Pekerjaan yang beresiko terhadap kesehatan

Juli 17, 2008 pukul 4:43 am | Ditulis dalam kesehatan | Tinggalkan komentar
Tag:

Industri di Indonesia yang berkembang masih berbanding lurus dengan peningkatan polusi. Pencemaran dengan berbagai bentuk , antara lain berbagai zat dapat mencemari udara, diantaranya seperti debu batubara, semen, kapas, asbes, zat-zat kimia, gas beracun, dan lain-lain.

Pencemaran yang terjadi tak hanya berdampak kepada masyarakat, namun juga khususnya kepada para pekerja pabrik itu sendiri. Tergantung dari jenis paparan yang terhisap, berbagai penyakit paru dapat timbul pada para pekerja. Oleh karena itu pengetahuan yang cukup tentang dampak debu terhadap paru diperlukan untuk dapat mengenali kelainan yang terjadi dan melakukan usaha pencegahan. Tentunya kita bekerja tidak untuk menjadi sakit.

PARU DAN MEKANISME PERTAHANANNYA

Paru adalah organ dalam tubuh kita yang berfungsi dalam pernapasan. Udara yang kita hirup selain mengandung unsur oksigen, juga mengandung berbagai partikel lain yang oleh paru akan dianggap sebagai benda asing. Kita mengenalnya dengan sebutan debu. Debu yang masuk kedalam saluran pernapasan akan merangsang paru dan menimbulkan mekanisme pertahanan. Hal ini akan nampak sebagai batuk, bersin, ataupun pengeluaran lendir (dahak). Upaya-upaya ini dilakukan tubuh guna mengeluarkan debu dari saluran napas. Namun terkadang upaya pertahanan tubuh ini tidak berhasil dan mengakibatkan sumbatan pada jalan napas, otot-otot polos pada jalan napas terangsang, dan jalan napas menjadi menyempit. Lebih lanjut lagi, dapat mengakibatkan penyakit pada paru. Hal ini dikenal sebagai penyakit paru akibat pekerjaan. Jumlah debu yang masuk ke dalam paru, lamanya pemaparan, jenis dan sifat dari debu serta kepekaan individual berpengaruh dalam menentukan berat ringannya penyakit paru yang timbul.

ASMA KERJA

Ini merupakan penyakit yang ditandai oleh kepekaan dari saluran napas terhadap paparan zat di tempat kerja, dengan gejala obstruksi (penyempitan) saluran napas yang bersifat reversibel. Pada umumnya penyakit ini membaik pada akhir pekan dan waktu libur.

Munculnya serangan asma tidak sama pada tiap individu. Tergantung dari kepekaan tiap-tiap individu. Ada yang membutuhkan waktu paparan beberapa menit, ada pula yang membutuhkan waktu paparan beberapa hari untuk dapat menimbulkan asma.

Berbagai debu dan zat di tempat kerja dapat menimbulkan asma kerja, Yaitu seperti: tumbuh-tumbuhan (tepung gandum, debu kayu, kopi, buah jarak, colophony), binatang (hewan pengerat, anjing, kucing, kutu ganchim, ulat sutra, kerang zat kimia seperti isosionat, garam platina, khrom, enzim seperti tripsin dan papain). Dapat juga berasal dari obat-obatan seperti pada produksi piperazin, tetrasiklin, spinamisin, dan penisilin sintetik.

Keluhan yang khas adalah mengi yang berhubungan dengan pekerjaan.

ALVEOLITIS EKSTRINSIK ALERGIK

Penyakit ini merupakan reaksi hipersensitivitas tipe 3 (reaksi kompleks imun) yang timbul pada alveoli (unit terkecil dari paru) sehingga menyebabkan bronkoalveolitis. Hipersensitivitas tersebut terjadi diakibatkan oleh presipitin yang terdapat dalam jamur, beras, maupun kotoran burung. Presipitin masuk ke dalam tubuh dan bereaksi dengan antibodi tubuh sehingga akan terjadi pelepasan enzim-enzim tubuh yang kemudian mengakibatkan rusaknya jaringan paru yang terpapar. Pada jaringan paru akan nampak adanya peradangan.

Penyakit ini ada 2 macam, yaitu :

· Farmers’ lung

Terjadi pada petani dan peternak lembu setelah terpapar jerami yang berjamur.

· Bird fanciers’ lung

Terjadi pada pemelihara burung dara, peternak ayam, dll yang terpapar kotoran burung.

Keluhan dapat terjadi dalam waktu singkat (akut), seperti: sakit kepala, menggigil, tidak enak badan, yang terjadi dalam waktu 5-6 jam setelah pemaparan. Batuk dan mengi jarang terjadi pada pemaparan yang baru saja terjadi. Selain itu, dapat pula terjadi keluhan setelah pemaparan yang lama (kronis) yaitu adanya sesak napas kronis.

SILIKOSIS

Penyakit ini terjadi karena menghirup debu yang mengandung kristalin silikon dioksida atau silika bebas dan menumpuk di dalam paru.

Ada berbagai jenis pekerjaan yang dapat mengakibatkan timbulnya silikosis, seperti pada:

1. Pekerja tambang logam dan batubara

2. Penggali terowongan untuk membuat jalan

3. Pemotongan batu, seperti untuk patung dan nisan

4. Pembuat keramik dan batubara

5. Penuangan besi dan baja

6. Industri yang memakai silika sebagai bahan, misalnya pabrik amplas dan gelas.

7. Pembuatan gigi enamel

8. Pabrik semen

Penyakit ini dapat terus berlanjut meskipun paparan telah dihindari. Oleh karena itu, penegakan diagnosis secara dini sangatlah penting!

Secara klinis terdapat 3 bentuk silikosis, yaitu :

· Silikosis Akut

Seseorang yang terpapar silika dengan konsentrasi sangat tinggi dalam beberapa minggu hingga 4 atau 5 tahun, maka akan nampak gejala-gejala sebagai berikut :

sesak napas yang progesif (semakin parah dengan berjalannya waktu)

demam

batuk

penurunan berat badan

· Silikosis Kronik

Terjadi setelah paparan 20 sampai 45 tahun oleh kadar debu yang relatif rendah. Kelainan pada penyakit ini mirip dengan pneumokoniosis pekerja tambang batubara, yaitu terdapat nodul yang biasanya dominan di lobus atas.

Penyakit ini memberikan gejala: pada stadium awal, hanya nodul kecil di paru dan seringkali tanpa gejala; pada stadium lanjut, terdapat massa yang besar yang tampak seperti sayap malaikat (angel’s wing). Sering terjadi reaksi pleura pada lesi besar yang padat. Timbul gejala sesak napas dengan disertai batuk dan produksi sputum. Sesak napas yang pada awalnya hanya terjadi pada saat beraktivitas, kemudian dapat berlanjut sehingga pada waktu istirahat pun timbul sesak dan akhirnya dapat berakibat gagal jantung dan gagal napas.

· Silikosis Terakselerasi

Serupa dengan silikosis kronik, tetapi perjalanan penyakit lebih cepat. Setelah paparan 10 tahun sering terjadi hipoksemi (kekurangan oksigen) yang berakhir dengan gagal napas.

PNEUMOKONIOSIS PEKERJA TAMBANG BATU BARA

Pada penyakit ini terjadi penumpukan debu batubara di paru yang dapat menimbulkan reaksi jaringan paru terhadap debu tersebut. Penyakit ini terjadi bila paparan cukup lama, biasanya pada pekerja yang telah terpapar selama lebih dari 10 tahun.

Penyakit ini dapat dibedakan atas bentuk :

· Simple Coal Workers Pneumoconiosis (Simple CWP)

Pada penyakit ini terjadi karena inhalasi (menghirup) debu batubara saja. Hampir tidak ada keluhan pada penderita dan bila paparan tidak berlanjut maka penyakit ini tidak akan memburuk. Penyakit ini dapat berkembang menjadi bentuk complicated.

· Complicated Coal Workers Pneumoconiosis atau Fibrosis Masif Progresif (PMF)

Pada penyakit ini terjadi bentuk fibrosis (jaringan ikat) luas yang hampir selalu terdapat di lobus (segmen) atas paru. Dan akibatnya elastisitas paru menjadi terganggu.

Jaringan ikat terjadi karena satu atau lebih dari faktor-faktor berikut:

1. terdapat silika bebas dalam debu batubara

2. konsentrasi debu yang sangat tinggi

3. infeksi Mycobacterium tuberculosis

4. daya tahan tubuh penderita buruk

Gejala yang terjadi pada awalnya tidak khas. Namun, batuk dan dahak dapat menjadi lebih sering. Dahak yang terbentuk berwarna hitam. Sesak napas pun semakin bertambah hebat apabila kerusakan paru semakin luas. Akhirnya, pada stadium lanjut dapat terjadi kor hipertensi pulmonal, gagal ventrikel kanan, dan gagal napas

ASBESTOSIS

Mereka yang beresiko tinggi terkena penyakit ini adalah mereka yang bekerja pada: pabrik pembuatan pipa, pengelasan industri, konstruksi dan bangunan kapal. Juga termasuk mereka yang menggunakan asbes sebagai atap rumah.

Serat asbestos yang terhirup akan masuk ke dalam paru dan menimbulkan jaringan ikat, peradangan, serta perlengketan pada paru.

Penderita akan mengeluhkan adanya batuk, penurunan berat badan, sesak napas pada saat beraktivitas. Bahkan bila telah lanjut, pada saat istirahat pun dapat terjadi sesak. Yang membahayakan adalah sesak napas terus memburuk meskipun penderita dijauhkan dari paparan asbes.

Setelah 15 tahun pemaparan, asbestosis dapat mengakibatkan timbulnya tumor ganas pleura (= Mesothelioma). Tumor ini kebal terhadap berbagai macam terapi dan prognosisnya sangatlah buruk.

Penyakit-penyakit diatas seringkali terlambat diketahui karena gejala baru timbul bilamana telah lanjut. Oleh karena itu sangatlah penting bagi anda semua, khususnya anda yang bekerja dengan lingkungan berpolusi tinggi, untuk selalu menggunakan masker pada saat bekerja dan memeriksakan kesehatan anda ke dokter secara teratur. Bilamana kesehatan anda menjadi terganggu akibat pekerjaan anda, sebaiknya gantilah pekerjaan anda.

http://www.tanyadokteranda

http://www.rumahkusorgaku.wordpress.com

Daftar Pustaka:

Crockford. M, Evans. T. W. ATLAS BANTU PULMONOLOGI. Jakarta : Hipokrates, 1993.

http://www.medicastore.com/cybermed/detail_pyk.php?idktg=2&iddtl=425, 454

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/14DampakDebuIndustripadaParuPekerja115.pdf/14DampakDebuIndustripadaParuPekerja115.html

http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2008/06/jangan-sampai-pekerjaan-merusak-kesehatan-kita

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: