Sukses ASI eksklusif oleh Ibu Bekerja

Agustus 10, 2008 pukul 5:46 am | Ditulis dalam ASI (Air Susu Ibu) | 12 Komentar
Tag:

Suatu keputusan yang sangat tepat jika seorang ibu bertekad memberikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif selama 6 bulan kepada buah hatinya. Memang tidak ada alasan untuk tidak memberikan ASI kepada bayi jika memang ibu mampu, apalagi jika ibu tahu betapa besar manfaat ASI yang tidak bisa tergantikan oleh susu formula/buatan mana pun. Memberikan ASI terutama ASI eksklusif bagi ibu terkadang menemui banyak hambatan, antara lain sakit dan ibu harus kembali masuk bekerja sehingga tidak bisa menyusui secara langsung. Meski demikian, bekerja bukan alasan bagi ibu untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif. Setelah cuti melahirkan selama 3 bulan, ibu harus tetap bertekad memberikan ASI eksklusifnya hingga genap 6 bulan.

Apa ASI eksklusif itu?

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain (misal teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dsb.) pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini. Pemberian ASI eksklusif dilakukan selama 6 bulan.

Bagaimana Cara agar ibu masih dapat memebrikan ASI eksklusif pada bayinya?

Tidak sulit untuk dapat memberikan ASI eksklusif meski ibu bekerja . Caranya antara lain sebagai berikut:

1. Jika memungkinkan, bayi dapat dibawa ke kantor ibu untuk disusui.

Namun, hal tersebut akan sedikit terkendala jika di tempat bekerja atau di sekitar tempat bekerja tidak tersedia sarana penitipan bayi atau pojok laktasi. Apabila itu terjadi, maka carilah tempat yang sedikit tertutup untuk menjaga privasi anda saat memberikan ASI pada bayi anda.

2. ibu dapat pulang untuk menyusui bayinya pada waktu istirahat atau bisa juga meminta bantuan seseorang untuk membawa bayinya ketempat bekerja,bila tempat bekerja dekat dengan rumah.

3. Sebelum pergi bekerja, ASI tersebut bisa diperas/dipompa , ditampung dan dititipkan pada pengasuh untuk diberikan pada bayi.

ASI pada dasarnya dapat diperah melalui tiga cara, yakni menggunakan tangan, alat secara manual, atau memakai alat pompa elektrik.

Lokasi kantor ibu yang jauh dari rumah juga bukanlah penghalang untuk tetap memberikan ASI ekslusif. Jadi, walaupun ibu bekerja dan tempat bekerja jauh dari rumah, ibu tetap dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

Menyusui secara langsung (point 1 dan 2) tetap menjadi prioritas utama,karena tindakan menyusui punya banyak pengaruh untuk pertumbuhan mental dan fisik bayi. Namun dari ketiga hal tersebut di atas, kebanyakan ibu memilih point yang ketiga , yaitu memeras/memompa ASI .

Langkah -langkah agar ibu bekerja dapat tetap ASI eksklusif:

1. Mempersiapkan diri sendiri, antara lain:

menguatkan niat dengan tekad yang bulat serta percaya diri bahwa ibu mampu memberikasn ASI eksklusif, ibu menghindari stress, diet bergizi, dan pijat payudara dll.

2. Mempelajari dengan baik tentang ASI dan tatalaksana menyusui.

3. Mempelajari tempat ibu bekerja sehingga dapat mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memeras/memompa ASI. Misalnya mencari tempat privasi, atau menyediakan tempat menyimpan ASI (termos) jika tempat bekerja ibu tidak menyediakan kulkas.

Jika di kantor ada beberapa ibu menyusui dan sama-sama menitipkan ASI di kulkas kantor, beri label pada botol, supaya tidak tertukar.

4. Mengatur jadwal yang pasti sehingga tidak menyulitkan juga bagi para rekan-rekan kerja untuk koordinasi, saat ibu mengambil waktu untuk memerah ASI. Beri tahu atasan atau rekan kerja sebelum meninggalkan meja kerja untuk memerah ASI. Karena di tempat kerja, perah ASI 2-3 kali atau tiap 3 jam sekali. Suplai ASI akan berkurang bila aktivitas ini tidak dilakukan secara konsisten. Pemerahan ASI teratur sekaligus dapat menghindari “kebocoran” yang dapat menembus pakaian ibu

5. Membeli alat pemompa ASI (jika ibu tidakbisa memeras asi dengan manual) beserta perlengkapannya (misal tas/termos khusus untuk menyimpan /membawa ASI pulang) . Menyiapkan plastik khusus untuk menyimpan ASI atau beberapa botol-botol (minimum 10 botol) untuk stok cadangan ASI di rumah.

6. ajarkan bayi untuk bisa menyusu dari alat lain selain payudara, misalkan sendok atau gelas bayi. Lakukan secara bertahap terutama jika waktu cuti akan berakhir. Hindari sedapat mungkin memberikaan ASI melalui botol untuk menghindari bingung puting. Namun bila terpaksa menggunakan botol, pilihlah botol yang baik dan aman ( dengan nipple orthodontik) .

7. Mempersiapkan mental pengasuh dan mengajari kepada pengasuh bayi di rumah cara memberikan ASI dan berikan jadwal yang tetap kapan saja bayi harus diberikan minum, agar stok ASI bisa dikontrol jumlahnya. Jika perlu, berikan daftar tertulis jadwal bayi beserta no telepon penting sehingga pengasuh juga bisa menelpon jika ada yang ditanyakan.

8. Mencari komunitas /teman seperjuangan/orang lain yang mendukung ASI sehingga ibu tetap bersemangat bahkan dapat membantu ibu jika menemui masalah.

9. Bilamana perlu, Konsultasi ke klinik laktasi dan konsultan laktasi bila menemukan masalah dalam menyusui.

CARA MEMERAH ASI

Teknik memerah dengan tangan paling dianjurkan, sebab selain mudah, murah, juga tak merepotkan. Modalnya cuma satu, keterampilan ibu memerah ASI dengan tepat. memerah dengan jari. ini amat sederhana Namun agar hasil perahannya memuaskan, kita perlu mengenal sedikit anatomi payudara.

1. Pastikan tangan ibu bersih .

2, Siapkan semua peralatan (wadah tampungan, handuk bersih dll).

3. Pastikan kembali tangan ibu bersih sebelum memeras.

4. Sebaiknya ibu melakukan pijat payudara terlebih dahulu.

5. Mulailah mengurut payudara untuk mengeluarkan ASI. Prosesnya hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan tepi areola sambil tangan menekan ke arah dada. Jemari tangan lainnya menyangga payudara.Posisi ibu jari terletak berlawanan dengan jari telunjuk. Tekan tangan ke arah dada, lalu dengan lembut tekan ibu jari dan telunjuk bersamaan. Pertahankan agar jari tetap di tepi areola, jangan sampai menggeser ke puting. Ulangi secara teratur untuk memulai aliran susu. Putar perlahan jari di sekeliling payudara agar seluruh saluran susu dapat tertekan. Ulangi pada sisi payudara lain, dan jika diperlukan, pijat payudara di antara waktu-waktu pemerasan. Ulangi pada payudara pertama, kemudian lakukan lagi pada payudara kedua. Letakan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperas.

6. Pencet-lepas, pencet-lepas, demikian seterusnya. Jika terasa sakit bisa jadi tekniknya kurang tepat. Kadangkala ASI tidak segera keluar, namun tidak usah khawatir, setelah dicoba beberapa kali ASI pasti akan menetes. Bila ASI memancar berarti gerakannya sudah benar dan berhasil menekan gudang susunya.

7.Pencet tepi areola dengan cara yang sama dari samping, untuk memastikan ASI terperas dari semua segmen. Hindari memencet pada bagian puting saja karena tidak akan menghasilkan ASI.

8. Hindari gerakan menggosok pada kulit payudara. Gerakan jari jemari hendaknya memutar.

9. Perah sekitar 3-5 menit sampai aliran melambat, kemudian perah payudara lainnya. Lakukan pada kedua payudara. Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan ASI dengan tangan membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit. Bila pasokan ASI sudah baik/banyak, patokan ini dapat diabaikan karena batasan waktu bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali.

Teknik memeras dengan tangan (cara marmet):

1. Position the thumb (above the nipple) and first two fingers (below the nipple) about 1” to 1–1/2” from the nipple, though not necessarily at the outer edges of the areola. Use this measurement as a guide, since breasts and areolas vary in size from one woman to another. Be sure the hand forms the letter “C” and the finger pads are at 6 and 12 o’clock in line with the nipple. Note the fingers are positioned so that the milk reservoirs lie beneath them.

• Avoid cupping the breast

2. Push straight into the chest wall

• Avoid spreading the fingers apart.
• For large breasts, first lift and then push into the chest wall

3. Roll thumb and fingers forward at the same time. This rolling motion compresses and empties milk reservoirs without injuring sensitive breast tissue.

Note the position of thumb and fingernails during the finish roll as shown in the illustration.

4. Repeat rhythmically to completely drain reservoirs.
• Position, push, roll…
• Position, push, roll…

5. Rotate the thumb and fingers to milk other reservoirs, using both hands on each breast.

Avoid These Motions

1. Do not squeeze the breast, as this can cause bruising.

2. Sliding hands over the breast may cause painful skin burns.

3. Avoid pulling the nipple which may result in tissue damage.

Memilih Pompa ASI

Pompa ASI yang beredar di pasaran saat ini begitu beragam; dari yang manual hingga elektrik. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan sembarang memilih pompa ASI. Harga murah dan model menarik tidaklah cukup

Salah satu kelebihan pompa ASI manual—karena perangkat yang digunakan sederhana— adalah praktis. Alat ini tidak perlu baterai atau listrik sehingga dapat dibawa ke mana pun ibu pergi, dan umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan yang elektrik. Kekurangannya lebih pada “tenaga” untuk memerahnya yang tidak konstan. Ketika tangan sudah mulai lelah maka tekanan pada pompa pun berkurang dan akan berdampak pada ASI yang dikeluarkan.

Sementara pompa ASI elektrik, keuntungannya adalah tenaga listrik atau baterai memungkinkan pemerahan dilakukan dengan konstan sehingga dapat lebih memaksimalkan pengosongan ASI dari payudara dan membuat produksi ASI tetap maksimal. Jika menggunakan baterai keuntungannya praktis dibawa ke mana saja dibanding menggunakan listrik. Kekurangannya, cepat aus dan baterai harus selalu diganti.

Pompa ganda untuk dua payudara sekaligus. Pompa ASI model elektrik. Pompa ASI model manual.

Alat bantu menyusui bagi bayi dengan kebutuhan khusus dan bayi adopsi.

* Pompa dengan karet penyedot

Alat jenis ini tidak dianjurkan sebab kurang efisien dan tidak sesuai untuk memerah ASI. Bahan karet yang terdapat di bagian belakang pompa yang berbentuk seperti bohlam sulit dibersihkan dan tak bisa disterilkan. Sehingga ASI yang tersisa di bagian tersebut bisa menjadi media yang menyalurkan mikroba. Pompa ASI jenis ini hanya dianjurkan untuk mengatasi pembengkakan payudara.

* Pompa elektrik dan bentuk piston

Pompa ASI elektrik dan yang berbentuk piston memenuhi standar untuk memerah ASI, tapi harganya terbilang mahal. Pompa jenis ini memiliki model manual dan elektrik. Pastikan wadah dan katupnya steril ketika dipakai.

Cara memilih pompa ASI antra lain:

1. Aman

Umumnya bentuk pompa ASI sama, yaitu terdiri atas corong untuk bagian payudara, alat memompa serta botol penampungan ASI. Ada juga pompa elektrik yang memiliki 2 corong untuk payudara kanan dan payudara kiri. Dengan begitu kedua dapat sekaligus dipompa secara bersamaan sehingga lebih praktis dan menghemat waktu.

Bahan atau material yang digunakan adalah sejenis plastik yang tahan panas. Pemakaian bahan plastik ini juga memudahkan untuk perawatan karena mudah dicuci. Umumnya jenis plastik yang digunakan, yaitu jenis PV (polyvinyl) atau plastik HDPE (High Density Polyethylene). Sebagai informasi, plastik HDPE memiliki kualitas lebih baik di banding plastik PV. Akibatnya pompa yang menggunakan bahan HDPE di pasaran juga lebih mahal. Harga pompa elektrik umumnya juga lebih mahal dibandingkan yang manual.

2. memiliki kecepatan dan kekuatan mengisap yang bisa diatur.

3. sebaiknya bisa bekerja dengan efektif, sehingga merangsang payudara untuk memproduksi ASI lebih banyak.

4. Vakum yang dipasang pada areola (lingkaran daerah berwarna hitam di sekitar puting) yang dapat disesuaikan. Setiap wanita memiliki tubuh yang berbeda, jadi sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda.

5. Praktis.

Ada baiknya jika Anda memilih pompa ASI yang berukuran lebih kecil, praktis, ringan, memiliki wadah yang praktis untuk dibawa-bawa. Sediakan kantong penyimpanan ASI sekaligus di dalamnya.Jika Anda ingin dapat tetap bekerja sembari memompa ASI, Anda bisa memilih pompa yang dapat dioperasikan dengan menggunakan kaki, sehingga tangan Anda tetap bebas bergerak selama Anda sedang memompa ASI.

6. Mudah dibersihkan dan digunakan.

Pilihlah alat pompa mudah dibongkar pasang, yang dapat dicuci semua bagiannya, kecuali tempat baterai/mesinnya. Hindari pompa yang hanya terdiri atas balon (pemompa) dan corong karena bagian balon tidak dapat dicuci.

7. Kapasitas lebih besar

Ada jenis pompa yang hanya bisa digunakan untuk memompa satu payudara dalam satu kesempatan (biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit) tapi ada juga yang dapat sekaligus memompa sepasang payudara dalam satu kesempatan. Dengan demikian, Anda dapat lebih menghemat waktu.

8. pilihlah pompa yang tidak mengeluarkan suara atau pastikan suara yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu.

Pompa ASI yang terlalu bising bisa memengaruhi konsentrasi ketika sedang memerah dan pada akhirnya memengaruhi jumlah perahan ASI.

9. Pompa mempunyai cadangan untuk energi.

Beberapa pompa ASI dilengkapi sistem pengoperasian ganda. Maksudnya, dapat digunakan secara manual sekaligus elektrik. Bahkan beberapa pompa dilengkapi pula dengan baterai cadangan sehingga bila sewaktu-waktu listriknya mati atau ingin memompa di tempat yang tidak ada listrik, pompa ASI tetap dapat digunakan.

PENYIMPANAN ASI PERAH

ASI dapat disimpan untuk digunakan pada bayi selama ibu bekerja.. Agar ASI dapat tahan lama / tidak basi, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

* Simpanlah ASI perahan dalam botol steril atau plastik higienis, lalu tutup rapat-rapat. Wadah untuk menyimpan ASI sebaiknya terbuat dari kaca/gelas, dan tertutup rapat (udara tidak dapat masuk), dan usahakan tidak terkena cahaya matahari langsung.

* Sebaiknya ASI disimpan sekitar 60 – 120 ml per botol untuk mengurangi sisa ASI.

* Cantumkan jam dan tanggal ASI diperah pada label, rekatkan ke wadah ASI.

* Jika ASI disimpan dalam lemari es, Sebaiknya pisahkan ASI dengan bahan makanan lain yang tersimpan di lemari es.

Menyimpan ASI di freezer tak terlalu dianjurkan karena suhu beku menghilangkan beberapa zat dan enzimnya, kecuali jika ASI perah ibu sangat berlimpah. ASI perah yang dimasukkan ke termos dan lemari es tak mengalami perubahan komposisi gizi sama sekali. Hanya mungkin warna dan bentuknya saja yang berubah. Tak demikian halnya jika dimasukkan dalam freezer. ASI akan mengalami perubahan dalam hal jumlah imunoglobulin, yaitu protein molekul yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh, karena ada yang mati akibat kedinginan. ASI beku tetap lebih baik daripada susu formula. . Kulkas yang sering dibuka-tutup akan mempengaruhi suhu di dalam kulkas tersebut, sehingga menyimpan di bagian terluar tidak menjamin kestabilan suhu.

Berikut Ketahanan ASI perah menurut tempat penyimpanan yaitu:

* ASI dapat bertahan dalam suhu ruangan (maksimal 25 derajat Celcius) selama 6-8 jam.

Suhu ruangan lebih dari 25 derajat Celcius tidak aman untuk menyimpan ASI.

* ASI yang disimpan dalam wadah khusus (tas atau termos) yang diselubungi es batu atau es balok dapat bertahan selama 24 jam.

* jika disimpan di lemari es, bisa tahan 2X24 jam.

* jika disimpan di dalam kulkas, pada suhu 4 derajat Celcius, ASI dapat bertahan selama ± 5 hari.

* jika disimpan di freezer dalam kulkas, pada suhu -15 derajat Celcius, ASI dapat bertahan selama ± 2 minggu

* Jika menggunakan kulkas yang freezer-nya terpisah (memiliki pintu tersendiri) atau di bagian dalam freezer, bukan di dekat pintu , dapat bertahan selama ± 3-6 bulan.

CARA Menghangatkan ASI :

ASI perah bisa diberikan kepada bayi kapan pun ia menginginkannya. Sebelum diberikan hangatkan ASI lebih dulu.prinsipnya yaitu membuat suhu ASI seperti suhu tubuh karena akan menyerupai ASI yang dikeluarkan langsung. Nah, setelah selesai bisa langsung diberikan pada bayi. Caranya :

1. Jika ASI disimpan dalam freezer, Sehari sebelum diminumkan, turunkan ASI yang disimpan di freezer ke rak kulkas agar meleleh sedikit-sedikit

2. Hangatkan wadah ASI dengan mengalirinya dengan air hangat, atau merendam sebagian wadah dalam air hangat. Usahakan agar bagian atas wadah (bagian yang ditutup rapat) tidak terkena air hangat tersebut!

3. Salah mengahngatkan ASI akan menyebabkan komposisi dan kandungan gizinya berubah/berkurang bahkan rusak. . Karenanya Jangan panaskan ASI :

a. langsung di atas api

b. memanaskan ASI pada suhu yang sangat tinggi (direbus pada air mendidih)

c. Jangan memanaskan ASI dengan microwave

PEMBERIAN ASI perah

Usahakan pemberian ASI tidak bersisa. KarenaASI (terutama ASI beku) yang sudah terlanjur dicairkan dan dihangatkan, tidak boleh dibekukan lagi. Untuk menghindari sisa ASI, sebaiknya ASI disimpan dalam botol yang tidak terlalu besar atau sekitar 60 – 120 ml per botol.

* Suapkan ASI suam-suam kuku dengan menggunakan sendok kecil atau pipet .Hindari penggunaan botol dan dot. Penggunaaan botol dan dot dilakukan bila keadaan terpaksa.

Mengapa ASI perah sebaiknya diberikan tidak dengan botol dan dot?

Bayi yang langsung menyusu dari botol, lama-lama ia jadi “bingung puting”. Maksudnya, bayi akan sulit untuk kembali menyusu dengan benar pada payudara ibu.

Jadi, bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola ibu masuk ke mulut bayi. Jadi, kalau bayi sudah “bingung puting”, tak heran bila ia gagal mengeluarkan ASI di “gudang”nya. Salah satu tanda posisi bayi salah menyusu ialah payudara ibu lecet. Akhirnya, si kecil jadi malas bahkan tidak mau menyusu langsung dari payudara karena ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar.

* Bila ASI perah Ibu tergolong sedikit, tak perlu khawatir. Awalnya mungkin bayi gelisah karena merasa kurang kenyang. Namun 3-4 hari kemudian, bayi akan beradaptasi dengan jumlah ASI perah yang terbatas itu sambil menunggu ibu kembali ke rumah.

T I P

Semakin banyak ASI yang dibutuhkan oleh bayi maka semakin banyak ASI yang diproduksi. Jadi, jangan pernah merasa ASI yang Anda miliki tidak mampu mencukupi kebutuhan sang buah hati. Untuk itu, bagi ibu yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah, jangan malas memompa ASI. Semakin rutin dipompa maka produktivitas ASI pun akan semakin banyak. Berikut beberapa tip menjaga produktivitas ASI.

1. Relaks

Stres mampu memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi ASI. Pilihlah tempat yang nyaman dan tenang. Sebelum memompa, gunakan breast feeding bliss (kompres payudara) untuk relaksasi. Kompres payudara bisa digantikan dengan waslap/ lap yang telah dicelupkan pada air hangat. Sambil memompa, cobalah pandangi foto sang buah hati sambil mendengarkan musik yang menenangkan. Adanya kelekatan antara ibu dan anak akan memperbanyak ASI yang diproduksi.

2. Pompalah sesering mungkin.

Memompa dengan serig, menyebabkan gudang asi kosong. Jika gudang ASI kosong, maka pabrik asi akan segera membuatnya.Pilihlah pompa ASI yang berkualitas baik sehingga dapat membantu untuk mengeluarkan ASI secara maksimal. Cobalah untuk memompa setiap 3 jam sekali dan pompalah sedikitnya selama 20 menit.

3. Jangan lupa cuci tangan.

Cucilah tangan sebelum mulai memerah. Perhatikan kebersihan peralatan yang digunakan, karena dikhawatirkan dapat membuat susu yang diperas tercemar.

4. Banyak minum cairan bergizi.

Minum air putih, susu, atau jus buah dapat membantu tubuh memiliki cairan yang memadai. Ini dapat memengaruhi produksi ASI. Hindari mengonsumsi soda, alkohol, kopi, jamu atau minuman yang mengandung kafein, karena dapat memengaruhi kualitas ASI. Jangan merokok karena akan memengaruhi produktivitas ASI.

5. Perhatikan alat kontrasepsi yang digunakan.

Konsultasikan ke dokter, dan pilihlah alat kontrasepsi yang aman dan tidak memengaruhi produktivitas ASI.

6. Jaga kondisi tubuh.

Cukup mengonsumsi sayuran dan buah berserat. Lakukan olahraga secara rutin, istirahatlah ketika bayi sedang tidur. Jangan sungkan minta pertolongan orang lain, bila memang membutuhkan.

http://www.rumahkusorgaku.wordpress.com

asi.blogsome.com

surabaya-ehealth.org

tabloid nakita.com

medelabreastfeedingus

asiforbaby.blogspot.com

Related artikel: Mengapa harus ASI

More:

Sedikit gambaran tentang macam dan kisaran harga pompa ASI. Tampaknya mahal, namun manfaat ASI jauh lebih “mahal” jika ibu memberikannya pada bayi.

SYMPHONY LACTINA ELECTRIC PLUS

PUMP IN STYLE ADVANCE

Dikemas dalam tas punggung eksklusif, tahan air dan noda. Ada 2 pola isapan yang menyerupai isapan bayi. Dapat menggunakan baterai atau listrik.

Rp3.980.000

HARMONY BREASTPUMP Pompa susu manual dengan 2 tahap memompa (tahap menstimulasi dan memerah ASI), sangat menyerupai proses menyusui serta ritme isapan bayi. Cocok bagi ibu yang sering bepergian atau kembali bekerja. Corongnya lembut. Pegangannya ergonomis, mudah dibawa dan ringan.

Rp519.000

Pompa susu elektrik yang bekerja menggunakan sistem piston dan ritme isapan seperti bayi menyusu. Proses pemompaan dapat dilakukan pada satu atau kedua payudara sekaligus sehingga proses pengeluaran ASI lebih cepat dan langsug masuk botol sehingga tetap higienis.
SWING BREASTPUMP Pompa susu elektrik dengan dua tahap memompa (tahap menstimulasi dan memerah ASI). Menyerupai pola dan ritme isapan bayi. Bentuknya kecil, ringan dan trendi, sehingga dapat dipakai di mana pun. Dapat digunakan dengan listrik ataupun baterai.

Rp1.980.000

MANUAL BREASTPUMP MINI Pompa susu manual. Anda dapat mengatur kecepatannya. Mudah digunakan. Mekanisme kerja alami seperti isapan bayi. Mudah dibersihkan dan dirakit. Memiliki 3 variasi kekuatan isap. Dapat digunakan di rumah atau di luar rumah.

Rp212.000

MINI ELECTRICMekanisme kerjanya sama dengan isapan bayi sehingga terasa nyaman, tidak merusak kelenjar payudara dan tak terasa sakit saat digunakan. Bekerja secara elektronis menggunakan baterai atau adaptor. Mudah dibersihkan dan dirakit serta tingkat kekuatan isap yang dapat diatur.

Rp915.000

MINI ELECTRIC PLUSPompa susu elektrik ini memiliki double pump set, yang dapat digunakan pada satu atau dua payudara sekaligus untuk mempertahankan dan menambah jumlah produksi ASI.

Rp1.510.000

About these ads

12 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. bagaimana managemen wakti merah ASI, karna waktunya tidak pernah konsisten ( tidak ada yang menggantikan pekerjaan ) karena tidak semua orang ada waktu / memperhatikan kepedulian ASI Ekslusif ini, secara diri ini suka merasa tidak enak / lepas dari tanggung jawab jikalai meninggalkan working station terlalu lama ( 15-30 menit sekali perah ). Apalagi semua orang ada kesibukan masing2.

    Thanks
    Regards
    (nena)

    • Ibu Nenna,
      memang terkadang seorang ibu menghadapi permasalahan layaknya buah simalakama.Terutama bagi ibu yang terpaksa harus mencari nafkah/sbg tulang punggung keluarga. Namun juga pd diri ibu jg perlu dipahami bahwa adalah hak penuh anak untuk mendapatkan ASI (min 6 bl pertama) dari ibunya.Jadi, sebaiknya ibu bekerja yg berusaha memberikan ASI pd anaknya TIDAK perlu merasa TIDAK enak/seperti lepas dr tanggung jawab, karena memang demikianlah halnya kewajiban seorg ibu terhadap anaknya.
      Untuk masalah waktu yg tdk konsisten/tdk ada yg mengganti pekerjaan, saran saya:
      1. Memang sebaiknya dilakukan persiapan oleh ibu bekerja sejak hamil, dilakukan lobi2,misal terutama terhadap atasan sehingga saat masuk setelah cuti, hal tsb sudah bs dipahami oleh pihak lain yg bersangkutan.
      2. Gunakan waktu seefektif/seefisien mungkin saat jam istirahat untuk memerah/memompa disamping makan-minum dll.Kalau perlu, gunakan bantuan alat yg memudahkan memompa ASI.Tapi pengalaman saya , memerah langsung tanpa alat jika ibu sudah terbiasa memerah, ASI cepat didapatkan dlm jml yg cukup.
      3. Jika tidak banyak mempunyai waktu, lakukan pompa/peras ASI saat malam hari. Jangan lupa usahakan susui langsung bayi sesaat sebelum berangkat kerja dan segera setelah pulang bekerja.
      4. Jangan sungkan untuk mencari komunitas/dukungan suami, keluarga atau orang lain yg senasib (memberi ASI sambil bekerja) untuk saling menyemangati dan memberikan solusi jika ada hambatan.
      5. Ibu hendaknya tetap semangat berusaha dan berdoa. Yakinlah bahwa ibu bisa memberikan ASI untuk buah hati.
      6. Alternatif terakhir, carilah donor ASI/ibu susuan, bila ibu sudah dengan segala cara tidak dapat memberikan ASI (minimal ASI eksklusif).
      7. Jangan pernah berfikir tentang susu formula untuk menggantikan ASI eksklusif. Susu formula hanya diperuntukkan bagi ibu yang memang sudah tidak “mampu” untuk memberikan ASI untuk buah hati.
      Demikian ibu, maaf jika tidak membantu dan kurang berkenan.
      Terima kasih

  2. makasih atas informasinya,dari link lain..ini lebih informatif banget..
    thank sekali lagi..

    • bagaimana kami bisa memesan alat pompa electric ASI

      • coba bapak mencari di mall, supermarket besar, toko perlengkapan bayi atau mencari melalui internet. saya sudah mencoba ada banyak sekali yg bisa memberikan gambaran bentuk dan harga atau memesan secara on line. silahkan bapak googling dengan misalnya kata kunci : pesan pompa asi elektrik atau pesan medela pompa asi elektrik.
        selamat mencari dan semoga sukses program asi- nya.
        terima kasih

  3. saya mau tanya dimana bisa membeli alat pemompa asi seperti MANUAL BREASTPUMP MINI atau HARMONY BREAST PUMP.atas infonya,saya ucapkan terima kasih

    • biasanya di mall, supermarket tertentu pd counter baby, toko perlengkapan bayi.bila ibu tetap tidak menemukan,coba searching lewat internet, bertanya di rumah sakit bag persalinan/klinik bersalin, mengikuti milis ibu-ibu yang memberikan asi pd buah hatinya.semoga membantu.
      terima kasih

  4. PAYUDARA KIRI SAYA SEPERTI ADA BENJOLAN YANG BERGERAK GERAK SETELAH MELAHIRKAN 40 HARI. MENURUT PARAJI ITU KARENA SAYA MAKAN NASI YANG MENGGUMPAL… APAKAH ITU BERBAHAYA.. TKS

    • - apakah ibu tidak memberikan asi eksklusif ?
      - Tidak ada hubungannya makan nasi menggumpal dengan benjolan payudara. Apalagi kalau nasi yg menggumpal itu dari bahan yg baik, dimasak dg baik.
      terima kasih kembali

  5. apakah kami bisa memesan barang melalui no recening

    • maaf, saya kurang tahu. mungkin tergantung tokonya.

  6. terimakasih buat infonya.. saya jadi ada pencerahan untuk memilih pompa asi, karena saya sudah bertekad memberikan asi eksklusif dan menyusui sampai 2tahun (insyaAllah)..:)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: