Mengenal Metode Dental Bleaching untuk Memutihkan Gigi
Agustus 6, 2008 at 11:38 am | In gigi dan mulut | 15 CommentsTags: dental health
Sebagian besar dari kita memberi penilaian terhadap seseorang pertama kali dari penampilannya.Bagian ukurannya mungkin bisa dibilang kecil, tapi dampaknya amat besar terhadap penampilan secara keseluruhan adalah senyuman.Ukuran, bentuk, dan sensualitas bibir dapat mempengaruhi indahnya suatu senyuman, tapi sesungguhnya yang tak kalah memegang peranan penting adalah gigi.
tuntutan terhadap kesehatan dan keindahan gigi semakin meningkat. Berbagai macam cara dilakukan untuk memperbagus gigi. Gigi yang susunannya tidak rata dirapikan dengan perawatan orthodontik. Gigi yang patah atau mati dirawat saluran akar lalu dibuatkan mahkota tiruan. Gigi yang hilang diganti dengan gigi tiruan. Bila ketinggian tulang tidak mencukupi atau ada kondisi yang tidak mendukung, masih bisa disiasati dengan dental implant. Gigi yang berubah warna dan ingin diperbaiki? Bisa, dengan prosedur dental bleaching atau pemutihan gigi.
Sekilas tentang sejarah “dental bleaching”
Dental bleaching bukan hal yang baru! Menilik sejarahnya, dental bleaching ini ternyata sudah dilakukan sejak tahun 1898, menurut Haywood. Tapi baru sedikit sekali dokter gigi yang melakukannya. Bahan yang pertama kali dilaporkan sebagai bleaching agent adalah asam oksalat, yang dijelaskan oleh Chappel tahun 1877. Dengan serangkaian percobaan, dokter gigi menemukan agen yang lebih efektif, di mana Harlan melaporkan penggunaan hidrogen peroksida pada tahun 1884. Baru pada sekitar tahun 1990an, dental bleaching dengan cepat meraih popularitas, di mana home bleaching pertama kali diperkenalkan.
Perubahan warna gigi
Perubahan warna gigi dapat dikategorikan menjadi ekstrinsik dan intrinsik.
1. Perubahan warna ekstrinsik
adalah terjadinya stain pada permukaan email karena adanya zat-zat dari luar tubuh. Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan stain yang gelap pada permukaan gigi, terutama di daerah leher gigi di bagian permukaan dalam.
Gbr. 1. Staining pada permukaan gigi bagian dalam karena deposit nikotin
Gigi dengan tambalan amalgam yang sudah bertahun-tahun dapat membuat tepi tambalan berwarna kehitaman.

Gbr.2 Gigi dengan tambalan amalgam. Perhatikan tepi tambalan amalgam yang berwarna kehitaman.
2. Perubahan warna instrinsik
adalah perubahan yang berasal dari dalam struktur gigi. Perubahan ini bisa karena usia. Fenomena aging atau penuaan juga bermanifestasi pada gigi, di mana gigi cenderung menguning seiring dengan pertambahan usia.
Gbr. 3. Warna gigi kekuningan karena penuaan
Perubahan warna gigi yang menjadi lebih kuning karena faktor usia adalah kejadian fisiologis. Pada orang berusia lanjut biasanya terjadi penipisan email, sehingga lebih menampakkan dentin yang opaque (tidak melewatkan cahaya). Hasilnya adalah warna gigi terlihat lebih gelap.
Antibiotik tetrasiklin yang dikonsumsi saat masa pembentukan email dapat membuat gigi menjadi keabu-abuan. Hal ini paling rentan terjadi pada saat trimester kedua hingga anak berusia 8 tahun. Namun untungnya saat ini penggunaan antibiotik tetrasiklin sudah semakin sedikit.
![]() |
![]() |
| Gbr. 4 Tetracyclin stain moderat | Gbr. 5 Tetracyclin stain berat |
Overexposure terhadap fluor di masa kanak-kanak saat masa pembentukan email dapat menyebabkan terjadinya gangguan mineralisasi gigi, sehingga terlihat bercak-becak putih pada permukaan gigi. Keadaan ini disebut dental fluorosis. Pada keadaan fluorosis berat, email hampir seluruhnya rusak sehingga menyisakan lapisan dentin yang lebih opaque.
| Gbr. 6 Fluorosis ringan | Gbr. 7 Fluorosis berat |
Banyaknya produk bleaching yang mengklaim dapat membuat gigi putih cemerlang terkadang membutakan masyarakat. Prosedur pemutihan gigi ini seharusnya tidak dilakukan secara sembarangan, dan sebaiknya di bawah supervisi dokter gigi. Supaya tidak dengan mudah termakan iklan, setiap konsumen yang ingin menjalani prosedur bleaching sebaiknya mengetahui apa dan bagaimana mekanismenya. Dengan demikian efek samping dan konsekuensi yang mungkin akan dihadapi sudah dipahami terlebih dulu.
Mekanisme bleaching
Prosedur bleaching menggunakan bahan kimia, yang paling sering digunakan adalah peroksida. Proses ini melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi, di mana peroksida bertindak sebagai agen pengoksidasi. Karbamid peroksida tersedia dalam berbagai konsentrasi, mulai dari 3% hingga 15%. Dari hasil banyak penelitian diketahui bahwa konsentrasi yang paling aman sekaligus efektif adalah karbamid peroksida 10%.
Karbamid peroksida akan terurai menjadi hidrogen peroksida dan urea. Hidrogen peroksida inilah yang akan menghasilkan radikal bebas, yang akan bereaksi dengan molekul organik dalam email gigi. Dengan adanya reaksi ini, molekul organik yang berukuran besar dan berpigmentasi tinggi akan menjadi molekul berukuran lebih kecil dan lebih sedikit pigmen. Molekul kecil ini lebih sedikit merefleksikan cahaya. Hasil akhirnya gigi tampak lebih putih.
Perhatian
Yang perlu diperhatikan adalah, bila bleaching dilakukan secara berlebihan maka akan mencapai titik saturasi. Bila titik ini terlampaui, maka yang terjadi bukannya gigi bertambah putih tapi emailnya malah akan rusak.
Macam prosedur bleaching
I. Bleaching pada gigi non-vital (bleaching intra korona)
Gigi yang sudah mati, misalnya karena patah atau karena proses karies, dapat berubah warna karena kematian jaringan pulpa.
Gbr. 8 Perhatikan gigi non vital yang berwarna gelap kehitaman
Pada gigi yang cedera, dapat terjadi perdarahan pada ruang pulpa dan menyebabkan gigi berubah warna. Grossman mengkaitkan perubahan warna ini dengan iron sulfide, di mana sel darah merah yang mengalami hemolisis akan melepaskan hemoglobin. Zat besi dalam hemoglobin bergabung dengan hidrogen sulfida yang diproduksi bakteri, dan membentuk iron sulfide. Zat ini adalah pigmen yang berwarna sangat gelap.
II. Bleaching pada gigi vital
- At home bleaching
Untuk yang menggunakan tray, pertama-tama pasien dicetak untuk mendapatkan tray yang sesuai dengan rahangnya. Warna gigi pasien dicatat, agar warna sebelum dan sesudah aplikasi dapat dibandingkan.
Tray ini berfungsi untuk menjaga bahan bleaching hanya terfokus mengenai gigi saja, dan tidak mengenai jaringan lunak (gusi dan sekitarnya).
Aplikasi bahan at-home bleaching ini bervariasi, tergantung petunjuk pabrik pembuatnya. Biasanya aplikasinya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu 2-8 jam per hari selama 2 minggu.
|
Selain dengan menggunakan tray, at-home bleaching juga dapat dilakukan dengan menggunakan kuas dan biasa disebut paint-on bleaching. Namun biasanya konsentrasi bahan yang digunakan lebih rendah, jadi hasilnya juga kurang memuaskan.
Gbr. 14 Paint-on bleaching
- In office bleaching
Perawatan bleaching yang dilakukan oleh dokter gigi di klinik pada prinsipnya sama. Tapi durasinya lebih singkat, dan bisa juga kemudian dilanjutkan dengan perawatan at-home bleaching.
In-office bleaching biasanya menggunakan bahan hidrogen peroksida 35 %, dan dapat dilakukan dengan bantuan penyinaran atau dengan bantuan laser. Hidrogen peroksida berkonsentrasi tinggi ini jauh lebih efektif daripada karbamid peroksida yang digunakan di rumah (at-home bleaching) namun harus dilakukan oleh dokter gigi, karena ia berpotensi untuk menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi.
Dengan adanya bantuan sinar atau panas, reaksi reduksi oksidasi dapat lebih cepat terjadi. Prosedur perawatan menjadi relatif singkat, yaitu rata-rata 1-2 jam per kunjungan. Sehingga hasilnya juga lebih memuaskan, namun sayangnya biayanya relatif cukup mahal.
Gbr. 15 Light activated dental bleaching
Perhatian
Perlu diingat, prosedur pemutihan gigi tidak dijamin manjur untuk semua kasus. Tidak semua perubahan warna pada gigi dapat diperbaiki dengan prosedur bleaching. Gigi dengan tetracycline stain berat mungkin warnanya bisa lebih terang tapi garis khas yang terlihat di permukaan gigi yang berubah warna akibat antibiotik ini tidak akan dapat dihilangkan. Gigi dengan fluorosis berat juga tidak dapat diperbaiki dengan bleaching. Pada keadaan tersebut dokter gigi seharusnya menjelaskan kepada pasien agar tidak kecewa dengan hasil perawatan, dan memberi alternatif perawatan lain seperti pembuatan mahkota tiruan atau dengan restorasi lain seperti labial veneer.
Efek samping dental bleaching
Efek samping yang paling sering terjadi setelah perawatan bleaching adalah sensitivitas gigi dan iritasi pada jaringan lunak seperti gusi. Hidrogen peroksida dapat berpentrasi ke ruang pulpa melalui email dan dentin, dan menyebabkan rasa ngilu. Oleh karena itu dianjurkan untuk dilakukan aplikasi fluor paska perawatan bleaching untuk mengurangi rasa ngilu.
Keadaan-keadaan di mana bleaching sebaiknya tidak dilakukan
- Ruang pulpa yang berisi pembuluh darah dan syaraf masih sangat besar, yaitu pada usia muda. Oleh karena itu bleaching tidak disarankan untuk anak-anak dan remaja.
- Kehilangan lapisan email yang berat, seperti pada keadaan fluorosis yang berat atau pada kasus hipoplasia email dan amelogenesis imperfekta.
- Orang yang giginya banyak tambalan atau restorasi, terutama pada daerah gigi depan
- Orang dengan riwayat alergi terhadap peroksida.
Makanya, dokter gigi berperan penting dalam menentukan boleh atau tidaknya bleaching dilakukan. Keadaan rongga mulut perlu diperiksa terlebih dulu, gigi harus bersih dari kalkulus (karang gigi) dan karies.
Perhatian
Hasil dari perawatan bleaching bersifat sementara. Gigi mungkin kembali kuning, meski lamanya ketahanan efek dari perawatan ini masih diperdebatkan. Pola makan dan minum serta penjagaan kebersihan mulut sangat mempengaruhi efek jangka panjang dari perawatan bleaching. Setelah beberapa lama, perawatan bleaching dapat kembali dilakukan.
More..
At home whitening system |
||
It is easy to start by using a tray made to order.
You will put it on for 1 hour before going to bed.
It will take around 2 weeks, gradually your teeth will be whiter. You can stop to use or extend the term depending on your personal choice.
Procedure for the home whitening system.
![]() |
The dentist will check-up your oral condition and make a diagnosis. | ![]() |
Complete explanation of this system and counseling. | ||||
![]() |
Additional teeth cleaning if required. | ![]() |
Shade taking before starting. | ||||
![]() |
Take an impression of your teeth and make a mouth tray. After making the mouth tray, we will check that it is a perfect fit for you. |
![]() |
Complete explanation of the way to use it. You can take back the kit from today and start making your teeth whiter day by day. |
||||
![]() |
We will check your new teeth shade after 2 weeks and then also include a final teeth polishing. | ||||||
www.rumahkusorgaku.wordpress.com
www.klik.dokter
www.iihani
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.











ituu biayanya brp yaa?
Komentar oleh intan — Agustus 7, 2008 #
biayanya tergantung banyak hal mba, misalnya jumlah gigi, kasus, prosedur yg dipakai dll.
kalau sepaket perawatan mulai sekitar 2 jt an.
kalau per gigi, ada yang pasang tarif sampai 500 rb/gigi.
Tapi, yang lebih penting menurut saya, kalau warna putih gigi itu sangat individual. Juga dipengaruhi banyak hal, misalnya kebiasaan (gaya hidup dll).Jika warna gigi tidak ekstrim ke buram/gelap atau bahkan yang patologis, sebaiknya tak perlu khawatir. Kebersihan dan kesehatan gigi mulut yang baik itu lebih diutamakann.
Komentar oleh rumahkusorgaku — Agustus 8, 2008 #
AKU MAU ,,,,TAPI RAGU…ADA KELUARAN TERBARU YANG TIDAK ADA EFEK SAMPING TIDAK..BALAS YAH
Komentar oleh merisa — September 2, 2008 #
mba merisa,
ibaratkan sebuah obat, jika tidak digunakan sebagaimana mestinya terntu akan berefek merugikan pada tubuh.
Jika mba merisa memang ada indikasi untuk mendapatkan perawatan ini, mba tidak perlu ragu. Kunjungi dan konsultasikan kepada drg yang bersangkutan. Minntalah pernjelasan segala sesuatu yang berhubungan dg hal tersebut. Dokter akan memeriksa dan melakukan perawatan sebagaimana mestinya dan terntunya yg terbaik serta sesuai dengan keluhan/indikasi kasus gigi mba sehingga tidak menimbulkan efek samping/minimal berefek samping yang sangat kecil.
Semoga mba merisa mendapatkan yang terbaik.
Komentar oleh rumahkusorgaku — September 3, 2008 #
Gini lho…
aku bermasalh ma gigiku,
hampir semua gigiku berlubang…
dan mungkin karena sering aku tambal ato obat-obatan lain gigiku jadi sedikit berwarna kuning…
aku pengen menggunakan kawat gigi, kalau aku melakukan perawatan ini… apa ada efek dengan gigiku yang rapuh?? atau dapat berpengaruh untuk perawatan gigi kawatnya? ??
Komentar oleh Bhie_ — Januari 13, 2009 #
Bhie..,
sebelum melakukan perawatan kawat gigi, drg akan memeriksa dengan seksama kondisi gigi dan rongga mulut pasien.Jika Bhie sudah dipastikan mendapat perawatan kawat gigi, maka segalanya akan dipersiapkan untuk dapat menerima perawatan ini, maksudnya Pasien dengan rawat gigi sebelum dipasang, kondisi gigi dan rongga mulut haruslah mendukung, misalnya kebersihan, lubang gigi dan kontra indikasi lain., termasuk dalam hal ini drg akan memeriksa rapuhnya gigi Bhie.
Jika semua sudah dipastikan, Bhie tidakp erlu khawatir. Drg dalam melakukan perawatan kawat gigi akan memperhitungkan segala hal, misal kekuatan kawat dsb. Bhie jg akan disarankan untuk kontrol secara berkala sehingga jika ada sesuatu yang kurang baik pd gigi dan rongga mulut akan segera diketahui.
Demikian Bhie.Semoga dpt membantu.zTerima kasih.
Komentar oleh rumahkusorgaku — Februari 12, 2009 #
aku ada tambalan gigi amalgam (kurleb sudah 12 tahun),
skarang gigiku warnanya kyk salah satu gambar diatas .. dan dari yg ku baca ternyata tambalan amalgam berbahaya krn ada kandungan merkurinya..apa sbaiknya aku ganti aja ya tambalannya..kmrn k dokter gigi (mo tambal yg lain),bliau cmn bilang kondisi tambalannya msh bagus.
oia, gigi ku ko kyk rapuh dan mulutku kok cepet berasa asamnya ya .. gigi rapuh apa krn tingkat keasaman mulut ya?
Komentar oleh bundo — Maret 3, 2009 #
Mbak Ifat,
- Jika tambalan amalgam dan gigi ybs mbak masih bagus, mbak tidak perlu mengganti tambalan amalgam tsb.
- Apabila gigi yg terdapat tambalan amalgam tsb berubah warna, itu merupakan hal wajar. Perubahan warna gigi tsb bisa karena beberapa faktor antara lain makanan -minuman yg dikonsumsi, karies sekunder dst. Untuk memastikan hal ini, sebaiknya mba minta drg untuk emmeriksa kembali dengan teliti (terutama pd giginya), bukan hanya pd tambalannya (krn terbukti tambalannya masih bagus). Mba juga tak perlu khawatr, kecuali jika mba ada keluhan lain pd gigi ybs meski tambalan tampak masih bagus.
- gigi rapuh biasanya dihubungkan sejak terjadinya pembentukan gigi ,yaitu mgg ke 2 kehamilan. Mba dpt membacanya jg di blog saya ini .Keasaman memang dpt mempengaruhi kerusakan pd gigi.Sedangkan penyebab keasaman mulut bisa krn faktor lokal atau sistemik (bs jd merupakan tanda adanya gangguan /penyakit tertentu).Sebaiknya mba konsultasikan keluhan mba pd drg, agar dicari penyebab sebenarnya.Jika sdh tahu penyebab, maka akan lebih mudah untuk mencari solusinya.
Terima kasih
Komentar oleh rumahkusorgaku — Maret 3, 2009 #
ada ga bahan yg bs mmperlambat kembalinya warna gigi?? stlh dbleaching kn ktnya gg bs kmbali k warna smula..
Komentar oleh noer — Maret 8, 2009 #
Memang benar setelah gigi di bleaching, gigi bisa kembali ke warna semula.
- Untuk kasus pewarnaan gigi yang ringan dan bersifat ekstrinsik (misal krn makanan dan minuman), kunjungan secara periodik ke drg, penggunaan pasta gigi whitening dan “home care” (sikat gigi dan flossing) dapat mencegah//mengurangi pewarnaan gigi.
- untuk kasus yg “ekstrim”:drg kemungkinan akan menyarankan antara lain:
* perlu follow up treatment.Untuk hal ini drg akan memberikan sesuai kasus
* pemakaian “crown” atau Veneer.
Terima kasih
Komentar oleh rumahkusorgaku — Maret 8, 2009 #
dok,umur saya 19 thn,saya mau membleaching gigi saya,,stelah membaca artikel d atas,ternyata pd usia remaja tdk d perbolehkan karena pulpa yg berisi pembuluh syaraf masih sangat besar pd usia remaja. Namun saya tidak punya masalah lain pd gigi saya.
prtanyanny apakh pd usia 19 thn bleaching gigi boleh dok?
Balas ya dok,trima kasih..
Jawab.
Keadaan gigi Ayu (termasuk bagaimana pulpa ) bisa diketahui drg. Kunjungilah drg agar dipastikan gigi Ayu sesuai indikasi untuk dilakukan bleaching.
terima kasih kembali.
Komentar oleh Ayu — April 30, 2009 #
dokter, rasanya hampir semua gigi saya berlubang sekarang, dan susahnya lubangnya berawal dari sela gigi, ketika aku konsultasi ke dokter gigi puskesmas dia bilang baik2 aja, setelah dapt 3 bln, sekrg ada yang pecah dan berbau,sy tdk ingin ompong, gmn crnya agar dokter percaya bhw gigi saya hampir semua berlubang, karena ini bs aku rasakan ketika aku minum dingin atau makan makanan yang manis
Komentar oleh ANISATUS SOFIYAH — Juni 21, 2009 #
sebaiknya mba mengunjungi dokter gigi lain. Jangan segan pindah ke drg lain agar mengetahui kondisi keadaan gigi dan rongga mulut mba yang sebenarnya. Drg ayang baik akan mendengarkan, memeriksa dengan baik dan menjelaskan dan mungkin menyelesaikan permasalahan gigi dan rongga mulut mba. Terima kasih.
Komentar oleh rumahkusorgaku — Juli 8, 2009 #
bagus rinciannya hanya kurang ada pemberitahuan bila gigi depan sudah memakai crown, bagaimana apa bisa berubah tidak ya ?
Komentar oleh januar pribadi — Oktober 25, 2009 #
klo ada teknik terbaru ksh tau ya..
Komentar oleh ike — November 1, 2009 #