Memahami Arti Tangisan Bayi

Juni 24, 2008 pukul 5:37 am | Ditulis dalam Orang Tua dan Buah Hati | 1 Komentar
Tag:
Setiap bayi pasti menangis dan beberapa di antara mereka
lebih sering menangis dibanding yang lain.
Anak cengeng? Bukan!
Yang jelas,Menangis adalah salah satu cara si kecil berkomunikasi dengan Anda
.Umumnya bayi sering menangis pada minggu-minggu pertama
 kehidupan, baik siang maupun malam.Jika bayi menangis,
 Sebaiknya Anda tidak cemas atau panik.
Memberikan ASI atau menggendongnya bukanlah selalu jawaban untuk menghentikan tangis .
Tangis akan mudah dihentikan, jika Anda tahu penyebabnya.
Karena bayi belum bisa bicara .... maka bagaimana cara memahami arti tangisan bayi?


Menurut Dr. Najib Advani SpA. MMed. Paed.*, dokter anak di Sub. Bag,
 Kardiologi Anak FKUI-RSCM secara garis
 besar bayi menangis dibagi dua kelompok.
 Pertama,
bayi menangis tanpa
 penyakit, seperti lapar, haus, perasaan tidak enak atau tidak nyaman
 (kepanasan, kedinginan, popok basah, suara berisik, dan lainnya),
 tumbuh gigi, saat buang air kecil, kesepian, lelah, atau kolik.
Kedua,
 bayi menangis karena ada sesuatu penyakit seperti infeksi, radang
 tenggorokan, radang telinga, hernia,dll

Berikut ini beberapa  penyebab bayi menangis:
  • Saya lapar . Bayi baru lahir biasanya akan minum tiap beberapa jam dalam tiap harinya. Beberapa bayi akan gelisah jika merasa lapar. Terkadang bayi menangis saat minum atau minum dengan tergesa-gesa sehingga menyebabkan muntah atau akumulasi gas dalam perut . Jika bayi mulai tergesa-gesa saat minum, maka hentikanlah sejenak aktivitas minumnya. Berilah jeda saat bayi minum.
  • Saya ingin bersendawa. Selama dan setelah tiap minum, sendawakanlah bayi Anda. Kadangkala bayi Anda juga perlu bersendawa di antara waktu makan/beberapa jam setelah makan.
  • Saya buang air besar (BAB). Beberapa bayi akan menangis jika popoknya basah atau kotor. Bisa juga tangisnya karena udara dalam perut atau ada gangguan pencernaan. Pastikan popok bayi Anda bersih dan kering.
  • Saya letih/lelah. Bayi yang lelah akan rewel. Pastikan bayi Anda cukup tidur. Bayi yang baru lahir akan cukup tidur dalam waktu minimal 16 jam setiap hari.
  • Saya ingin aman/nyaman. Beberapa bayi akan merasa aman dan nyaman dengan selimut.
  • Saya ingin bergerak. Mengayun-ayunkan atau berjalan di sekitar rumah kadang mampu menghentikan tangis bayi. Pada kasus lain, bayi hanya menginginkan sedikit saja berubah posisi. Pastikan bayi dalam keadaan aaman dari kemungkinan bahaya/kecelakaan jika Anda menggunakan ayunan bayi atau kursi vibrasi atau baby car. Jika cuaca baik, gunakan stroller/kereta bayi.
  • Saya kesepian. Bayi kadang ingin melihat Anda, mendengar suara Anda atau menginginkan pelukan Anda. Anda bisa juga melakukan pijat bayi .
  • Saya gerah/panas. Panas/gerah ataupun kedinginan, akan menyebabkan bayi tidak nyaman. Sesuaikan keadaan termasuk pakaian yang dikenakan bayi. Jika perlu, gantilah.
  • Saya ingin menghisap sesuatu.. Menghisap adalah reflek normal bayi. Bahkan bayi terkadang merasa aman denagn menghisap. Jika bayi tidak dalam keadaan lapar, Anda dapat memberikan alat yang biasa dapat dihisap. Pastikan alat yang aman untuk bayi dan jari bayi dalam keadaan bersih.
  • Saya merasa cukup. Suara (gaduh), gerakan atau stimulasi visual yang terlalu banyak dapat memicu bayi menangis.
  • Ini hanya pada waktu tersebut. Banyak bayi yang punya periode kerewelan yang bisa diprediksi. Pada waktu tersebut, mungkin hanya sedikit yang bisa anda lakukan untuk menenangkan bayi anda karena bayi anda akan terus menangis
  • Saya sakit perut. Bayi yang mengalami gangguan kesehtan-misal sakit perut- akibat akumulasi gas dalam perut atau pengaruh dari makanan tertentu yang dikonsumsi ibu yang berefek pada ASI.Jika Anda mencurigai makanan tertentu menjadi penyebabnya, lakukan observasi terlebih dahulu beberapa hari, mungkin keaadaan akan pulih kembali.

Menurut usianya , tangis bagi dibagi:

1. *ARTI TANGISAN BAYI 0-3 BULAN*

 Pada umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar.
 Ingatlah, menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangis berbeda-beda,

 masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan
 pesan kepada Anda tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang
 menyertai tangis dapat membantu Anda lebih memahaminya. Makin keras
 dan makin lama tangis, makin kuat kebutuhannya.

 ** "Saya lapar."*

 Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas,
 menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan
 mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus.

 Jika ia masih menangis saat disusui ASI, coba lihat hidungnya. Ada
 kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernafas,
 sehingga menangis.

 ** "Saya bosan."*

 Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek
 lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Anda tak segera mendekatinya dan
 mengajaknya bermain.

 ** "Saya lelah."*

 Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya

 dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau
 gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.

 ** "Saya kesepian."*

 Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai
 merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama.
 Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air
 mata. Emongan yang lama membuatnya senang.

 ** "Saya tak nyaman."*

 Biasanya suara tangis melengking dan jelas, nafas agak tersendat, tapi

 lalu nafasnya menjadi cepat diikuti tangis lain. Mungkin lengannya
 terjepit, pantatnya kotor, tertusuk peniti, atau mungkin ia
 kedinginan/kepanasan.

 ** "Saya kolik."*

 Bayi sering menangis karena kolik atau kejang/kram usus. Hingga kini
 belum diketahui penyebab kolik. Ada dugaan, sistem pencernaan bayi
 belum sempurna sehingga timbul gangguan pencernaan. Kolik dialami pada
 3 bulan pertama kehidupan dan biasanya terjadi sore hari menjelang
malam.

 Tangis kolik sangat keras disertai jeritan dan episodik: suatu saat
 timbul, suatu saat hilang, tapi hanya satu atau dua menit, lalu
 menangis lagi. Biasanya diikuti gerakan tangan ke arah perut, badan
 mengencang, dan kadang disertai buang angin. 

 ** "Saya sakit."*

 Rasa sakit diungkapkan dengan tangis melengking, keras, diselingi
 rintihan serta rengekan. Tangis bayi yang perutnya mulas, lebih
 melengking dan lebih ribut. Hubungi dokter anak Anda jika ia
 menunjukkan gejala-gejala sakit tertentu.

2.  *ARTI TANGISAN BAYI 4-12 BULAN*

 Mulai usia 3-4 bulan, Anda akan melihat perubahan nyata pada si kecil.

 Tangisnya mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada
 di sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala
 sesuatu di sekelilingnya.

 ** "Saya lapar."*

 Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Ia mulai mengkonsumsi
 makanan padat. Ia pun lebih aktif dibanding sebelumnya dan karenanya
 cepat lelah. Bayi yang aktif, kebutuhan makannya lebih banyak. Makanan

 kecil dan minuman dapat memulihkan energinya.

 ** "Saya tumbuh gigi.*

 Biasanya bayi mulai tumbuh gigi usia 6 bulan ke atas. Biasanya
 tangisnya muncul di sore hari, kuat seperti tangis sakit karena ada
 rasa nyeri.

 ** "Saya cemas."*

 Mulai usia 7 atau 8 bulan, kebanyakan bayi menangis karena cemas,
 terutama saat ia "kehilangan" Anda. Baginya, Anda adalah dasar dari
 rasa amannya. Ia akan tenang "menjelajahi dunia" selama Anda berada
 dalam pandangannya. Jika Anda meninggalkannya atau ia tak melihat
 Anda, meski Anda ada di dekatnya, ia akan menangis.

 ** "Saya ingin diperhatikan."*

 Lewat usia 6 bulan, ia mulai mempelajari, menangis ialah suatu alat
 untuk memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari,
 dengan menangis, Anda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik
 Anda tak buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main.

 ** "Saya sakit."*

 Rasa sakit yang ia alami lebih karena benturan-benturan pada fisiknya
 saat ia bergerak aktif. Meski tidak luka, tetap memungkinkan ia
 menangis. Mungkin lebih karena rasa kaget. Mengalihkan perhatiannya
 dapat menolong ia melupakan sakitnya dengan cepat.

 **"Saya sangat lelah."*

 Lelah berlebihan ditunjukkan oleh rengekan, lekas marah, dan akhirnya
 menangis. Menjelang akhir tahun pertamanya, ia mempunyai kehidupan
 yang penuh dengan pengalaman baru, yang membuatnya kehabisan energi
 sebelum ia kehilangan semangat. Ia butuh pertolongan Anda untuk
 membuatnya cukup rileks seperti tidur.

 **"Saya marah."*

 Mulai usia 9 bulan, dalam dirinya mulai berkembang konsep, "Saya
 ingin." dan kemarahan merupakan caranya untuk menunjukkan rasa
 frustrasinya ketika sesuatu tak diperoleh sesuai keinginannya. Seolah
 ia dibuat jengkel oleh batasan-batasan, beberapa di antaranya
 merupakan rintangan fisik seperti kursi tinggi dan kursi dorong, yang
 terasa menghalanginya saat ia ingin berkembang lebih leluasa.

 Ia juga terhalang oleh kemampuan komunikasinya yang masih baru. Karena

 tak bisa mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata, ia akan
 menggenggam erat kepalan tangannya dan pipinya memerah, untuk
 menunjukkan pada Anda bahwa ia tak puas dengan situasi yang ada.

Beberapa hal yang bisa dilakukan jika bayi Anda menangis:

1. Mengayun-ayun bayi

2. Mengusap-usap kepala bayi, punggung dsb

3. Menghangatkan bayi, misal dengan selimut

4. Bersenandung, mengajak bicara

5. Membacakan ayat al Qur`an

6. Berjalan ( dengan kereta bayi dll)

7. Perjalanan dengan mobil

8. Menyendawakan bayi

9. Memandikan bayi dengan air hangat

10. Merubah cahaya (misal dari gelap ke terang)

11. Merubah suasana (misal dari gaduh ke tenang)

12. Mengalihkan perhatian., misalnya dengan memberikan sesuatu yang menarik sehingga ia lupa kan tangisnya. Gambar warna warni, boneka, cermin dll.

13. Menunggu amarah bayi sampai reda.

Anda tak selalu dapat menenangkan bayi yang frustrasi. Bahkan jika ia
 tak senang duduk di kursinya, Anda tak dapat memecahkan masalah dengan

 memindahkan dan mengangkatnya. Ketika tak ada hasilnya, cobalah untuk
 rileks. Jangan terpaku untuk menghentikan tangisnya jika Anda
 menemukan tak ada hal serius atau sesuatu yang salah. Tunggu saja
 sampai kemarahannya reda. Setelah amarahnya reda, beri kata-kata yang
 menyejukkan dan buat ia asyik dengan mainan penuh warna. Rangkulan dan

 gendongan juga bisa menentramkannya. Kasih sayang Anda bukan hanya
 mengerem kemarahannya, tapi juga akan membantu si kecil mengembangkan
 rasa aman dan perasaan baik. Ketika ia besar, ia akan belajar
 berdasarkan ini untuk menenangkan diri begitu ia marah, dan ia akan
 belajar untuk dapat mengendalikan diri atau menjaga tetap tenang tanpa

 kemarahan meledak-ledak.

Bagaimana sikap ibu yang menghadapi tangis bayi?

Adalah sangat tabah dan kuat jika seorang ibu hampir setiap hari mendengarkan tangisan bayi. Apalagi jika Ibu mempunyai anak kembar, atau jarak umur antar anaknya tidak terlalu jauh. Untuk dapat memberikan yang terbaik untuk bayi, ibu juga haruslah memberikan yang terbaik juga untuk dirinya sendiri. Sikap ibu hendaklah antara lain sbb:

1. Tetap tenang dan rileks

Jika ia tak berhenti menangis, boleh jadi karena Anda sangat cemas dan

 gugup. Ingatlah, ketegangan Anda akan menular padanya. Ia dapat
 merasakannya dari otot-otot lengan Anda yang mengeras saat Anda
 menggendongnya, maupun dari raut wajah Anda yang menunjukkan
kecemasan.
Katakan pada diri Anda untuk percaya diri. Suatu tangisan bayi
 bukan refleksi dari ketidakmampuan Anda sebagai orangtua. Cobalah
 untuk tak melemahkan rasa percaya diri Anda.
 *2.* Bersikap realistis.
Bayi Anda akan banyak menangis pada banyak
 kesempatan, tak apa-apa. Anda perlu merancang standar yang realistis
 untuk diri sendiri.
 *3.* Jika Anda tak tahu lagi harus bagaimana menenangkannya,
 tinggalkan si kecil di boksnya.
Minta suami Anda untuk mengambil alih.
 *4.* Bicarakan dengan suami.
 Berurusan dengan tangis bayi memang bisa
 menyulitkan. Katakan padanya, bagaimana cemasnya Anda. Berbagi
 perasaan dengan suami akan membantu membuat diri Anda lebih tenang.
 *5*. Terima pertolongan ketika ditawarkan.
 Sebuah pelepasan dari
 "tanggungjawab" akan mengurangi kecemasan Anda. Anda akan merasa lebih

 enak setelah satu atau dua jam kemudian.
 *6.* Ingatlah, segalanya pasti akan menjadi mudah.
 Penelitian
 membuktikan, tangisan bayi akan berkurang tingkatannya mulai usia 4
 bulan. Nanti ia akan lebih mudah dikendalikan.
8. Bergayalah hidu@ sehat.
Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, sehat dan bergizi.
Menyediakan waktu untuk berolah raga, relaksasi/refreshing. Ikutlah tidur saat bayi juga tidur, atau aturlah sedemikian rupa jadwal istirahat sehingga Anda tidak kelelahan. Jauhi merokok, alkohol,dsb.

8. Tahu kapan untuk konsultasi/memeriksakan bayi ke dokter,
Jika Anda mencurigai tangisan si kecil disebabkan penyakit
 tertentu,

milis-nakita
www.rumahkusorgaku.wordpress.com

 www.mayoclinic.com

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. bagus sekali artikel nya, mba..
    makasih banyak utk sharing..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: