Bayi Anda Gumoh atau Muntah ?

Juli 4, 2008 pukul 7:54 am | Ditulis dalam kesehatan | 7 Komentar
Tag:

Gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir setiap pada bayi. Gumoh berbeda dengan muntah. Keduanya merupakan hal biasa (normal) dan tidak menandakan suatu hal yang serius yang terjadi pada bayi Anda. Hanya sebagian kecil kasus muntah bayi (muntah patologis) yang menjadi indikasi gangguan serius .

Samakah gumoh dan muntah pada bayi?

Baik gumoh dan muntah pada bayi merupakan pengeluaran isi lambung. Bedanya gumoh terjadi seperti illustrasi air yang mengalir ke bawah , bisa sedikit (seperti meludah) atau cukup banyak. Bersifat pasif dan spontan. Sedangkan muntah lebih cenderung dalam jumlah banyak dan dengan kekuatan dan atau tanpa kontraksi lambung.

Sekitar 70 % bayi berumur di bawah 4 bulan mengalami gumoh minimal 1 kali setiap
harinya, dan kejadian tersebut menurun sesuai dengan bertambahnya usia hingga 8-10 persen pada umur 9-12 bulan dan 5 persen pada umur 18 bulan. Meskipun normal,
Gumoh yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan bayi.

Penyebab Gumoh Bayi:

1. ASI atau susu yang diberikan melebihi kapasitas lambung.

Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri.

2. posisi menyusui.

- Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas. Bayi pun gumoh.

- pemakaian bentuk dot. Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama. Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi dan lebih banyak udara yang masuk. Udara masuk ke lambung, membuat bayi muntah.

3. Klep penutup lambung belum berfungsi sempurna.

Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.

4. fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik (gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus, masih belum sempurna.

5. Terlalu aktif. Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus menerus menangis. Ini akan membuat tekanan di dalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah atau gumoh.

Cara meminimalisir Gumoh atau muntah bayi :

1. Hindari memberikan ASI/susu saat bayi berbaring. Jaga agar bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu.

2. Hindari meletakkan bayi di kursi bayi karena akan meningkatkan tekanan pada perut.

3. Hindari merangsang aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu.

4. Kontrol jumlah ASI/susu yang diberikan.misal Berikan ASI /susu dengan jumlah sedikit tapi sering.

5. sendawakan bayi segera setelah menyusu. Bahkan bayi terkadang masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menysusu.

6. Check lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan ASI/susu. Jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Jika terlalu besar ,susu akan mengalir dengan cepat yang bisa memungkinkan bayi Anda gumoh.

7. Hindari memberikan ASI/susu ketika bayi sanagt lapar, karena bayi akan tergesa-gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk.

8. jika menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.

9. Jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah.

Segera mengangkat bayi saat gumoh adalah berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru dan akhirnya malah mengganggu paru. Bisa radang paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan anak. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan.

20. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya.

Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru karena bisa menyebabkan radang atau infeksi. Muntah pada bayi bukan cuma keluar dari mulut, tapi juga bisa dari hidung. Hal ini terjadi karena mulut, hidung, dan tenggorokan punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tak semuanya bisa keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.

11. Hindari bayi tersedak.

bila si bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernapasan alias paru-paru. ini disebut aspirasi dan berbahaya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.

Perlu OBSERVASI

Adalah sangat penting mengetahui bahwa muntah atau gumoh berlebihan pada bayii Anda yang mengarah pada hal patologis. Anda tak perlu khawatir jika :

  • Berat badan bertambah (dalam rentang normal)
  • bayi tampak senang
  • pertumbuhan dan perkembangan bayi normal

Sebaliknya, Anda perlu khawatir jika:

    • Penurunan berat badan atau tidak ada kenaikan berat badan
    • Infeksi dada berulang
    • Muntah disertai darah
    • Bayi dehidrasi
    • Gangguan pernafasan misal henti nafas, biru atau nafas pendek

Tanda awal adanya masalah dengan pemberian ASI/susu pada bayiantara lain:

1. Bayi tidak tenang/selalu rewel/gelisah sepanjang waktu

2. Bayi tidak ingin menyusu /tidak nafsu

3. Bayi selalu menangis saat atau setelah menyusu

4. Bayi muntah /gumoh secara berlebihan yang berulang dan sering.

ditulis oleh http://www.rumahkusorgaku.wordpress.com

kiddiewest.com

.jambi-independent.co.id

cyberwoman.cbn.net.id

Sebaiknya baca:  Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

About these ads

7 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. Makasih untuk artikelnya sangat bermanfaat

  2. sama-sama.
    terima kasih atas kunjungannya.

  3. hihihi.. jadi inget pengalamanku.. kemarin bayiku *2 bulan* muntah banyak banget.. pertama x waktu hari minggu (11 januari 2009) abis dia mandi sore.. krn aku belum tau *dan faktor panik juga* pas muntah aku angkat.. untungnya gapapa.. abis muntah dia ngga nangis, malah lega & ketawa2 lagi.. aku cek suhu badannya 36.4.. aman! tapi.. tgl 12 malem dia muntah lagi banyak juga.. aku langsung nelpon ke susternya di RS.. katanya gapapa mungkin karena kekenyangan.. aku agak sedikit lega tapi masih ganjel juga dihati karena aku pikir pasti ada sesuatu karena ngga biasa.. aku jadi agak was2 setiap abis nenenin dia. tanggal 14 pagi jam 4 muntah lagi banyak.. langsung deh aku telpon DSAnya.. tapi kata DSAnya ngga apa2 kok, muntahnya cuma sekali sehari dan badannya ngga panas. kata DSAnya mungkin kekenyangan dan perutnya keteken.. sarannya dimiringin aja badannya pas muntah. tapi malemnya pas hujan gede banget.. muntah lagi meskipun ngga sebanyak sebelumnya.. aku panik dan langsung nangis, bayiku yang tadinya biasa aja jadi ikutan heboh dan nangis juga.. semua orang panik di rumahku.. terutama si mbak yang bantu aku ngurus bayiku.. tadinya mau aku bawa ke rs saat itu juga, tapi karena hujannya ngeriin banget ya ngga jadi deh, takutnya malah dia kenapa2.. jadi besokkannya aku ke rs.. pas aku masuk ke ruang praktek dokternya dan “ngadu” semuanya.. DSAnya bayiku malah ketawa2 dan aku dibloon2in.. hihihihi bayi sehat2 begitu kok panik.. yaa.. ternyata muntahnya bayi bukan berarti sakit yaa.. apalagi kalo cuma sekali sehari dan tanpa disertai panas.. dan pas muntah ngga nangis. jadi intinya apapun yang terjadi sama bayi kita.. JANGAN PANIK yaa.. karena bisa nular tuh paniknya ke bayinya..

    luv
    bundanya Najma

  4. artikelnya bermanfaat…, ratusan kali aku bilangin istri sama mertuaku kalo keadaan si ALVIS ( anakku) tuh baik2 aja…, tapi masih ngeyel nyuruh segera bawa ke dokter anak cozz gumoh 3x sehari.., setelah baca artikel ini alhamdullillah gak ngeyel lagio ama suami yang baek hati ini…..

  5. hari ini aku panik krn bayiku gumoh setiap kali diberi ASI, setelah baca artikel ini aku sadar kalo dia terlalu banyak minum ASI, makasih banyak ya, artikelnya bantu banget…. :-bd :-bd

  6. Thanks bgt ya artikelnya bikin lega. Bayiku umurnya baru 1,5 bl. Udh bbrp hr ini sering muntah (krn kluar susunya byk bgt). Emang sih shari skali, cm ak beranggapan smua isi perutnya kluar smua..sbnrnya PANIK bgt, tp ktnya qta g blh panik saat ngadepin bayi hrs ttp pasang tampang tenang. Yg lbh herannya, tiap kali abs muntah, bayiku mlh ktawa2 ngoceh2 kaya seneng bgt gt. Ortuku bknnya menenangkan mlh lbh panik. Akhrnya ak tny kakak ku, ktnya gpp, wajar ko bayi muntah. Yg ptg sering aja nenenin. Krn itu bwt nambah sistem kekebalan tubuhnya,krn kbetulan ak pure ksh asi.
    Maklum, pengalaman ptama pny bayi jd msh dangkal bgt pengetahuannya. Thx anyway

  7. Thanks atas infonya… bagus buat ortu baru…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: