Mengenal Metode Dental Bleaching untuk Memutihkan Gigi

Agustus 6, 2008 pukul 11:38 am | Ditulis dalam gigi dan mulut | 33 Komentar
Tag:

Sebagian besar dari kita memberi penilaian terhadap seseorang pertama kali dari penampilannya.Bagian ukurannya mungkin bisa dibilang kecil, tapi dampaknya amat besar terhadap penampilan secara keseluruhan adalah senyuman.Ukuran, bentuk, dan sensualitas bibir dapat mempengaruhi indahnya suatu senyuman, tapi sesungguhnya yang tak kalah memegang peranan penting adalah gigi.

tuntutan terhadap kesehatan dan keindahan gigi semakin meningkat. Berbagai macam cara dilakukan untuk memperbagus gigi. Gigi yang susunannya tidak rata dirapikan dengan perawatan orthodontik. Gigi yang patah atau mati dirawat saluran akar lalu dibuatkan mahkota tiruan. Gigi yang hilang diganti dengan gigi tiruan. Bila ketinggian tulang tidak mencukupi atau ada kondisi yang tidak mendukung, masih bisa disiasati dengan dental implant. Gigi yang berubah warna dan ingin diperbaiki? Bisa, dengan prosedur dental bleaching atau pemutihan gigi.

Sekilas tentang sejarah “dental bleaching”

Dental bleaching bukan hal yang baru! Menilik sejarahnya, dental bleaching ini ternyata sudah dilakukan sejak tahun 1898, menurut Haywood. Tapi baru sedikit sekali dokter gigi yang melakukannya. Bahan yang pertama kali dilaporkan sebagai bleaching agent adalah asam oksalat, yang dijelaskan oleh Chappel tahun 1877. Dengan serangkaian percobaan, dokter gigi menemukan agen yang lebih efektif, di mana Harlan melaporkan penggunaan hidrogen peroksida pada tahun 1884. Baru pada sekitar tahun 1990an, dental bleaching dengan cepat meraih popularitas, di mana home bleaching pertama kali diperkenalkan.

Perubahan warna gigi

Perubahan warna gigi dapat dikategorikan menjadi ekstrinsik dan intrinsik.

1. Perubahan warna ekstrinsik

adalah terjadinya stain pada permukaan email karena adanya zat-zat dari luar tubuh. Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menyebabkan stain yang gelap pada permukaan gigi, terutama di daerah leher gigi di bagian permukaan dalam.

Gbr. 1. Staining pada permukaan gigi bagian dalam karena deposit nikotin

Gigi dengan tambalan amalgam yang sudah bertahun-tahun dapat membuat tepi tambalan berwarna kehitaman.

Gbr.2 Gigi dengan tambalan amalgam. Perhatikan tepi tambalan amalgam yang berwarna kehitaman.

2. Perubahan warna instrinsik

adalah perubahan yang berasal dari dalam struktur gigi. Perubahan ini bisa karena usia. Fenomena aging atau penuaan juga bermanifestasi pada gigi, di mana gigi cenderung menguning seiring dengan pertambahan usia.

Gbr. 3. Warna gigi kekuningan karena penuaan

Perubahan warna gigi yang menjadi lebih kuning karena faktor usia adalah kejadian fisiologis. Pada orang berusia lanjut biasanya terjadi penipisan email, sehingga lebih menampakkan dentin yang opaque (tidak melewatkan cahaya). Hasilnya adalah warna gigi terlihat lebih gelap.

Antibiotik tetrasiklin yang dikonsumsi saat masa pembentukan email dapat membuat gigi menjadi keabu-abuan. Hal ini paling rentan terjadi pada saat trimester kedua hingga anak berusia 8 tahun. Namun untungnya saat ini penggunaan antibiotik tetrasiklin sudah semakin sedikit.

Gbr. 4 Tetracyclin stain moderat Gbr. 5 Tetracyclin stain berat

Overexposure terhadap fluor di masa kanak-kanak saat masa pembentukan email dapat menyebabkan terjadinya gangguan mineralisasi gigi, sehingga terlihat bercak-becak putih pada permukaan gigi. Keadaan ini disebut dental fluorosis. Pada keadaan fluorosis berat, email hampir seluruhnya rusak sehingga menyisakan lapisan dentin yang lebih opaque.

Gbr. 6 Fluorosis ringan Gbr. 7 Fluorosis berat

Banyaknya produk bleaching yang mengklaim dapat membuat gigi putih cemerlang terkadang membutakan masyarakat. Prosedur pemutihan gigi ini seharusnya tidak dilakukan secara sembarangan, dan sebaiknya di bawah supervisi dokter gigi. Supaya tidak dengan mudah termakan iklan, setiap konsumen yang ingin menjalani prosedur bleaching sebaiknya mengetahui apa dan bagaimana mekanismenya. Dengan demikian efek samping dan konsekuensi yang mungkin akan dihadapi sudah dipahami terlebih dulu.

Mekanisme bleaching

Prosedur bleaching menggunakan bahan kimia, yang paling sering digunakan adalah peroksida. Proses ini melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi, di mana peroksida bertindak sebagai agen pengoksidasi. Karbamid peroksida tersedia dalam berbagai konsentrasi, mulai dari 3% hingga 15%. Dari hasil banyak penelitian diketahui bahwa konsentrasi yang paling aman sekaligus efektif adalah karbamid peroksida 10%.

Karbamid peroksida akan terurai menjadi hidrogen peroksida dan urea. Hidrogen peroksida inilah yang akan menghasilkan radikal bebas, yang akan bereaksi dengan molekul organik dalam email gigi. Dengan adanya reaksi ini, molekul organik yang berukuran besar dan berpigmentasi tinggi akan menjadi molekul berukuran lebih kecil dan lebih sedikit pigmen. Molekul kecil ini lebih sedikit merefleksikan cahaya. Hasil akhirnya gigi tampak lebih putih.

Perhatian

Yang perlu diperhatikan adalah, bila bleaching dilakukan secara berlebihan maka akan mencapai titik saturasi. Bila titik ini terlampaui, maka yang terjadi bukannya gigi bertambah putih tapi emailnya malah akan rusak.

Macam prosedur bleaching

I. Bleaching pada gigi non-vital (bleaching intra korona)

Gigi yang sudah mati, misalnya karena patah atau karena proses karies, dapat berubah warna karena kematian jaringan pulpa.

Gbr. 8 Perhatikan gigi non vital yang berwarna gelap kehitaman

Pada gigi yang cedera, dapat terjadi perdarahan pada ruang pulpa dan menyebabkan gigi berubah warna. Grossman mengkaitkan perubahan warna ini dengan iron sulfide, di mana sel darah merah yang mengalami hemolisis akan melepaskan hemoglobin. Zat besi dalam hemoglobin bergabung dengan hidrogen sulfida yang diproduksi bakteri, dan membentuk iron sulfide. Zat ini adalah pigmen yang berwarna sangat gelap.

Gigi yang sudah non vital ini terlebih dulu harus dirawat saluran akar (perawatan endodontik), baru boleh dilakukan bleaching. Bahan bleaching yang lazim digunakan adalah superoksol (hidrogen peroksida 30-35 %) dan sodium perborat. Dokter gigi akan memasukkan bahan bleaching ini ke dalam mahkota gigi, ditutup dengan tambalan sementara.

II. Bleaching pada gigi vital

  • At home bleaching
Perawatan bleaching yang dilakukan sendiri di rumah dapat menggunakan beberapa cara. Ada yang menggunakan tray, point-on, atau strip.

Untuk yang menggunakan tray, pertama-tama pasien dicetak untuk mendapatkan tray yang sesuai dengan rahangnya. Warna gigi pasien dicatat, agar warna sebelum dan sesudah aplikasi dapat dibandingkan.

Gbr. 9 Pencatatan warna menggunakan shade guide

Gbr. 10 Bahan bleaching yang dioleskan ke tray

Gbr. 11 Tray yang sudah diberi bahan bleaching dipakai di dalam mulut

Tray ini berfungsi untuk menjaga bahan bleaching hanya terfokus mengenai gigi saja, dan tidak mengenai jaringan lunak (gusi dan sekitarnya).

Aplikasi bahan at-home bleaching ini bervariasi, tergantung petunjuk pabrik pembuatnya. Biasanya aplikasinya membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu 2-8 jam per hari selama 2 minggu.

Gbr. 12 Sebelum aplikasi bahan bleaching

Gbr. 13 Setelah aplikasi, gigi dibandingkan dengan warna awal

Selain dengan menggunakan tray, at-home bleaching juga dapat dilakukan dengan menggunakan kuas dan biasa disebut paint-on bleaching. Namun biasanya konsentrasi bahan yang digunakan lebih rendah, jadi hasilnya juga kurang memuaskan.

Gbr. 14 Paint-on bleaching

  • In office bleaching

Perawatan bleaching yang dilakukan oleh dokter gigi di klinik pada prinsipnya sama. Tapi durasinya lebih singkat, dan bisa juga kemudian dilanjutkan dengan perawatan ­at-home bleaching.

In-office bleaching biasanya menggunakan bahan hidrogen peroksida 35 %, dan dapat dilakukan dengan bantuan penyinaran atau dengan bantuan laser. Hidrogen peroksida berkonsentrasi tinggi ini jauh lebih efektif daripada karbamid peroksida yang digunakan di rumah (at-home bleaching) namun harus dilakukan oleh dokter gigi, karena ia berpotensi untuk menimbulkan iritasi pada jaringan lunak di sekitar gigi.

Dengan adanya bantuan sinar atau panas, reaksi reduksi oksidasi dapat lebih cepat terjadi. Prosedur perawatan menjadi relatif singkat, yaitu rata-rata 1-2 jam per kunjungan. Sehingga hasilnya juga lebih memuaskan, namun sayangnya biayanya relatif cukup mahal.

Gbr. 15 Light activated dental bleaching

Perhatian

Perlu diingat, prosedur pemutihan gigi tidak dijamin manjur untuk semua kasus. Tidak semua perubahan warna pada gigi dapat diperbaiki dengan prosedur bleaching. Gigi dengan tetracycline stain berat mungkin warnanya bisa lebih terang tapi garis khas yang terlihat di permukaan gigi yang berubah warna akibat antibiotik ini tidak akan dapat dihilangkan. Gigi dengan fluorosis berat juga tidak dapat diperbaiki dengan bleaching. Pada keadaan tersebut dokter gigi seharusnya menjelaskan kepada pasien agar tidak kecewa dengan hasil perawatan, dan memberi alternatif perawatan lain seperti pembuatan mahkota tiruan atau dengan restorasi lain seperti labial veneer.

Efek samping dental bleaching

Efek samping yang paling sering terjadi setelah perawatan bleaching adalah sensitivitas gigi dan iritasi pada jaringan lunak seperti gusi. Hidrogen peroksida dapat berpentrasi ke ruang pulpa melalui email dan dentin, dan menyebabkan rasa ngilu. Oleh karena itu dianjurkan untuk dilakukan aplikasi fluor paska perawatan bleaching untuk mengurangi rasa ngilu.

Keadaan-keadaan di mana bleaching sebaiknya tidak dilakukan

  1. Ruang pulpa yang berisi pembuluh darah dan syaraf masih sangat besar, yaitu pada usia muda. Oleh karena itu bleaching tidak disarankan untuk anak-anak dan remaja.
  1. Kehilangan lapisan email yang berat, seperti pada keadaan fluorosis yang berat atau pada kasus hipoplasia email dan amelogenesis imperfekta.
  1. Orang yang giginya banyak tambalan atau restorasi, terutama pada daerah gigi depan
  1. Orang dengan riwayat alergi terhadap peroksida.

Makanya, dokter gigi berperan penting dalam menentukan boleh atau tidaknya bleaching dilakukan. Keadaan rongga mulut perlu diperiksa terlebih dulu, gigi harus bersih dari kalkulus (karang gigi) dan karies.

Perhatian

Hasil dari perawatan bleaching bersifat sementara. Gigi mungkin kembali kuning, meski lamanya ketahanan efek dari perawatan ini masih diperdebatkan. Pola makan dan minum serta penjagaan kebersihan mulut sangat mempengaruhi efek jangka panjang dari perawatan bleaching. Setelah beberapa lama, perawatan bleaching dapat kembali dilakukan.

More..

At home whitening system

It is easy to start by using a tray made to order.
You will put it on for 1 hour before going to bed.
It will take around 2 weeks, gradually your teeth will be whiter. You can stop to use or extend the term depending on your personal choice.

Procedure for the home whitening system.

The dentist will check-up your oral condition and make a diagnosis. Complete explanation of this system and counseling.
Additional teeth cleaning if required. Shade taking before starting.
Take an impression of your teeth and make a mouth tray.
After making the mouth tray, we will check that it is a perfect fit for you.
Complete explanation of the way to use it.
You can take back the kit from today and start making your teeth whiter day by day.
We will check your new teeth shade after 2 weeks and then also include a final teeth polishing.

http://www.rumahkusorgaku.wordpress.com

http://www.klik.dokter

http://www.iihani

33 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ituu biayanya brp yaa?

  2. biayanya tergantung banyak hal mba, misalnya jumlah gigi, kasus, prosedur yg dipakai dll.

    kalau sepaket perawatan mulai sekitar 2 jt an.
    kalau per gigi, ada yang pasang tarif sampai 500 rb/gigi.

    Tapi, yang lebih penting menurut saya, kalau warna putih gigi itu sangat individual. Juga dipengaruhi banyak hal, misalnya kebiasaan (gaya hidup dll).Jika warna gigi tidak ekstrim ke buram/gelap atau bahkan yang patologis, sebaiknya tak perlu khawatir. Kebersihan dan kesehatan gigi mulut yang baik itu lebih diutamakann.

  3. AKU MAU ,,,,TAPI RAGU…ADA KELUARAN TERBARU YANG TIDAK ADA EFEK SAMPING TIDAK..BALAS YAH

  4. mba merisa,
    ibaratkan sebuah obat, jika tidak digunakan sebagaimana mestinya terntu akan berefek merugikan pada tubuh.
    Jika mba merisa memang ada indikasi untuk mendapatkan perawatan ini, mba tidak perlu ragu. Kunjungi dan konsultasikan kepada drg yang bersangkutan. Minntalah pernjelasan segala sesuatu yang berhubungan dg hal tersebut. Dokter akan memeriksa dan melakukan perawatan sebagaimana mestinya dan terntunya yg terbaik serta sesuai dengan keluhan/indikasi kasus gigi mba sehingga tidak menimbulkan efek samping/minimal berefek samping yang sangat kecil.
    Semoga mba merisa mendapatkan yang terbaik.

  5. Gini lho…
    aku bermasalh ma gigiku,
    hampir semua gigiku berlubang…
    dan mungkin karena sering aku tambal ato obat-obatan lain gigiku jadi sedikit berwarna kuning…
    aku pengen menggunakan kawat gigi, kalau aku melakukan perawatan ini… apa ada efek dengan gigiku yang rapuh?? atau dapat berpengaruh untuk perawatan gigi kawatnya? ??

    • Bhie..,
      sebelum melakukan perawatan kawat gigi, drg akan memeriksa dengan seksama kondisi gigi dan rongga mulut pasien.Jika Bhie sudah dipastikan mendapat perawatan kawat gigi, maka segalanya akan dipersiapkan untuk dapat menerima perawatan ini, maksudnya Pasien dengan rawat gigi sebelum dipasang, kondisi gigi dan rongga mulut haruslah mendukung, misalnya kebersihan, lubang gigi dan kontra indikasi lain., termasuk dalam hal ini drg akan memeriksa rapuhnya gigi Bhie.

      Jika semua sudah dipastikan, Bhie tidakp erlu khawatir. Drg dalam melakukan perawatan kawat gigi akan memperhitungkan segala hal, misal kekuatan kawat dsb. Bhie jg akan disarankan untuk kontrol secara berkala sehingga jika ada sesuatu yang kurang baik pd gigi dan rongga mulut akan segera diketahui.

      Demikian Bhie.Semoga dpt membantu.zTerima kasih.

  6. aku ada tambalan gigi amalgam (kurleb sudah 12 tahun),
    skarang gigiku warnanya kyk salah satu gambar diatas .. dan dari yg ku baca ternyata tambalan amalgam berbahaya krn ada kandungan merkurinya..apa sbaiknya aku ganti aja ya tambalannya..kmrn k dokter gigi (mo tambal yg lain),bliau cmn bilang kondisi tambalannya msh bagus.

    oia, gigi ku ko kyk rapuh dan mulutku kok cepet berasa asamnya ya .. gigi rapuh apa krn tingkat keasaman mulut ya?

    • Mbak Ifat,
      – Jika tambalan amalgam dan gigi ybs mbak masih bagus, mbak tidak perlu mengganti tambalan amalgam tsb.
      – Apabila gigi yg terdapat tambalan amalgam tsb berubah warna, itu merupakan hal wajar. Perubahan warna gigi tsb bisa karena beberapa faktor antara lain makanan -minuman yg dikonsumsi, karies sekunder dst. Untuk memastikan hal ini, sebaiknya mba minta drg untuk emmeriksa kembali dengan teliti (terutama pd giginya), bukan hanya pd tambalannya (krn terbukti tambalannya masih bagus). Mba juga tak perlu khawatr, kecuali jika mba ada keluhan lain pd gigi ybs meski tambalan tampak masih bagus.
      – gigi rapuh biasanya dihubungkan sejak terjadinya pembentukan gigi ,yaitu mgg ke 2 kehamilan. Mba dpt membacanya jg di blog saya ini .Keasaman memang dpt mempengaruhi kerusakan pd gigi.Sedangkan penyebab keasaman mulut bisa krn faktor lokal atau sistemik (bs jd merupakan tanda adanya gangguan /penyakit tertentu).Sebaiknya mba konsultasikan keluhan mba pd drg, agar dicari penyebab sebenarnya.Jika sdh tahu penyebab, maka akan lebih mudah untuk mencari solusinya.
      Terima kasih

  7. ada ga bahan yg bs mmperlambat kembalinya warna gigi?? stlh dbleaching kn ktnya gg bs kmbali k warna smula..

    • Memang benar setelah gigi di bleaching, gigi bisa kembali ke warna semula.
      – Untuk kasus pewarnaan gigi yang ringan dan bersifat ekstrinsik (misal krn makanan dan minuman), kunjungan secara periodik ke drg, penggunaan pasta gigi whitening dan “home care” (sikat gigi dan flossing) dapat mencegah//mengurangi pewarnaan gigi.
      – untuk kasus yg “ekstrim”:drg kemungkinan akan menyarankan antara lain:
      * perlu follow up treatment.Untuk hal ini drg akan memberikan sesuai kasus
      * pemakaian “crown” atau Veneer.
      Terima kasih

  8. dok,umur saya 19 thn,saya mau membleaching gigi saya,,stelah membaca artikel d atas,ternyata pd usia remaja tdk d perbolehkan karena pulpa yg berisi pembuluh syaraf masih sangat besar pd usia remaja. Namun saya tidak punya masalah lain pd gigi saya.
    prtanyanny apakh pd usia 19 thn bleaching gigi boleh dok?
    Balas ya dok,trima kasih..

    Jawab.
    Keadaan gigi Ayu (termasuk bagaimana pulpa ) bisa diketahui drg. Kunjungilah drg agar dipastikan gigi Ayu sesuai indikasi untuk dilakukan bleaching.
    terima kasih kembali.

  9. dokter, rasanya hampir semua gigi saya berlubang sekarang, dan susahnya lubangnya berawal dari sela gigi, ketika aku konsultasi ke dokter gigi puskesmas dia bilang baik2 aja, setelah dapt 3 bln, sekrg ada yang pecah dan berbau,sy tdk ingin ompong, gmn crnya agar dokter percaya bhw gigi saya hampir semua berlubang, karena ini bs aku rasakan ketika aku minum dingin atau makan makanan yang manis

    • sebaiknya mba mengunjungi dokter gigi lain. Jangan segan pindah ke drg lain agar mengetahui kondisi keadaan gigi dan rongga mulut mba yang sebenarnya. Drg ayang baik akan mendengarkan, memeriksa dengan baik dan menjelaskan dan mungkin menyelesaikan permasalahan gigi dan rongga mulut mba. Terima kasih.

  10. bagus rinciannya hanya kurang ada pemberitahuan bila gigi depan sudah memakai crown, bagaimana apa bisa berubah tidak ya ?

  11. klo ada teknik terbaru ksh tau ya..

  12. nice post.. worth reading..

  13. Dok kalo pemasangan kawat gigi tidak diperbolehkan kalo hamil ya? Kalo uda terlanjur pasang trus hamil gimana dok? Padahal waktu pemakaian kawat gigi masih lama. Oya dok diatas ada ditulis veneer, maksudnya apa dok? Terima kasih atas balasannya

    • Wanita hamil diperbolehkan untuk menjalani rawat orthodontik (pmasangan kawat gigi) dengan kasus yang tidak ekstrim (misal tidak memerlukan banyak tindakan bedah mulut).Yang dihindari adalah photo radiologinya terutama saat trimester I.
      Pastikan bahwa kondisi ibu dan janin juga dalam keadaan yg baik. Untuk memantau perkembangan dan kesehatan gigi dan rongga mulut termasuk keluhan bila ada, drg akan mengevaluasi saat kontrol rutin rawat ortho. Jangan lupa untuk mengkomunikasikan apa yg ibu lakukan kepada dokter obsgyn. Karena bagaimanapun kehamilan ibu adalah prioritas uama. terutama adakalanya dalam perjalanan raat ortho ditemui keadaan yg kurang nyaman sehingga dimungkinkan mengganggu kondisi ibu atau janin.

      ” There have not been any reported risks to a pregnancy as the result of placing or treating patients with orthodontic appliances ( braces). The concern comes in the beginning during the first trimester when radiographs ( x-rays ) should be avoided. Radiographs are an essential part of the diagnosis and treatment planning. With modern equipment and the future use of digital radiography these risks are even further minimized.”

      untuk rambu-rambu:
      The second trimester is the best time to receive routine dental care. If possible, major procedures, reconstruction and surgery should be avoided until after the baby is born.

      Try to avoid dental visits during the first trimester and the last half of the third trimester. During the first trimester, the fetus’s organ systems are developing, and the fetus is highly sensitive to influences from the environment. In the last half of the third trimester, there is some risk of premature delivery because the uterus is sensitive to external influences. Also, at the end of your pregnancy, it can be uncomfortable to sit in a dentist’s chair. After about 20 weeks’ gestation, pregnant women should not lie on their backs for long periods of time because this can put pressure on large blood vessels and cause changes in circulation.

      untuk veneer:
      Veneer merupakan suatu lapisan tipis bahan tambal yang menutupi permukaan bagian luar gigi . Selain untuk mengatasi masalah warna gigi, veneer juga bisa memperbaiki bentuk gigi yg abnormal ukurannnya.
      untuk lebih lengkap silahkan baca antara lain di:
      http://en.wikipedia.org/wiki/Veneer_(dentistry)
      http://www.webmd.com/oral-health/veneers

      semoga membantu dan dapat dipahami.terima kasih

  14. Ak baru saja melakukan bleaching..efek sampingnya benar sekali, aku merasakan ngilu yg hebat!!apakah ini akan berlangsung lama, dan apakah aman saya mengkonsumsi ponstan sbg penghilang rasa sakit

  15. gigi sy sngt bmslh,trutama gigi dpn sy,awalnya patah akhirnya sy tmbal,dgn tmbalan yg murah.tp wrna nya jd kuning,sy ganti tmbalan dgn tmbalan yg sinar,eh br bbrp bln,tmblan nya udah rusak.gigi sy jg sk keluar darah.yg sy mw tnyakan,tmbalan sprti apa yg hrs sy lkkn?dan apa mgkn kerusakan dr gigi tsb,mengakibatkan bau mulut?mksh ya

    • Sepertinya ggigi dan rongga mulut Nana meminta “perhatian” yg lebih. Rusaknya gigi dan tambalan gigi, dipengaruhi beberapa sebab, termasuk dalam hal ini gaya hidup pasien dll. Darah yg keluar hendaknya dipastikan, apakah dari gigi atau dari gusi. Drg akan memeriksanya sehingga bisa mengetahui kasus yg sebenarnya.
      – Yang harus Nana lakukan, sebaiknya segera ke drg.
      – Bisa. Kerusakn gigi bisa mengakibatkan bau mulu.
      Semoga lekas sembuh ya.terima kasih

  16. doK,,
    2 gigi seri depan sya berwarna kuning kecoklatan. itu sdah daRi pertama tuMbuh.
    saya wakTu keciL sering sakit,jadi bnyak antibiotik yg sya konsumsi. salah saTunya amoxilin.
    apa itu berpengaRuh?? padahal sya rajin sikat gigi.
    Klo saya k doKter gigi,,biasaNya cuma d beri saran d tambaL. taPi hasILnya tidaK maksimal.
    yang jelas keadaan ini sangat membuat sya tidaK PD.

    apa yang hrus sya Lakukan? tolong beri referensi tempaT dan haRga!!! MksiH ^^

    • -yaa…
      – gigi susu kuning kecoklatan. warna gigi pd manusia sangat individual dan variasi. tidak selalu berwarna putih. terlebih gigi susu, mempunyai warna berbeda dengan gigi permanen.
      yg tampak kuning kecoklatan tampak hanya 2 gigi seri , kemungkinan disebabkan:keterbatasan lapang pandang mata (tanpa bantuan alat), sehingga hanya bisa melihat gigi depan saja.
      amoxicillin tidak berhubungan dengan pewarnaan gigi. Dan jika gigi amel dipengaruhi oleh obat antibiotik, pewarnaan akan terjadi menyeluruh, tidak hanya pd 2 gigi saja.
      – rajin sikat gigi tidak menjamin gigi akan menjadi putih.
      – sebaiknya jika ke drg, mintalah penjelasan (sampai amel paham). sehingga tidak menimbulkan ketidakpedean. Jika drg tidak memuaskan baik cara memberikan pengertian dan tindakan gigi, jangan segan unuk second opinion.
      -maaf , saya tidak bisa memberikan referensi ttg tempat dan harga.
      terima kasih

  17. gigi saya kuning,entah dikarenakan faktor apa.disini kuningnya bukan dikarenakan kotoran gigi.melaikan saya gak tau kenapa bisa kuning.
    tolong solusinya….saya harus melakukan apa..

    • sebab gigi kuning antara lain: faktor makanan dan minuman, tembakau, dental hygiene jelek, penyakit, obat-obatan tertentu, bahan kedokteran gigi, fluorosis, trauma gigi, perawatan saluran akar, genetic factor dan advancing age.
      Kunjungi dokter gigi, maka drg akan memeriksanya dan menemukan penyebabnya. solusi disesuaikan dengan penyebabnya.
      terima kasih

  18. Saya mengalami kondisi : Deep Bite Discolorisation…
    Untuk itu, saya sudah menggunakan kawat gigi selama 4 tahun, gigi saya diambil 8 (4 kanan, 4 kiri)…dah sekarang sudah rata

    tapi untuk masalah discolosrisasi kelihatannya membutuhkan bleaching ya?
    kira2 waktu yang dibutuhkan, biaya bleaching dan perawatannya berapa?
    lalu bisa tahan berapa lama dan ada pantangan apa saja ya?

    Thx for info Dokter

  19. Dok, melihat gambar di atas, gigi saya mungkin termasuk Tetracyclin stain moderat/berat. Di thn 2002, saya pernah melakukan ‘uji coba’ 2 gigi di depan. Metode yg dipakai adalah dgn menghilangkan lapisan luar gigi, kemudian dioleskan cairan (warnanya pd saat itu adalah tkt warna gigi org indonesia) yg dibentuk mengikuti bentuk gigi, kemudian di laser.
    Setelah selesai, didapati hasilnya kurang memuaskan kemudian saat itu juga diulang kembali dan warnanya diganti dgn tingkat putih untuk gigi orang kulit hitam. Setelah selesai didapati hasilnya masih sama.
    Kesimpulan dokter giginya saat itu bahwa di bagian tengah gigi saya (warna dasarnya) terlalu abu-abu, sehingga warna gigi abu2 tersebut ‘membayang’ sampai ke permukaan yg menyebabkan warnanya tetap kelabu😦
    Kemudian disarankan untuk diberi ‘jaket’ atau crown, yakni lapisan gigi dihilangkan sampai batas saraf gigi, kemudian dibentuk ulang.
    tapi tidak saya lakukan karena khawatir tdk berhasil lg, dan jg waktu itu harganya 300rb per gigi, berat utk ukuran kantong saya🙂

    yg ingin ditanyakan : treatment apa yg sebaiknya dilakukan untuk masalah gigi yg saya alami?

    Thanks 4 infonya dok..

    • Memang menghilangkan pewarnaan gigi krn tetrasiklin termasuk tidak mudah. Ada pasien yang cukup berhasil setelah dilakukan perawatan dengan kombinasi veneers dan crowns.
      “Tetracycline stains are impossible to remove with simple bleaching techniques. Veneers are used to cover stained teeth in the front of the mouth. During the procedure, the dental veneers are cemented to your teeth, providing a permanent solution to the staining dilemma. If a back tooth appears particularly dark, a dental crown can be used to cap its surface and cover the tooth entirely.”

      Namun dalam hal ini , ada yang menjadi “potential problem” yaitu “A layer of enamel must first be removed from the surface of the tooth.”(menghilangkan lapisan luar gigi”
      Satu hal, bila pewarnaan gigi tetrasiklin sulit dilakukan (karena memang berat) oleh pasien yg bersangkutan, sebaiknya pasien berbesar hati. Dalam kasus ini, Kesehatan gigi dan mulut adalah lebih penting dan utama. Keindahan tidak semua dan selalu ditentukan dari gigi:)
      Ok, semoga usaha yg Anda lakukan berhasil.
      terima kasih.

  20. dok saya ada msalah gigi .
    bnyaak sekali gigi saya yg berlubang d tambal dan 2 gigi saya tidak bisa tumbuh lagi ,itu d karna kn knp?
    dan gara” saya sering konsomsi kopi gigi sya muliai kuning
    dan bagai mn cara x agar putih kembali

  21. Dok…gigi saya warnanya kuning, apa karena saya pny kebiasaan konsumsi obat digerus dulu baru minum, dan sekarang gigi saya ini sbagian sudah rapuh (tinggal separuh) khususny bagian belakang, jd wrnanya jg keiteman gt dok, gmn ya spy gigi saya bs keliatan putih?? padahal saya rajin sikat gigi.

    Tq

  22. dok gigi saya kuning sampe berkerak itu dikarnakan saya masih kecil jarang gosok gigi,,
    pengen make pemutih gigi(Cleanness Tooth)tapi takut ga berhasih
    pertayaannya:solusiyg kerbaik buat saaya apa!
    apa gigi sama masih bisa putih kembali?
    Cleanness Tooth itu bener bisa bikin putih gigi ga si?

  23. aku bru buat bleaching guna kaedah laser…hasilnya bgtu memuaskan ya…
    biayanya cuma 100 dolar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: