulloh.

  7. Dear Rumahku, Sorgaku…
    Tgl 15 Agustus 2008 bayi say yang berumur 4 bulan kurang 1 minggu harus dirawat selama 8 hari karena dehidrasi disebabkan diare. Setelah pulang dari RS BAB nya berwarna kuning, berbusa dan seperti biji cabe. sehari bisa sampai 5X minimal 4X. Sampai sekarng masih begitu.saya khawatir sekali. FYI anak saya masih asi exclusive, tapi tingkahnya seperti anak sehat saja. kira-kira kenapa ya? bahaya gak ya? saya baca di sebuah artikel diare yang lebih dari 14 hari disebut diare perssisten… bisa karena TBC. hih syerem. mohon infonya . Terima Kasih

    • Dear Rumahku, Sorgaku,..
      saya juga memiliki permasalahan yang sama dengan bunda Wiwit, hanya perbedaannya usia bayi saya baru 2 bulan. mohon infonya apakah itu berbahaya atau tidak.
      Terima kasih.

  8. Dear madam, anakku baru berusia 5 hari fecesnya sempat warna kuning berbiji tapi baru2 ini kok hitam banyak encernya. Memang sehari lalu puting ibunya sempat berdarah karena keras sekali neteknya mungkin ia mengonsumsi darah tersebu. Mohon penjelasan dan apakah perlu dikhawatirkan.

  9. anak saya umur 2 tahun 4 bulan, seminggu ini fecesnya encer dan frekuensinya lebih dari 2x sehari dan berwarna putih, apakah berbahaya?

    • ibu enny, sebaiknya ibu obeservasi lagi beberapa hari. Kalau perlu buat catatan rincian yang berhubungan dengan pola BAB putra ibu.Termasuk dalam hal ini, keadaan fisik putra ibu adakah penurunan (lemas dll), pola makan minum anak dst.
      Jangan lupa ibu juga evaluasi asupan anak.Lakukan home treatment terlebih dahulu dan waspada tanda segera ke dokter:
      * tidak mau minum dan tetap muntah dan diare.
      * diare yang sangat banyak (8-10 kali atau 2-3 kali diare dalam jumlah yang banyak), atau diare berlangsung lebih dari sepuluh hari.
      * disertai muntah terus-menerus dan tidak bisa menerima asupan cairan.
      * gejala dehidrasi yaitu TIDAK/JARANG KENCING, PUCAT, BERAT BADAN TURUN, KAKI DAN TANGAN DINGIN, MATA CEKUNG, ATAU SUSAH BANGUN.
      * Anak dengan sakit perut hebat.
      Maaf jika kurang membantu.

  10. anak saya fecesnya bdarah, awalnya hijau dan brlendir slama 2 hr, tapi pd hr trakhir sampe keluar darah segar..
    ada yg pernah mngalami?

  11. Asm, anak saya 19 bln sjk umr 3 bln spi skrg minum susu formula, dan babnya sll berwarna coklat kehitaman, atw kdg hitam pekat, scr umum dia gak ada kelhn, anaknya sgt aktift dan jrg skt, apa bab anak saya normal?

  12. Assalamualaikum.
    Saya Seorang ayah mempunyai anak perempuan berumur 7 bulan. Ketika kecil warna tinja anak saya normal yaitu berwarna kuning. Ketika umur 6 bulan mulai saya kasih bubur, tapi setelah sakit diare nafsu untuk makan bubur berkurang dan kalaupun mau harus maksa. Yang mau saya tanyakan saat ini setelah anak saya makan bubur warna tinjanya berwarna putih kekuningan, apa tidak berbahaya?? Hampir keluarnya seperti bubur lagi. Terima Kasih


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: