Air Susu Ibu Vs Susu Buatan (Formula/instant)

Agustus 10, 2008 pukul 7:44 am | Ditulis dalam ASI (Air Susu Ibu) | Tinggalkan komentar
Tag:

Dewasa ini terdapat kecenderungan penurunan penggunaan ASI dan mempergunakan pemberian ASI dengan susu fomula di masyarakat. Dengan kenaikan tingkat partisipasi wanita dalam angkatan kerja dan peningkatan sarana komunikasi dan transportasi yang memudahkan periklanan susu buatan serta luasnya distribusi susu buatan terdapat kecenderungan menurunnya kesediaan menyusui maupun lamanya menyusui baik dipedesaan dan diperkotaan. Menurunnya jumlah ibu yang menyusui sendiri bayinya pada mulanya terdapat pada kelompok ibu di kota-kota terutama pada keluarga berpenghasilan cukup yang kemudian menjalar sampai ke desa-desa. Meskipun menyadari pentingnya pemberian ASI tetapi budaya modern dan kekuatan ekonomi yang semakin meningkat telah mendesak para ibu untuk segera menyapih anaknya dan memilih air susu buatan sebagai jalan keluarnya.

Seharusnya  ibu mengetahui segala sesuatu tentang ASI dan susu buatan pengganti ASI, agar ibu yakin sepenuhnya terhadap pilihannya untuk memberikan ASI kepada bayinya.

Kandungan ASI dan keburukan pemberian makanan buatan
1. ASI selalu merupakan bahan makanan terbaik untuk bayi walaupun ibu sedang sakit, hamil, haid atau kurang gizi kandungan ASI. ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi dalam 6 bulan I kehidupan, dianjurkan agar kepada masa ini hanya diberikan ASI.

2. ASI mengandung protein dan lemak yang paling cocok untuk bayi dalam jumlah yang tepat.
3. ASI mengandung lebih banyak laktosa (gula susu) daripada susu lainnya dan laktosa merupakan zat yang diperlukan bagi manusia.
4. ASI mengandung vitamin yang cukup bagi bayi. Bayi selama 6 bulan tidak memerlukan vitamin tambahan
5. ASI mengandung zat besi yang cukup untuk bayi. Tidak terlalu banyak zat besi yang dikandung, tetapi zat besi ini diserap usus bayi dengan baik. Bayi yang disusui tidak akan menderita anemia kekurangan zat besi.
6. ASI mengandung cukup air bagi bayi bahkan pada iklim yang panas.
7. ASI mengandung garam, kalsium dan fosfat dalam jumlah yang tepat
Cara ASI melindungi bayi terhadap infeksi
Bayi yang disusui lebih sedikit terkena diare dibandingkan dengan bayi yang diberikan makanan buatan. Bayi tersebut juga lebih sedikit menderita saluran pernafasan dan telinga tengah.
Bayi yang diberi ASI menderita infeksi lebih sedikit karena :
1. ASI bersih dan bebas bakteria, sehingga tidak membuat bayi sakit.
2. ASI mengandung antibodi (zat kekebalan) imunoglobulin terhadap bakteri infeksi. Hal ini akan membantu melindungi bayi sampai bayi bisa membuat antibodinya sendiri.
3. ASI mengandung sel darah putih (leukosit) hidup yang membantu memerangi infeksi.
4. ASI mengandung zat yang disebut faktor bifidus yang membantu bakteria khusus, yaitu laktobacillus bifidus, tumbuh dalam usus halus bayi. Laktobacillus bitidus mencegah bakteria berbahaya lainnya tumbuh dan menyebabkan diare.
5. ASI mengandung laktoferin yang mengikat zat besi. Hal ini mencegah pertumbuhan beberapa bakteria berbahaya yang memerlukan zat besi.
Keuntungan Menyusui
6. ASI mengandung enzim khusus (lipase) yang mencerna lemak. ASI lebih cepat dan mudah dicerna dan bayi yang diberi ASI mungkin ingin makan lagi lebih cepat daripada bayi yang diberi makanan buatan
7. ASI selalu siap untuk diberikan pada bayi dan tidak memerlukan persiapan.
8. ASI tidak pemah basi atau menjadi jelek dalam payudara, walau ibu tidak menyusui bayinya selama beberapa hari. Beberapa hari ibu percaya bahwa ASI dalam payudara bisa basi, padahal hal ini tidak akan terjadi.
9. Menyusui akan membantu menghentikan pendarahan setelah melahirkan.
10. Menyusui berdasarkan permintaan membantu mencegah kehamilan berikutnya.
11. Menyusui baik secara kejiwaan bagi ibu dan bayi. Hal ini membantu terjadinya ikatan diantara keduanya, sehingga menjadi tak terpisahkan dan mencintai satu sarna lain. Dekat secara emosional dengan ibunya pada saat dini mungkin meningkatkan penampilan pendidikan anak kelak dikemudian hari.
12. ASI murah, tidak perlu dibeli.
13. Semua ASI khusus untuk bayi, sedangkan susu buatan lainnya dapat digunakan untuk keluarga lain dan tamu.
14. ASI akan melindungi bayi terhadap penyakit dan mempercepat penyembuhan anak sampai tahun kedua kehidupan.

Perubahan dalam kandungan ASI
Kandungan ASI tidak selalu sarna, tetapi ada keragaman normal yang sering terjadi. ASI juga akan sedikit beragam sesuai dengan diet yang dijalankan oleh sang ibu, tetapi perubahan ini jarang menjadi masalah. Kadang-kadang seorang ibu mendapatkan bahwa makanan yang tidak biasa dimakannya akan mengganggu bayinya, tapi banyak ibu dapat terus makan makanan yang biasa saat menyusui. Bahkan bumbu yang keras, seperti cabai, tidak akan mempengaruhi ASI atau mengganggu bayi.

Keburukan Pemberian Makanan Buatan
1. Pencemaran
Makanan buatan sering tercemar bakteria, terlebih bila ibu menggunakan botol dan tidak merebusnya setiap selesai memberi makan. Bakteria tumbuh sangat cepat pada makanan buatan. Bakteria dapat berbahaya bagi bayi sebelum susu tercium basi.
2. Infeksi
Susu sapi tidak mengandung sel darah putih hidup dan antibodi, untuk melindungi tubuh terhadap infeksi. Bayi yang diberi makanan buatan lebih sering sakit diare dan infeksi saluran pernafasan.
3. Pemborosan
Ibu dari keluarga ekonomi lemah mungkin tidak mempu membeli cukup susu untuk bayinya. Mereka mungkin memberikan dalam jumlah lebih sedikit dan rnungkin menaruh sedikit susu atau bubuk susu ke dalam botol. Sebagai akibatnya, bayi yang diberi susu botol sering kelaparan.
4. Kekurangan vitamin
Susu sapi tidak mengandung vitamin yang cukup untuk bayi.
5. Kekurangan zat besi
Zat besi dari susu sapi tidak diserap sempurna seperti zat besi dari ASI. Bayi yang diberi makanan buatan bisa terkena anemia karena kekurangan zat besi.
6. Terlalu banyak garam
Susu sapi mengandung garam terlalu banyak yang kadang-kadang menyebabkan hipernatremia (terlalu banyak garam dalam tubuh) dan kejang, terutama bila anak terkena diare.
7. Terlalu banyak kalsium dan fosfat
Hal ini menyebabkan tetani yaitu kedutan dan kaku otot (kejang-kejang).
8. Lemak yang tidak cocok
Susu sapi mengandung lebih banyak asam lemak jenuh dibandingkan ASI, untuk pertumbuhan bayi yang sehat, diperlukan asam lemak tidak jenuh yang lebih banyak. Susu sapi tidak mengandung asam lenak esensial dan asam linoleat yang cukup, dan mungkin juga tidak mengandung kolesterol yang

cukup bagi pertumbuhan otak. Susu skim kering tidak mengandung lemak, sehingga tidak mengandung cukup banyak energi.
9. Protein yang tidak cocok
Susu sapi mengandung terlalu banyak protein kasein. Kasein ini mengandung campuran asam amino yang tidak cocok dan sulit dikeluarkan oleh ginjal bayi yang belum sempuma.
10. Petugas kesehatan kadang-kadang mengajarkan ibu untuk mengencerkan susu sapi dengan air untuk mengurangi protein total. Tetapi, susu yang diencerkan tidak mengandung asam amino esensial sistin dan taurin yang cukup, yang diperlukan bagi pertumbuhan otak bayi.
11. Tidak bisa dicerna
Susu sapi lebih sulit dicerna karena tidak mengandung enzim lipase untuk mencerna lemak. Juga karena kasein membentuk gumpalan susu tebal yang sulit dicerna. Karena susu sapi lambat dicema maka lebih lama untuk mengisi lambung bayi daripada ASI. Akibatnya, bayi tidak cepat merasa lapar. Bayi yang diberikan susu sapi bisa menderita sembelit, yaitlu tinja menjadi Iebih tebal dan keras.
12. Alergi
Bayi yang diberi susu sapi telalu dini mungkin menderita lebih banyak masalah alergi, misalnya asma dan eksim.
13. Biaya pemberian makanan buatan
Beberapa hal yang harus diketahui oleh para ibu, yang biasanya diberikan oleh pendidik atau penyuluh kesehatan, adalah :
a. Biaya memberikan makanan pada bayi dengan susu yang cukup
b. Bahaya memberikan susu lebih sedikit pada bayi untuk mencoba menghemat
c. Pentingnya mengikuti petunjuk pada label bila para ibu lmenggunakan susu bubuk.
Dianjurkan agar para ibu berpikir mengenai kesulitan dan mahalnya pemberian makanan buatan selama beberapa bulan. Bila ibu hanya membeli satu atau dua kaleng pada satu saat tertentu saja, bayi tidak akan tumbuh dengan baik. Ada suami-suami yang membawakan istrinya sekaleng susu bubuk saat bayi baru lahir dan mereka mengira ini merupakan sikap yang ramah.

Cara memulai menyusui
Saat terpenting waktu menyusui adalah pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Bila seorang ibu ditolong dengan baik pada saat ia mulai menyusui, mungkin ibu tersebut akan terns menyusui.
Pemberian ASI pertama
Di rumah sakit, pemberian ASI harus dimulai di meja persalinan. Ibu dari bayi
harus diselimuti agar tetap hangat. Biarkan ibu mendekap bayinya dan bayi mengisap payudara. Pada saat ini akan terjadi hal-hat sebagai berikut :
1. Saat terbaik bagi bayi untuk belajar mengisap. Bayi mungkin sangat engah (tahu) dan secara refleks mengisapnya kuat.
2. lsapan meransang produksi oksitosin yang membantu menghentikan pendarahan.
3. Bayi mendapatkan susu jolong yang berharga.

4. Jam-jam pertama setelah melahirkan merupakan saat terpenting terjalin ikatan antara ibu din anak. Menyusui segera setelah melahirkan membuat ibu mencintai dan merawat bayinya. Ibu akan lebih mudah menyusui untuk jangka waktu yang lama. Bila terjadi keterlambatan, biarpun dalam beberapa jam, proses menyusui lebih sering gagal.

Menyusui atas permintaan
Ibu harus dibiarkan menyusui bayinya hila bayi menangis dan bila ibu merasa perlu menyusui bayinya. Ini disebut menyusui atas permintaan. Pada mulanya, dapat terjadi bayi menyusu secara tidak teratur. Mungkin sering menyusu sehari atau dua hari dan kemudian menyusu selama beberapa hari. Setiap bayi berbeda, umumnya akan mempunyai pola kegiatan yang pasti setelah satu atau dua minggu. Menyusui bayi hanya pada saat khusus akan mengganggu kegiatan menyusui, karena :
1. Isapan yang kerap merangsang produksi prolaktin yang membantu mempercepat keluarnya ASI
2. Menyusukan atas permintaan mencegah banyak persoalan, seperti bendungan, misalnya.
Masalah menyusui berdasarkan permintaan
1. Bayi tidak minta terlalu sering disusui
Beberapa bayi terlalu tenang dan tidak menangis bila lapar. Pikirkan hal ini bila pertambahan berat badan bayi tidak cukup. Ibu harus mengetahui cara menyusui bayinya lebih sering daripada yang diminta bayi.
2. Bayi minta disusui terlalu sering
Beberapa bayi tampaknya ingin disusui terus-menerus dan ini dapat melelahkan ibunya. Hal ini dapat terjadi karena :
a. Kadang-kadang mulut bayi tidak pas pada puting susu sehingga tidak mendapat ASI yang cukup,
b. Kadang-kadang bayi menyusu terlalu singkat pada setiap payudara. Oleh karena itu, ibu harus memperbaiki teknik menyusui.
Lama menyusui
Petugas kesehatan dahulu sering menasihati ibu untuk menyusui dalam waktu sangat singkat, misalnya 2-3 menit pada beberapa hari pertama. dan 5-10 menit hari-hari kemudian. Mereka percaya bahwa bila isapan bayi yang terlalu lama bisa menyebabkan nyeri pada puting susu.
Sekarang telah diketahui bahwa lama menyusui tidak menjadi masalah . mengisap dalam posisi salahlah yang mennyebabkan nyeri pada puting susu. Oleh karena itu, harus diperhatikan agar :
1. Mulut bayi pas pada puting susu dan
2. Kemudian biarkan bayi mengisap semuanya.
Banyak bayi yang selesai menyusu dalam waktu 5-10 menit, tetapi sering ada yang lama, mungkin sampai setengah jam. Ini tidak menjadi rnasalah. Penelitian mutakhir memperlihatkan bahwa bayi yang menyusu dengan lambat mendapatkan ASI sama banyaknya dengan bayi yang menyusu dengan cepat. Bila ibu yang bayinya menyusu dengan lambat berhenti menyusui sebelurn bayi selesai, bayi mungkin tidak mendapat susu akhir yang kaya energi yang diperlukan untuk turnbuh dengan baik.


Pemberian makanan sebelum ASI keluar

Telah menjadi kebiasaan di banyak rumah sakit untuk memberikan makanan prelakteal (makanan yang diberikan sebelum ASI keluar). Makanan ini bisa berupa susu bubuk, susu sapi, atau air gula yang diberikan sebelum ASI keluar. Petugas kesehatan biasanya takut kalau bayi akan lapar atau kekurangan air pada beberapa hari pertama sebelum ibu menghasilkan ASI.
Sekarang telah diketahui bahwa makanan prelakteal tidak pelu dan malah bisa berbahaya. Sedikit susu jolong merupakan makanan yang dibutuhkan bayi normal pada saat ini. Banyak pakar sekarang percaya bahwa susu jolong atau ASI yang diperas dapat diberikan dengan aman pada bayi saat bayi pertama kali disusukan, bahkan bila bayi dicurigai menderita kelainan menelan.

Bahaya pemberian makanan prelakteal
(1) Untuk bayi
a. Bayi bisa tidak mau mengisap dari payudara karena pemberian makanan ini menghentikan rasa laparnya,
b. Diare sering terjadi karena makanan ini mungkin tercemar, juga bila bayi tidak mengisap payudara maka tidak akan mendapat susu jolong,
c. Bila yang diberikan susu sapi, alergi sering terjadi, dan Bayi bisa kebingungan mengisap puting susu bila pemberian makanannya lewat botol.
(2) Untuk ibu
a. ASI keluar lebih lama karena bayi tidak cukup mengisap,
b. Bendungan dan mastitis lebih mungkin terjadi karena payudara tidak mengeluarkan ASI, dan
c. Ibu sulit meyusui dan cenderung berhenti menyusui.
Dua kali saja pemberian makanan prelakteai bisa menggagalkan proses menyusui.
Menyusui waktu malam
Beberapa ibu mencoba menidurkan bayi mereka sepanjang malam tanpa disusui. Sebenarnya, akan lebih baik hila ibu menyusui bayinya pada waktu malam
hari selama diinginkan oleh bayi, karena :
1. Menyusui waktu malam membantu menjaga pasokan ASI karena bayi mengisap lebih sering,
2. Menyusui waktu malam sangat bermanfaat bagi ibu pekerja, dan
3. Menyusui waktu malam sangat renting untuk menunda kehamilan.
Perubahan berat badan dini
Beberapa hari pertama, berat badan bayi mungkin berkurang. Kehilangan berat badannya bisa sampai 10% berat lahir. Bila ASI keluar, bayi mulai bertambah berat, sehingga kembali ke berat lahirnya dalam waktu kira-kira 10 hari. Bayi yang disusui atas permintaan sejak lahir, penurunan berat badannya lebih sedikit dan kembali ke berat badan lahir lebih cepat daripada bayi yang disusui pada waktu tertentu.

Kegagalan menyusui
Bayi yang mendapat cukup ASI mempunyai tanda-tanda sebagai berikut :
1. Bayi yang cukup ASI akan kencing 6-8 kali dalam sehari
2. Terdapat kenaikan berat badan rata-rata 500 gram perbulan
3. Bila menyusui sering, tiap 2-3 jam atau 8-12 kali dalam sehari
4. Bayi tampak sehat, warna kulit dan turgor baik, anak cukup aktif.
Beberapa ibu rnerasa bahwa dia tidak cukup ASI, padahal sesungguhnya tidak ada masalah sama sekali dengan ASInya. Mereka khawatir akan gejala-gejala yang tidak ada hubungannya dengan ASI atau mereka tidak biasa dengan variasi normal yang terdapat pada bayi yang minum. Apabila bayi tumbuh baik dan kencingnya cukup, tidak perlu ibu khawatir kalau :
1) Bayi menyusui sering 8-12 kali perhari
2) Bayi tampak lapar

ASI dicerna lebih cepat daripada susu formula dan lebih sesuai untuk usus bayi yang masih belum matur. Sehingga bayi yang minum ASI perlu menyusu lebih sering.
3) Kebiasaan menyusui bayi anda, kenaikan berat badannya dan pola tidurnya jangan dibandingkan dengan bayi lain, karena tiap bayi adalah individu yang unik dan terdapat variasi yang luas, asalkan masih dalam batas-batas yang normal
4) Bayi tiba-tiba meningkat frekuensi dan lamanya menyusui. Bayi yang tidur saja pada minggu-minggu pertama, sering secara tiba-tiba seolah-olah terbangun dari tidurnya dan menyusu lebih Bering. Demikian pula pada bayi yang dalam masa pertumbuhan pada masa ini mereka menyusu lebih sering dari biasa untuk mendapatkan lebih banyak ASI untuk memenuhi kebutuhannya
5) Bayi tiba-tiba menurun lamanya menyusu, kurang 5-10 menit tiap payudara. Mungkin karena dia lebih berpengalaman menyusu, sehingga mendapat ASI yang diperlukan lebih cepat
6) Bayi tiba-tiba tidak mau menyusu. Kemungkinan karena hidung tersumbat karena pilek atau karena tumbuh gigi.
7) Bayi tampak gelisah. Bisa karena lapar atau keadaan lingkungan yang tidak nyaman, misal bayi kepanasan karena selimut tebal
8) Dari payudara ibu hanya sedikit/sama sekali tidak ada ASI yang menetes kalau lama disusukan. ASI yang menetes tersebut tidak ada hubungannya dengan jumlah ASI yang diproduksi
9) Payudara ibu tiba-tiba tampak lembek. Hal ini mungkin karena anak menyusu lebih kuat dan lebih sering sehingga payudara tidak penuh
10) Refleks let dowm terasa lebih kuat. Kadang- kadang beberapa ibu tidak merasa adanya refleks let down, yaitu ASI yang keluar dengan deras pada saat bayi menyusu.
Apabila produksi ASI tidak sesuai dengan kebutuhan bayi, harus dicari sebab-sebabnya mengapa produksi ASI tersebut menurun, yaitu :
1. Makanan suplemen
Bayi yang mendapat suplemen makanan lain selain ASI, misalnya susu formula, air buah atau makanan tambahan lainnya, menyebabkan bayi akan kenyang dan harus menunggu lebih lama untuk menyusu berikutnya. Sehingga frekuensi menyusu akan menurun dan produksi ASI akan menurun juga.
Pemberian suplemen dengan menggunakan botol dot pada saat bayi masih sedang belajar menyusu, juga menyebabkan bayi bingung antara menyusu pada putting ibu dan dot (nipple confuse), karena mekanisme mengisap yang berbeda.
Berikut ini tanda-tanda bayi bingung puting :
1. Bayi mengisap puting seperti mengisap dot
2. Waktu menyusu, cara mengisapnya terputus-putus/sebentar-sebentar
3. Bayi menolak menyusu pada ibu
Untuk menghindari bingung puting tersebut, maka :
a.. Ibu harus mengusahakan agar bayi hanya menyusu pada ibu, terutama pada saat bayi masih belajar menyusu yaitu pada bulan pertama setelah lahir.
b. Teknik menyusu haruss benar
c. Menyusu lebih sering tanpa di jadwal
d. Perlu kesabaran dan ketelatenan dari ibu.


2. Penggunaan empongan (pacifier)

Beberapa bayi menemukan kesenangan dengan mengisap pada empongan, sehingga menurunkan kesempatan untuk menyusu pada ibu. Akibatnya karena lebih jarang disusu, maka produksi ASI akan menurun. Kejelekan lain dari empongan adalah bayi sering diare/moniliasis akibat dari kebersihan yang dan sering terdapat gangguan pertumbuhan gigi.
3. Penggunaan nipple shield
Nipple shield sebaiknya tidak digunakan pada waktu menyusui, karena mempengaruhi ransangan ke otak ibu yang timbul akibat dari ransangan isapan bayi langsung pada puting susu ibu, sehingga akan menurunkan refleks let down.
4. Jadwal makan yang ketat, akan mempengaruhi prosuksi ASI. Lebih baik bayi disusui tanpa dijadwal.
5. Bayi tidur saja
Ada beberapa bayi yang tidur saja hampir sepanjang hari dan hanya sebentar saja menyusui, maka keadaan ini akan menurunkan produksi ASI. Pada kasus seperti ini, lebih-lebih bila kenaikan berat badan tidak seberapa dan bayi jarang kencing, maka, ibu harus membangunkan anaknya dan menyusui tiap 2 jam sekali, sehingga bayi akan belajar dengan sendirinya.
6. Kecemasan dan kelelahan ibu akan mempengaruhi refleks let down dan menurunkan produksi ASI.
7. Merokok dan obat-obatan.
8. Ibu yang sedikit minum, produksi ASI-nya juga akan berkurang. Dianjurkan pada ibu-ibu yang menyusui untuk minum 6-8 gelas (2 liter) per hari atau minum satu gelas air/air buah setiap kali setelah menyusui.
9. Diet ibu yang jelek, akan menurunkan produksi ASI Pada ibu-ibu yang meyusui tidak ada pantangan makan, makan buah segar, daging, ikan, susu, sayur-sayuran, kacang-kacangan sangat dianjurkan. Makanlah satu porsi (500 kalori) lebih banyak dari biasanya.

Bila tidak diketemukan semua faktor yang disebutkan diatas yang menyebabkan penurunan ASI. beberapa langkah di bawah ini diharapkan dapat
meningkatkan produksi ASI.

1. Susuilah bayi lebih sering tanpa jadwal, paling sedikit 8 kali dalam 24 jam, tiap-tiap payudara 10-15 menit.
2. Tiap menyusui gunakan kedua payudara secara bergantian, ini berguna agar bayi mendapat semua ASI yang tersedia dan untuk merangsang produksi ASI sesering mungkin.
3. Bayi hanya menyusu pada ibu, tidak dianjurkan menggunakan botol dot/empongan. Hal ini karena mekanisme menyusu pada puting dan pada botol dot adalah berbeda.
Kalau dengan semua cara diatas tetap tidak berhasil, maka bayi dapat diberi susu formula. Tetapi sebelumnya harus diberi ASI dulu, mungkin ASI akan keluar lebih banyak kalau ibu tebih tenang.
Bayi enggan menyusu
Bayi yang enggan menyusu harus mendapat perhatian khusus, karena kadang-kadang itu merupakan gejala dari penyakit-penyakit yang membahayakan jiwa anak, misal anak yang sakit berat, tetanus neonatorum, meningitis/ensefalitis, hiperbilirubinemia, maka sebaiknya bayi dirujuk.
Penyebab lain dari bayi enggan menyusu adalah :
1. Bayi pilek, sehingga pada waktu menyusu sulit bernapas.
2. Bayi sariawan/moniliasis, sehingga nyeri pada waktu mengisap.
3. Bayi tidak rawat gabung, yang sudah pernah minum dengan menggunakan botol dot.
4. Bayi ditinggal lama karena ibu sakit/bekerja.
5. Bayi bingung puting.

6. Bayi dengan tali lidah (frenulum linguae) yang pendek.
7. Teknik menyusui yang salah.
8. ASI kurang lancar/yang terlalu deras memancar
9. Pemberian makanan yang terlalu dini. Sebaiknya pemberian ASI eksklusif sampai bayi umur 4 bulan.
Cara menanggulangi bayi yang enggan menyusu adalah sesuai dengan penyebabnya, misalnya :
1. Pada bayi yang moniliasis, harus diobati monilisisnya.
2. ASI yang terlalu deras memancar, sebelum menyusui harus dikeluarkan.

Gagal tumbuh (failure tonalitas thrive) pada bayi yang mendapat ASI
Gejala bayi yang gagal tumbuh adalah :
1. Dehidrasi ringan.
2. Kurang dari 6 popok basahperharinya.
3. Bayi menangis, baik sebelum maupun sesudah menyusu.
4. Bayi jarang berak pada minggu-minggu pertama kehidupan.
5. Kenaikan berat badan anak pada KMS, tidak baik.
Penyebab umum gagal tumbuh yang bisa terjadi pada bayi yang minum ASI maupun non-ASI, adalah :
1. Infeksi
2. Penyakit jantung bawaan
3. Kelainan pada susunan saraf pusat
4. Penyakit-penyakit ginjal
5. Kelainan/penyakit pada salary pencernaan, misalnya malabsorpsi.
6. Kelainan anatomis: sumbing palatum, atresia koanal, dsb.
7. Endokrin/penyakit-penyakit metabolik.
Sedangkan secara khusus penyebab gagal tumbuh pada bayi yang minum ASI atau penyebab produksi ASI yang tidak memadai, adalah :
(1) Dari pihak bayi:
a. Kelainan anatomik:
– Sumbing pada bibir/palatum.
– Deformitas fasial lainnya.
– Kelainan gastrointestinal.
b. Kelainan fisiologik:
– frekuensi menyusui yang kurang Bering.
c. Masalah organik:
– Kebutuhan kalori yang meningkat: infeksi.
– Prematuris.
– Kelainan organik lainnya: kelainan saraf pusat, metabolik, malabsorpi.
d. Faktor psikologik:
– bayi yang “stres”, bayi yang “sulit”.
(2) Dari pihak ibu :
a. Kelainan anatomik:
– Payudara yang telah diangkat.
– Jaringan payudara yang hipoplastik.
– Puting inversi.
– Lainnya.
b. Kelainan fisiologik:
– Payudara yang jarang disusu atau lamanya menyusui yang kurang.
– Hambatan refleks “let down”: stres, kelelahan, depresi, obat-obatan misal pil KB yang mengandung estrogen, ibu perokok/peminum alkohol yang berat dan sebagainya.

c. Masalah organik:
– Ibu sedang menderita sakit.
– Ganggtuan normal
– Ibu hamil Jagi.
d. Faktor psiologik
– Ibu yang mengalami depresi, cemas, sedang ada masalah, ibu terlalu tergantung, juga ibu yang kurang mendapat dukungan dari suami, atau keluarganya dalam menyusui bayinya.
(3) Kombinasi faktor bayi dan ibu :
a. Masalah struktural:
– ketidak cocokan: mulut bayi yang kecil, tali lidah yang pendek, payudara yang besar, puting datar.
– Penggunaan “nipple shield” atau empongan.
b. Faktor fisiologik :
– Pemberian suplemen makanan lain selain ASI yang terlalu cepat atau suplemen yang membuat bayi kenyang.
– Bayi kurang disusui: ada bayi yang rewel/ada yang puas.
c. Faktor psikologik :
– Bayi yang dirawat terpisah dengan ibunya.
– Bayi yang ditelantarkan atau bayi yang mendapat perlakuan salah.
– Penyebab lain, misalnya ruangan yang terlalu bising, menghentikan menyusui sebelum bayi selesai menyusu, dan lain-lain.

oleh: Dr. MHD. ARIFIN SIREGAR
Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara

library.usu.ac.id

http://www.rumahkusorgaku.wordpress.com

http://www.saanendoah

more…

Comparing Milk: Human, Cow, Goat & Commercial Infant Formula
Nutritive comparisons of milks based on the needs of 0-6 month old infants. *
VITAMIN HUMAN COW GOAT FORMULA * DEFICIENCIES **
A 64 53 56 65 ug/100g
D 0.03 0.03 0.03 0.06 ug/100g All Lo, except F
C 5.0 1.0 1.3 6.1 mg/100g C+G very low
E 0.3 0.7 0.7 0.3 ug/100g
B1 (thiamin) 140 400 480 68 ug/100g
B2 (riboflavin) 36 162 138 101 ug/100g
Pantothenic acid 200 300 300 304 ug/100g
Biotin 0.8 2.0 2.0 3.0 ug/100g all OK
Nicotinic acid (niacin) 200 100 200 710 ug/100g F OK, all other LO, particularly C
Folic Acid 5.2 5.0 1.0 10 ug/100g F OK, others LO, particularly G
Vitamin B12 0.3 0.4 0.1 0.2 ug/100g All LO, particularly G
Vitamin B6 11 42 46 41 ug/100g
Vitamin K

* ug/100g = microgram/100g milk
** Human milk is not considered deficient in any nutrients, but is considered the standard for infant feeding
.

HUMAN COW GOAT FORMULA DEFICIENCY
Calcium 34 130 120 49 mg/100g
Chromium
Selenium
Molybdenum
HUMAN COW GOAT FORMULA DEFICIENCY
Protein 1.0 3.3 3.6 2.0 C+G HI
Carbohydrate 6.9 4.7 4.5 7.0 C+G LO
Fat 4.4 3.3 4.1 1.1 Formula LO
Water 87.5 88.0 87.0 80
Calories (kcal) 70 61 69 60
* To compare the milks on a per day basis, /100g values were multiplied by 8 (the average 0-6 month old infant consumes 800 grams of milk/day.

It is important to note that the bioavailability of each vitamin or mineral may differ. The above numbers do not indicate bioavailability, but research has shown that the iron and B12 in breast milk are significantly more bioavailable than in formula or cow milk (this has not been studied for goat milk).

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: