Mengapa Gigi Susu Perlu dirawat?

April 14, 2008 pukul 4:51 am | Ditulis dalam gigi dan mulut anak | Tinggalkan komentar
Tag:

Siapa bilang gigi susu tidak perlu dirawat?

Anda keliru jika beranggapan bahwa gigi susu tak perlu perawatan khusus. Gigi susu yang terawat dengan baik merupakan cikal bakal geligi yang sehat dan rapi.

Gigi susu atau sering juga disebut gigi sulung, gigi sementara, ataupun gigi desidui, berjumlah 20 buah. Gigi susu tersusun pada rahang atas 10 buah, dan pada rahang bawah 10 buah.

Masih banyak orangtua beranggapan bahwa gigi susu tak penting, karena keberadaannya bersifat sementara dan nantinya akan digantikan oleh gigi permanen yang dalam keadaan normal akan berada selamanya di dalam rongga mulut. Anggapan tersebut keliru mengingat peran dan fungsi gigi susu yang sangat penting.

Fungsi gigi susu

1.Berperan dalam pengunyahan, membantu memudahkan pencernaan dan penyerapan zat gizi makanan.

Hal ini sangat penting mengingat masa anak-anak merupakan masa aktif pertumbuhan dan perkembangan. Karena itu keadaan gigi dan rongga mulut yang sehat sangat diperlukan.

2.Merangsang pertumbuhan tulang rahang karena adanya aktifitas pengunyahan.

Berkaitan dengan itu, orangtua diharapkan memperhatikan anaknya dalam mengunyah makanan, dan memberitahu cara yang benar dalam soal mengunyah makanan. Pengunyahan yang baik dilakukan pada kedua sisi rahang (kanan dan kiri) untuk merangsang pertumbuhan tulang secara seimbang.

Salah satu tanda yang mudah dikenali apabila anak mempunyai kebiasaan mengunyah hanya pada satu sisi rahang saja adalah sisi yang jarang digunakan akan tampak lebih kotor dibanding sisi yang sering dipakai mengunyah.

3.Mempertahankan ruangan dalam lengkung gigi sebagai persiapan pertumbuhan gigi permanen—yang akan menggantikan gigi susu. Juga menentukan arah pertumbuhan gigi penggantinya.

Sebagai contoh gigi geraham susu mempunyai dua akar dan di antara dua akar gigi tersebut terletak benih gigi penggantinya.

Arah pertumbuhan gigi pengganti akan sejalan dengan arah atau jalan tanggalnya gigi susu. Apabila gigi susu-oleh karena suatu sebab-terpaksa dicabut sebelum waktunya, maka gigi yang terletak di depan ataupun di belakang gigi yang terpaksa dicabut akan bergeser ke tempat bekas gigi yang dicabut. Akibatnya ruangan tumbuh gigi menjadi sempit. Ini mengakibatkan kekurangan ruang untuk gigi permanennya kelak. Gigi pengganti juga akan kehilangan penuntun arah pemunculannya ke rongga mulut. Dampaknya, gigi penggantinya tumbuh berjejal dan salah arah.

4.Berperan dalam pengucapan huruf-huruf tertentu.

Kehilangan atau kerusakan parah pada gigi seri yang terlalu awal dapat menimbulkan kesulitan dalam pengucapan huruf-huruf seperti; F, V, S, Z, Th. Namun kesulitan pengucapan huruf-huruf tersebut dapat dikoreksi setelah gigi penggantinya muncul.

5.Estetika.

Gigi susu punya andil dalam menjaga estetika. Bila gigi susunya terawat baik penampilan anak lebih lucu, lebih menarik, dan lebih sehat kalau mereka tersenyum dengan gigi-gigi yang utuh dan bersih.

Kapan gigi susu tumbuh?
Banyak ibu merasa khawatir kalau bayinya yang berumur lebih dari 6 bulan belum juga memiliki gigi. Tumbuhnya gigi di rongga mulut memang dipengaruhi banyak hal, antara lain riwayat kehamilan, riwayat kelahiran, apakah bayi lahir cukup umur dengan berat dan panjang badan normal, riwayat kesehatan bayi, maupun status gizi bayi.

Menurut penelitian, bayi yang lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, pertumbuhan giginya akan lebih lambat. Bayi dengan status gizi yang kurang pertumbuhannya terhambat, dan ini berkaitan dengan pertumbuhan gigi, karena berkaitan dengan pertumbuhan gigi dan tulang rahang, yang merupakan bagian dari pertumbuhan anak secara umum.

Berikut panduan perkiraan waktu tumbuhnya gigi susu ke rongga mulut (menurut Lunt & Law)

Rahang atas Rahang bawah
Gigi seri pertama 8-12 bulan (rata-rata 10 bulan) 6-12 bulan (rata-rata 8 bulan)
Gigi seri kedua 9-13 bulan (rata-rata 11 bulan) 10-16 bulan (rata-rata 13 bulan)
Gigi taring 16-22 bulan (rata-rata 19 bulan) 17-23 bulan (rata-rata 20 bulan)
Gigi geraham pertama 13-19 bulan (rata-rata 16 bulan) 14-18 bulan (rata-rata 16 bulan)
Gigi geraham kedua 25-33 bulan (rata-rata 29 bulan) 23-30 bulan (rata-rata 27 bulan)

Bagaimana tanda gigi susu mau tumbuh?
Tumbuhnya gigi susu pada bayi didahului oleh;
• keluarnya air ludah yang berlebihan
• kadang-kadang sampai membasahi bajunya
• anak cenderung selalu ingin memasukkan jari-jari tangannya ke dalam mulut
• anak terlihat gelisah, cenderung rewel, dan terkadang nafsu makannya menurun. Ini disebabkan adanya rasa sakit pada gusinya karena tertembus gigi yang baru tumbuh.

Gusi tempat tumbuhnya gigi warnanya tampak lebih merah dibanding sekitarnya. Rasa sakit inilah yang merangsang keluarnya air ludah secara berlebihan. Namun hal ini sebenarnya menguntungkan, karena air ludah membantu membersihkan rongga mulut. Dalam air ludah terkandung komponen yang bersifat antibakteri, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi. Kalau gusi pada daerah tumbuhnya gigi diraba atau ditekan dengan jari terasa lebih keras, terlihat warna putih, disertai bentuk gigi yang akan tumbuh.

Peristiwa tumbuhnya gigi susu merupakan proses alami dan sebenarnya tak akan mengganggu kesehatan anak. Kecuali ada hal lain yang dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan. Yang perlu diwaspadai adalah kebersihan rongga mulut anak dan jari-jemari si kecil.

Rasanya cukup sulit untuk mencegah atau mengawasi supaya anak tidak memasukkan jari ke dalam mulut. Apapun yang menarik perhatiannya akan dipegang dan dimasukkan ke dalam mulut. Ketidakbersihan daerah tempat gigi susu yang akan tumbuh ataupun tangan yang kotor dapat menyebabkan anak menderita diare ataupun infeksi pada gusi sehingga suhu badan anak bertambah. Kalau ini sampai terjadi perlu konsultasi atau pemeriksaan oleh dokter.

8 langkah agar gigi susu si kecil sehat
1. Ingat, kualitas gigi dan pembentukannya ditentukan sejak janin usia 6 minggu di dalam kandungan. Ibu hamil yang rajin mengonsumsi kalsium akan mempunyai bayi yang pertumbuhan gigi dan tulangnya bagus.
2. Pengendalian makanan penyebab karies. Makanan manis yang mengandung gula yang menempel di gigi akan mengalami fermentasi oleh bakter penyebab karies yaitu, Streptococcus mutans.
3. Orangtua hendaknya selalu membersihkan sisa makanan ataupun sisa susu setiap anak habis makan atau minum susu. Atau memberinya air putih setiap kali habis makan atau minum susu.
4. Untuk bayi pembersihan dilakukan dengan kasa steril yang dibasahi air matang. Gosoklah perlahan di seluruh permukaan giginya. Yang diperlukan adalah ketelatenan Anda.
5. Bagi anak yang sudah mampu memegang sikat gigi, ciptakan suasana menyikat gigi yang menyenangkan, meskipun akhirnya bantuan orangtua tetap diperlukan.
6. Gunakan kepala sikat gigi yang tak terlalu besar dan berbulu lembut, supaya ia bisa menggosok bagian dalam dan belakang dengan nyaman, tidak melukai pipi dan gusi pada waktu sikat digerakkan. Pegangan sikat dengan kepala sikat yang lurus dapat memudahkan anak memegang sikat gigi.
7. Di bawah usia 4 tahun sebaiknya jangan menggunakan pasta gigi terlebih dulu. Dikhawatirkan setiap kali menggosok gigi, pasta gigi akan tertelan, apalagi pasta gigi yang tersedia sekarang dikemas dengan berbagai warna dan rasa yang menarik.
8. Pengenalan pasta gigi dapat dilakukan, tetapi harus diawasi dan si kecil sudah dapat berkumur yang baik. Beri contoh cara berkumur yaitu menggerakkan kumuran dengan keras dan mengeluarkannya dengan keras pula, tak hanya sekedar dikeluarkan dari mulut.

Oleh: Prof. Dr. drg. Al. Supatinah, Sp. KGA. (FKG UGM)
Referensi:
Mc Donald, R.E & Avery, D.R. Dentistry for the child and adolescent, Mosby., St Louis.

www.rumahkusorgaku.wordpress.com

anakku.net

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: