Baby Bottle Syndrom

April 15, 2008 pukul 4:11 am | Ditulis dalam gigi dan mulut anak | Tinggalkan komentar
Tag:

Rampan Karies (Rampant caries) atau Baby Bottle Tooth Decay, atau Baby Bottle Syndrome, atau Nursing Bottle Mouth atau early childhood caries atau nursing caries (jawa: Gigis) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu keadaan sebagian besar atau semua dari gigi susu/decidui atau gigi permanen yang mengalami kerusakan (karies) secara luas dan berkembang dengan cepat.

Daerah gigi yang biasanya mengalami kerusakan adalah gigi depan rahang atas. Gigi susu /decidui tersebut juga merupakan gigi yang pertama kali muncul dalam rongga mulut akan mempunyai kemungkinan waktu terpapar/berkontak paling lama dengan “gula” . Sedangkan gigi depan rahang bawah cenderung terlindungi oleh lidah saat bayi/anak menghisap/minum dengan botol dot.

Bagaimana karies dapat terjadi?

Kavitas/lubang gigi disebabkan oleh serangan asam pada gigi yang rentan terhadap karies. Asam tersebut terbentuk akibat terjadinya interaksi antara plak (bakteri) dan fermentasi karbohidrat (misalnya gula). Proses tersebut digambakan sebagai berikut:

Rampant karies bisa disebabkan oleh seringnya gigi terpapar/ berkontak dalam waktu yang lama oeh cairan yang yang mengandung zat gula. Misalnya bayi yang minum sampai terlena dengan :

– botol yang berisi /mengandung formula, susu atau jus

– dot yang dicelupkan pada madu

– saat menyusu

Severe Baby Bottle Tooth Decay

Orang tua mungkin tidak meyadari akan hal ini sampai dilakukannya:

– Pemeriksaan rongga mulut untuk mendeteksi gejala awal .

– Adanya spot berwarna coklat sepanjang gumline (garis gusi) pada gigi anak adalah hal yang harus diwaspadai

– Sebaiknya segera memerksa jika anak menyukai makan makanan yang manis atau asam, menangis saat makan/minum dalam keadaan dingin, manis atau makanan yang keras.

Pencegahan Rampant Karies:

1. Rajin membersihkan gigi anak setiap hari .

Memulai menyikat gigi saat gigi anak mulai tumbuh (erupsi). Gunakan kain kassa/kapas basah untuk membersihkan gigi, gusi dan lidah .

2. Jangan biarkan anak sering terlena dalam menikmati makanan/minuman terutama jus, susu dan formula.

3. Perkenalkan dan Ajarkan kepada bayi/anak minum dengan cup, gelas saat mulai menginjak usia 2 tahun.

4. Gunakan sedikit atau bahkan tidak sama sekali memberikan gula pada makanan/minuman anak

5. Konsultasilah dengan dokter gigi akan kebutuhan fluor pada gigi anak Anda.

6. Melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter gigi

Ciptakan buah hati Anda sehingga mempunyai gigi yang kuat dan sehat . Sebagai orang tua tentulah menjadi kunci awal dari segala keputusan untuk buah hati Anda terutama yang masih kecil/bayi.

oleh: drg.Mahafudo

rumahku sorgaku.wordpress.com

cudental.creighton.edu
.medicinenet.com
.umanitoba.ca

edinburghdentist.co.uk

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: