Bila si Kecil Ikut berBelanja

Juni 3, 2008 pukul 5:37 am | Ditulis dalam Orang Tua dan Buah Hati | Tinggalkan komentar
Tag:

Mengajak si kecil berbelanja tentu banyak romantikanya. Kadang merepotkan. Kadang melelahkan. Namun kadang pula menyenangkan. Bagaimana tips saat si kecil ikut berbelanja agar menjadi menyenangkan dan mendidik? mengajak si kecil mengenal dunia luar lewat kegiatan berbelanja bukan bermaksud untuk menanamkan sikap konsumtif, tetapi supaya ia belajar menjadi makhluk sosial di lingkungan yang lebih luas. Apalagi anak-anak pasti semangat jika diajak bepergian.

MANFAAT

* Belajar situasi jual beli

Anak melihat adanya transaksi, ada barang yang dijual, ada pembeli, dan ada transaksi uang sebelum barang dibawa pulang.

* Mengenalkan masalah moral dan tanggung jawab

Si kecil melihat bagaimana barang-barang yang tersedia bisa diambil sesuka hati. Namun, bukan berarti sekadar mengambil begitu saja, karena ada penyelesaiannya dengan membayar di kasir. Anak belajar bahwa untuk mendapatkan barang tersebut, harus ada kewajiban membayar.

* Belajar aturan

Bahwa ia tidak boleh mengganggu orang lain karena bukan hanya dirinya saja yang berada di tempat tersebut. Ada juga orang lain dengan berbagai keperluan dan kepentingan. Jadi si batita tidak bisa bersikap semaunya.

* Mengenal orang asing

Di tempat belanja, anak melihat bahwa banyak orang yang tidak dikenalnya. Berkaitan dengan itulah, kita perlu mengajari si kecil agar bersikap sopan dan berupaya agar tak mudah mengikuti kemauannya.

* Belajar sikap-sikap sosial

Bagaimana orangtua bersikap terhadap orang-orang di tempat belanja akan menjadi bekal perilaku anak di kemudian hari, seperti saat tawar-menawar jika berbelanja dilakukan di pasar, ketika bertemu teman di sana, dan sebagainya.

* Anak belajar mengenal mata uang dan aneka barang yang beragam

Inilah kesempatan mengenalkan banyak hal kepada batita yang sedang dalam masa bereksplorasi. Jawablah apa saja yang ia tanyakan dari soal nilai uang hingga berbagai barang kebutuhan yang dijual di sana.Selain itu anak juga bisa belajar dan mengenal matematika.

RESIKO MENGAJAK SI KECIL BERBELANJA

* Hilang atau terlepas dari pengawasan

Misal, saat perhatian orangtua terfokus untuk membayar belanjaan di kasir, bisa saja si batita tertarik akan sesuatu lantas menghilang begitu saja dari pandangan. Untuk itu, si kecil harus berada di depan kita atau didudukkan di atas trolley.

* Kecelakaan saat berbelanja

Sikap keingintahuan anak pada sesuatu bisa saja menyebabkannya celaka. Misalnya, dia mengambil barang di bagian pecah belah lalu barang tersebut terjatuh dan tangannya terkena pecahan benda tersebut. Lantaran itu, orangtua harus memberikan pengawasan penuh dan menghindarkan anak dari area yang kira-kira berpotensi membahayakan dirinya.

PERSIAPAN DI RUMAH

Agar acara berbelanja bersama si kecil berlangsung lancar, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum melangkah keluar rumah, antara lain:

* Perhatikan kebutuhan makan, minum, dan kebersihannya

Jangan lupa membawa botol air minum, jus, atau susu, serta makanan kecil. Meski pada saat berbelanja tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar, dudukan dia di trolley dan agar ia tidak bosan libatkan dalam kegiatan berbelanja. Misal, dengan memintanya menunjuk barang yang kita ingin beli, “Dek, mama mau beli wortel, yang mana ya wortel?”

* Lakukan negosiasi

Untuk mengantipasi permintaan anak yang macam-macam (misal, minta permen, mainan, es krim dan lainnya) dan sehingga berpotensi membuatnya tantrum, coba deh sebelum pergi, lakukan negosiasi. Anak batita sudah bisa diajak berpikir dan bernegosiasi kok. Misal, “Nanti kalau Adek ikut Bunda belanja dan mau mainan, boleh saja tapi cuma satu ya.” Berikan pula penjelasan bahwa apa yang dia inginkan akan dibelikan setelah barang-barang yang akan dibeli orang-tuanya selesai.

Jika pada praktiknya nanti, si kecil tetap merengek/ngotot minta dibelikan sesuatu yang melanggar kesepakatan, ingatkan ia kembali pada negosiasi yang sudah dilakukan di rumah. Kalau ia tetap memaksa lantas menangis, berusahalah untuk tetap namun “perbekalannya” itu bisa diberikan saat anak lapar seusai berbelanja. Jikapun ada rencana untuk makan di luar, perhitungkan baik-baik antara lama kita berbelanja dengan jadwal makan anak. Makan di luar bisa dilakukan sesudah atau sebelum acara berbelanja .

Jangan lupa juga untuk membawa baju ganti sebagai cadangan bila pakaian anak basah karena keringat, kotor atau karena sebab lainnya. Bagi si kecil yang masih memakai diaper, persiapkan juga barang yang satu itu di tas.

TRIK DI TEMPAT BELANJA

* Kenali anak dengan baik

Contoh, si kecil yang berusia 1 tahunan dan belum lancar berjalan mungkin masih mudah kita “kendalikan” karena ia cenderung mau tenang di kereta dorongnya. Berbeda dengan anak yang usianya lebih besar (2 tahun katakanlah) yang sudah lancar berjalan sehingga terpacu untuk lari ke sana sini. Untuk menghentikan “aksinya” coba konsisten dengan tidak meluluskan permintaannya. Kesannya memang tega, tapi bila insiden ini dibiarkan lalu kita menuruti tuntutannya, anak bisa belajar untuk menjadikan cara menangis sebagai senjata kala meminta sesuatu.

* Ajarkan keselamatan diri

Beritahu anak kemungkinan yang bisa terjadi saat berbelanja. Umpama. “Kalau nanti Adek tidak lihat Ibu di sana, Adek teriak saja yang kencang dan panggil-panggil Ibu. Supaya Ibu bisa tahu Adek ada di mana. Kalau ada yang enggak Adek kenal ngajak pergi, Adek juga jangan mau. Tetap teriak ya panggil Ibu.”

Perlu diketahui, anak batita belum bisa diminta melaporkan dirinya hilang. Meski boleh saja bila kita ingin mengajarinya. Kebanyakan anak akan menangis bila kehilangan orangtuanya. Jadi hal paling efektif adalah memintanya untuk tidak menangis dan berteriak sekeras mungkin memanggil ayah atau ibunya. Karena itu orangtua pun harus sudah mengenal baik suara anaknya sendiri.

Penting pula untuk mengajari anak mengingat baju apa yang dikenakan ayah dan ibunya. Serta membekali anak untuk tidak mudah percaya dengan orang asing yang mengajaknya.

* Beli yang penting-penting dan sebaiknya dicatat

Dengan catatan setidaknya kita bisa lebih fokus dan bisa menghemat waktu. Jika ibu berbelanja dengan si kecil tanpa pengasuh hendaknya membeli yang penting saja, semisal kebutuhan susu si kecil dan lauk pauknya. Lain hal kalau memang si kecil ada yang menjaga, tentu berbelanja kebutuhan rumah tangga lainnya amat memung-kinkan.

* Kenali jadwal tidur anak

Perkirakan dan perhitungkan saat tepat berbelanja. Jangan sampai saat berbelanja bertepatan dengan jadwal tidur anak, umpamanya. Kondisi ini hanya akan membuat acara belanja jadi tidak nyaman karena si batita akan rewel di tempat belanja karena mengantuk dan dia ingin tempat yang nyaman untuk merebahkan tubuhnya.

Kalaupun berbelanja dan kemudian anak tertidur meski bukan jadwalnya tidur, tak masalah. Orangtua bisa berbelanja sambil menggendongnya. Akan lebih mudah lagi jika anak mengantuk saat berbelanja usai. Tentu orangtua harus segera membawanya pulang.

nakita.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: