Toilet di Jepang

Juni 5, 2008 pukul 6:22 am | Ditulis dalam Jepang dalam suatu episode | Tinggalkan komentar
Tag:

Rasanya…tak lengkap sebuah rumah jika tak ada fasilitas toilet. Sekalipun orang dewasa dilengkapi kemampuan untuk “menunda” kehendak jika akan ke toilet, namun sangat sulit rasanya jika kehendak yang satu ini menghampiri dan tidak dituruti.

Demikian halnya dengan rumah Jepang. Toilet di tempatkan sebagai prioritas utama oleh orang Jepang. Keberadaannya sangat diperhitungkan mulai dari segi fungsi, kebersihan dan lain-lain sampai pada kenyamanannya. Toilet ini dibangun baik secara terpisah ( tempat/bak mandi/ofuro, WC, wastafel) atau dibuat satu tempat, khas dari toilet ini adalah relatif sempit, lantai kering , tissu toilet dan sandal khusus toilet. Jika pada wastafel tidak dijumpai tissu/handuk, biasanya disediakan pengering tangan (tinggal taruh di depan lubang, nanti uap/udara otomatis akan keluar untuk mengeringkan).

Untuk kenyamanan, pada toilet kadang dilengkapi dengan : pengharum ruangan, vas bunga, musik, penghilang bau dll.

MACAM-MACAM TOILET

Secara garis besar, ada 2 macam toilet di Jepang:

1. Squat toilet/ Asian toilet

Saat akan menggunakan toilet ini, sebaiknya Anda mengetahui arah yang benar. Untuk jelasnya di sini

A contemporary Japanese squat toilet including toilet slippers. The handwritten sign to the left of the vertical pipe says,

2. Flush toilet/ western toilet

Pengalaman saya “tour” dari toilet satu ke toilet lainnya, ada beberapa toilet (dengan penamaan toilet dari saya pribadi) antara lain:

1. Toilet duduk. Menurut bahan pembersih/pengguyur pasca BAK/BAB dibagi menjadi:

a. dengan bahan kimia .

Jika biasanya setelah selesai BAK/BAB (buang air kecil/buang air besar), dipencet tombol untuk mengguyur keluar air, pada toilet ini bahan yang keluar bukan air, tapi bahan kimia. Jadi meskipun pada lubang tempat fecesnya tidak digenangi air seperti model leher angsa, toilet ini tidak berbau.

b. dengan air.

Seperti toilet kebanyakan. Bahan pengguyurnya air.

c. dengan sensor.

Hati-hatilah dengan model ini. Sedikit bergerak/salah gerakan , bisa fatal akibatnya. Kalau ngga basah kena semprotan air, atau air guyuran tak akan keluar. Masih mending kalau kitanya basah kena semprotan air, lha kalau air tak keluar, maka tinja juga tak akan bisa turun ke dalam lubang. Itu artinya kita akan meninggalkan “prasasti” untuk ornag lain. Dan lebih malunya lagi, biasanya ada tukang pembersih toilet yang selalu stand by . Setelah pemakai toilet keluar, maka penjaga/tukang pembersih toilet itu akan masuk dan membersihkannya. Nah, ketahuan kan…siapa pelakunya..he..he..

Tanda dari toilet sensor ini, jika suatu saat Anda masuk ke toilet tak ada satupun tombol untuk dipencet/diputar,atau ada tombol tapi setelah dipencet/diputar tak bisa, maka kemungkinan besar toilet yang Anda temui ini memakai sensor.

d. modern/praktis

Tersedia banyak tombol pada sisi samping toilet. Bisa pilih air dingin/hangat pula. Lihat baik-baik keterangan dan gambar pada tombolnya agar tak keliru fungsi. Satu hal, jangan tetaplah duduk saat memencet tombol, agar air tidak memancar keluar seperti air mancur .

2. Toilet jongkok

Yang membuat beda pada toilet jongkok di jepang , sewaktu jongkok, arah pantat tidak sejajar dengan permukaan air pada lubang jalan feces.

3. Toilet untuk anak kecil. Biasanya ada di rumah sakit/klinik khusus anak-anak.

a. Toilet duduk .

Diberikan/dipasang perangkat tambahan (potty toilet) sehingga lubang untuk pantat tidak terlalu besar.

b. Toilet jongkok

Sama seperti toilet jongkok pada point 2, hanya saja ukurannya lebih kecil.

4. Toilet khusus

Toilet ini biasa dijumpai di masjid . Di tiap ruang toilet baik jongkok/duduk, disediakan semacam teko/porong berleher panjang untuk bersuci. Dilengkapi pula kran2 air di tiap ruangnya.

5. Toilet berdiri

Toilet yang biasa untuk laki-laki.

6. Toilet temporer

Toilet ini dibuat untuk sementara waktu, misalnya untuk para pekerja bangunan atau event2 tertentu di tempat/lahan terbuka (lapangan misalnya).

TOILET UMUM

toilet umum biasanya tak sulit untuk dijumpai. Tidak hanya di tempat-tempa penting/ sarana lain. Tapi seringkali toilet umum dijumpai di sepanjang jalan. Keadaannya pun terawat.

Toilet duduk terkadang sudah disediakan pula alas sekali pakai yang nantinya dipasang pada toilet untuk bagian yg akan diduduki, sehingga tak perlu khawatir/risih. Bagi ibu2 dengan para bayi, ada tanda khusus bahwa toilet tersebut menyediakan tempat untuk mengganti popok/diaper, berupa ranjang kecil permanen di lantai/ditempel pada dinding (klo sudah selesai dikatupkan lagi) atau ranjang yang cukup panjang (seukuran tempat tidur org dewasa) yang dilipat klo sudah selesai pke (jadi jangan bingung klo lihat yg ini).
Terkadang juga ditemui tempat khusus untuk mendudukkan anak di dekat toilet, sehingga bagi ibu yang bepergian membawa bayi/anak, tak perlu repot menaruh/menitipkan anaknya jika sang ibu ke toilet.

TIPS KECIL UNTUK KE TOILET UMUM di JEPANG

1. Carilah tanda toilet umum yang benar. Terutama bagi ibu yang membawa anak kecil atau akan mengganti popok/diaper. Ada tanda khusus di dinding .

2. Sapulah pandangan sekilas ke seluruh toilet. Kadang tersedia 3 jenis toilet : jongkok, duduk dan khusus laki-laki (berdiri). Pilih sesuai yang Anda inginkan.

3. Jika Anda termasuk orang yang merasa “kesulitan” bersuci tanpa air, maka ambillah tissu terlebih dahulu kemudian basahi dengan air di wastafel yang biasanya di luar toilet umum. Jika Anda tak mau repot, saat bepergian, bawalah tissu basah khusus toilet individual yang banyak dijual di supermarket. Atau kalau ngga nemu, bawa saja tissu basah khusus toilet untuk bayi.

4. Sebelum masuk, jangan lupa berdoa.

5. Sebelum BAK/BAB, pelajari dulu jenis toilet yang akan anda gunakan. Jika tak tahu bagaimana menggunakannya, jangan malu untuk bertanya. Kemudian jangan lupa pula mengguyur dengan air /bahan lain terlebihh dahulu agar feces tidak menempel/lekat sehingga sulit bersih saat diguyur setelah selesai BAK?BAB, terutama pada toilet jongkok atau toilet bahan kimia.

6. Periksa kembali /check sebelum keluar dari ruang toilet ya…karena terkadang ada sensor otomatis yg mengisyaratkan adanya “ketidakberesan” di dalam toilet (biasa di toilet yang berbanyak tombol). Warning adanya sensor ini kadang dipasang di pintu masuk.
selain itu..tak baik dan malu kan..klo kita meninggalkan berbagai macam “prasasti” di dalamnya..

7. Cuci tangan di wastafel.

Hmm, adalah suatu Hal yang paling membahagiakan adalah di Jepang nyaris tak ditemukan “aroma2 harum” akibat kegiatan manusia hidup ini yang dilakukan di sembarang tempat. ^____^

http://www.rumahkusorgaku.wordpress.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: