Menyusui pasca Persalinan Cesarean

Mei 16, 2008 pukul 1:55 pm | Ditulis dalam ASI (Air Susu Ibu), Persalinan | 1 Komentar
Tag:

Persalinan secara operasi (cesar) menjadi salah satu pilihan baik secara terpaksa dilakukan maupun atas permintaan ibu. Seorang ibu yang menjalani persalinan caesar tapi mempunyai keinginan kuat untuk dapat memberikan ASI pada bayinya kadang kala mengalami hambatan pada produksi ASI nya.

Beberapa keadaan yang dapat menyertai pasca persalinan cesar yang dapat mempengaruhi ASI baik secara langsung maupun tidak langsung antara lain:

1. Pengaruh obat -obatan yang diterima ibu baik untuk prosedur operasi maupun pasca operasi.

Beberapa obat dikhawatirkan akan berpengaruh pada ASI.

2. Perlunya waktu yang lebih untuk pemulihan kondisi ibu pasca operasi (misalnya rasa sakit pasca operasi). Hal ini tentu saja diikuti dengan persiapan jasmani untuk menyusui dan merawat bayi karena biasanya ibu akan menemui ksulitan untuk memperoleh posisi yang baik dan kenyamanan saat menyusui.

3. Psikologi /emosi ibu yang seringkali merasa “gagal” (terutama pada persalinan karena kondisi “terpaksa” dilakukan) .

Sebagian Ibu merasa tidak mempunyai kemampuan untuk melahirkan secara normal sehingga kecewa, malu untuk bertemu bahkan takut.

4. Lain-lain

Bayi yang lahir dengan persalinan operasi, kadang tampak lemah dan mengantuk.

5. ASI pasca persalianan caesar kadang diprokduksi lebih lambat (tidak segera keluar). Tetapi tidak perlu khawatir , ASI akan segera keluar setelah beberapa hari pasca persalinan.

Dapatkah ibu dapat memberikan ASI pasca persaliann caesar?

Meskipun beberapa kondisi yang sulit akan dirasakan oleh ibu pasca operasi, namun tak ada alasan untuk tidak dapat memberikan ASI pada bayinya, disamping tentu saja tipe anestesi dan kesuksesan operasi.

Persalinan caesar dengan anestesi epidural atau spinal block biasanya ibu akan lebih cepat tersadar dibandingkan dengan anestesi umum .

Adapun obat-obatan yang harus dikonsumsi ibu, hendaknya tak perlu dikhawatirkan. Sebaiknya sampaikan terlebih dahulu keinganan ibu untuk dapat memberikan ASI tersebut kepada dokter yang menangani agar ibu dapat segera melakukannya segera setelah kondisi memungkinkan. Selain itu dokter juga akan mempertimbangkan obat yang akan diberikan pada ibu.

Dalam hal ini sebenarnya obat yang dikonsumsi ibu tidak akan banyak mempengaruhi ASI. Meskipun ada obat dapat mempengaruhi ASI, namun itu dalam jumlah yang sangat kecil sekali. Apalagi pada awal permulaannya, ASI yang dikeluarkan adalah colostrum yang volumenya masih dalam batas kecil.

Tips untuk dapat menyusui pasca persalinan caesar:

1. Diskusikan segala sesuatu tentang prosedur operasi/hal yang akan dijalani ibu dengan dokter yang betanggungjwab menangani ( terutama tipe/jenis serta obat pasca persalinan.)

2, Carilah klinik/rumah sakit yang pro ASI.

3. Mintalah sesegara mungkin (as soon as possible) untuk memberikan ASI.

4. Meminta agar bisa rooming-in

5. Menyusui sesering mungkin

6. Carilah posisi yang benar dan kenyamanan saat menyusui.

Beberapa posisi yang tampak mudah dilakukan : Lying flat on your back,Clutch (football) hold, Side lying, Cross cradle (transition) hold

7. Mintalah dukungan dari orang lain (suami, keluarga dll)

8. Berdoa dan Yakinlah bahwa Anda dapat memebrikan ASI pada buah hati Anda.

oleh rumahkusorgaku.wordpress.com

sumber

obsgyn.net

breastfeeding.asn.au

family.go.com

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] Menyusui pasca Persalinan Cesarean Ditulis pada Juli 19, 2008 oleh Erlina Menyusui pasca Persalinan Cesarean […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: