(pengalaman) Imunisasi BCG di Jepang

Agustus 28, 2008 pukul 8:49 am | Ditulis dalam Jepang dalam suatu episode, kesehatan | 9 Komentar
Tag:

Alhamdulillah, anak saya  ( usia 3 bulan) Sabtu lalu sudah diimunisasi .  Awalnya khawatir ditolak, karena surat imunisasi dari kantor kecamtan belum datang. Ternyata boleh tanpa bawa surat dari kantor kecamatan.

Imunisasi BCG di Jepang, merupakan salah satu imunisasi wajib. Terkenal dengan “cap 18”. Penyuntikan dilakukan dengan “stempel” yang dipasang 18 jarum suntik. vaksin di oleskan di lengan kiri, kemudian diratakan seluas 2 x permukaan stempel jarum, baru deh ditusuk pke stempel. terus ditunggu `+- 5 menit.

Sebelum imunisasi

orang tua mengisi data yang berisikan tengtang identitas, keadaan terkini kesehatan anak yang akan diimunisasi, riwayat penyakit penting, keadaan anak saat itu (suhu tubuh dll) serta persetujuan orang tua untuk mengimunisasikan anaknya. Setelah semua diisi, dokter memeriksa keadaan anak secara obyektif  dan diberikan penjelasan tentang imunisasi bcg . Jika semuaanya oke, barulah dilakukan penyuntikan.

Jarum suntiknya kayak gini nih

reaksi kulit (scar) setelah diimunisazsi (gb di atas). Namun setelah sembuh, tidak terjadi/tidak tampak benjolan.

semoga cepet sembuh, ya, nak..

more

Imunisasi BCG

imunisasi BCG tetap bermanfaat untuk memperkecil kemungkinan tertular sekaligus memperingan gejala bila terjangkit TB.Namun sebagaimana lazimnya usaha manusia, tidak ada pencegahan yang sempurna. Demikian pula dengan vaksin BCG yang tidak memiliki efektivitas 100% untuk mencegah penyakit TB. Karenanya, pemberian vaksin ini hanya merupakan tindakan memperkecil risiko tertular. anak-anak penerima vaksin BCG tertular bakteri TB, kondisinya tidak separah pada penderita tanpa vaksin BCG.

Jumlah Pemberian

Cukup 1 kali, karena vaksin BCG berisi kuman hidup sehingga antibodi yang terbentuk akan memiliki kualitas yang sama dengan yang terinfeksi secara alami. Oleh karena itu, antibodi yang dihasilkan melalui vaksinasi sudah tinggi. Berbeda dari vaksin yang berisi kuman mati, umumnya memerlukan booster atau pengulangan.

Usia Pemberian

Kelompok umur yang rentan terserang TB adalah usia balita, terutama usia kurang dari 1 tahun. Hal ini disebabkan anak umumnya punya hubungan erat dengan penderita TB dewasa, seperti dengan ibu, bapak, nenek, kakek, dan orang lain yang serumah. Karena itulah, vaksin BCG sudah diberikan kepada anak sejak berusia kurang dari 1 tahun, yaitu usia 2 bulan. Di usia ini sistem imun tubuh anak sudah cukup matang untuk mendapat vaksin BCG. Namun, bila ada anggota keluarga yang tinggal serumah atau kerabat yang sering berkunjung ke rumah menderita TB, maka ada baiknya bayi segera diimunisasi BCG setelah lahir.

Lokasi Penyuntikan

Yang dianjurkan oleh WHO adalah di lengan kanan atas. Cara menyuntikkannya pun membutuhkan keahlian khusus karena vaksin harus masuk ke dalam kulit. Bila dilakukan di paha, proses menyuntikkannya lebih sulit karena lapisan lemak di bawah kulit paha umumnya lebih tebal. Para orangtua juga tak perlu khawatir dengan luka parut yang bakal timbul di lengan, karena umumnya luka parut tersebut tidaklah besar. Jadi tidak akan merusak estetika keindahan lengan anak Anda kelak.

Tanda Keberhasilan Vaksinasi

Tanda keberhasilan vaksinasi BCG berupa bisul kecil dan bernanah pada daerah bekas suntikan yang muncul setelah 4-6 minggu. Benjolan atau bisul setelah vaksinasi BCG memiliki ciri yang sangat khas dan berbeda dari bisul pada umumnya. Bisul tersebut tidak menimbulkan rasa nyeri, bahkan bila disentuh pun tidak terasa sakit. Tak hanya itu, munculnya bisul juga tak diiringi panas. Selanjutnya, bisul tersebut akan mengempis dan membentuk luka parut.

Bila Ada Reaksi Berlebih

Tingkatkan kewaspadaan bila ternyata muncul reaksi berlebih pascavaksinasi BCG. Misal, benjolan atau bisul itu lama tidak sembuh-sembuh dan menjadi koreng. Atau, malah ada pembengkakan pada kelenjar di ketiak (sekelan). Ini dapat merupakan pertanda si anak pernah terinfeksi TB sehingga menimbulkan reaksi berlebih setelah divaksin. Sebaiknya segera periksakan kembali ke dokter.

Penting diketahui, setiap infeksi selalu diikuti oleh pembesaran kelenjar limfe setempat (regional) sehingga bisa diraba. Jadi infeksi ringan akibat vaksinasi di lengan atas akan menyebabkan pembesaran kelenjar limfe ketiak. Jika infeksi terjadi pada pangkal paha, akan terjadi pembesaran kelenjar limfe di lipatan paha. Namun efek samping ini tidak terjadi pada semua bayi. Yang berisiko apabila bayi tersebut sudah terinfeksi TB sebelum vaksinasi.

Bila Tak Timbul Benjolan

Orangtua tak perlu khawatir bila ternyata tidak muncul bisul/benjolan di daerah suntik. Jangan langsung beranggapan bahwa vaksinasinya gagal. Bisa saja itu terjadi karena kadar antibodinya terlalu rendah, dosis terlalu rendah, daya tahan anak sedang menurun (misalnya anak dengan gizi buruk) atau kualitas vaksinnya kurang baik akibat cara penyimpanan yang salah.

Meski begitu, antibodi tetap terbentuk tetapi dalam kadar yang rendah. Jangan khawatir, di daerah endemis TB (penyakit TB terus-menerus ada sepanjang tahun) seperti Indonesia, infeksi alamiah akan selalu ada. Booster-nya (ulangan vaksinasi) bisa didapat dari alam, asalkan anak pernah divaksinasi sebelumnya.

Konsultan ahli:

Prof. DR. Dr. Sri Rezeki S Hadinegoro, Sp.A(K),

Staf pengajar pada Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI dan

Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia

 

 

 

* Apa ciri keberhasilan imunisasi BCG?
Suntikan BCG yang benar adalah yang ditanam di kulit, tidak dalam, dan tidak masuk ke otot seperti halnya suntikan DPT. Setelah disuntik, permukaan kulit yang menjadi lokasi suntikan akan melendung/membengkak karena suntikannya menyusur kulit itu.

Jadi, ciri imunisasi BCG yang berhasil yaitu kulit yang melendung jika penyuntikan dilakukan dengan benar dan terjadinya luka kecil dua bulan kemudian jika vaksinnya mencapai sasaran.

Sesuai konsensus nasional, agar mudah dilihat apakah seorang anak pernah atau belum diimunisasi BCG, maka suntikan ini umumnya dilakukan di lengan atas sebelah kanan.

* Apa artinya bila suntikan BCG tidak berbekas?
Mungkin kualitas vaksinnya tak bagus atau tubuh anak tak bereaksi. Pada anak yang mengalami kurang gizi, suntikan BCG ini tak akan “jadi” karena daya tahan tubuhnya kurang bagus. Anak yang kurang gizi biasanya tak akan memberi reaksi terhadap vaksinasi apa pun. Agar berhasil, vaksinasi hanya bisa diberikan pada anak dengan daya tahan tubuh baik. Kalau gizi atau daya tahan tubuhnya jelek, maka tubuhnya tak mampu membuat zat-zat tertentu yang dibutuhkan untuk membuat zat anti.

* Apa akibatnya bila bayi mendapat imunisasi BCG pada usia 3 bulan lebih?
Penyakit tuberkulosis sebetulnya mempunyai masa inkubasi sekitar 2 bulan atau 6-8 minggu. Jadi kalau imunisasi baru diberikan setelah umurnya lewat 2 bulan, jangan-jangan dia sudah terkena kuman tuberkulosis itu. Entah ditularkan orang tua atau lingkungannya. Maka itu, suntikan BCG akan lebih baik jika diberikan lebih awal sebelum usia bayi 2 bulan.

* Bayi yang akan diimunisasi BCG pada usia lebih dari 3-4 bulan, apakah harus dites Mantoux dulu untuk memastikan ia belum terkena TBC?
Idealnya begitu. Namun tes Mantoux relatif mahal. Akibatnya, kadang-kadang di puskesmas, suntikan BCG akan langsung diberikan walaupun usia bayi sudah lewat dari 3 bulan. Kalau misalnya dilakukan tes mantoux dan hasilnya positif TBC, maka suntikan BCG tak perlu diberikan. Tinggal penyakitnya itu saja yang diobati. Setelah sembuh dari TBC, tubuh yang bersangkutan akan membuat zat anti dan kemungkinan besar tidak akan terkena lagi.

* Katanya ada bayi yang kena TBC kulit akibat imunisasi BCG. Ada juga yang di dada kanannya tumbuh jaringan lain. Mengapa bisa demikian?
Kalau cara menyuntiknya salah, hal itu bisa terjadi. Suntikan yang terlalu dalam bisa menimbulkan reaksi berupa TBC kulit. Kadang, vaksin/kuman masuk ke kelenjar di dada sehingga terjadi pembesaran. Untuk mengatasinya, kadang harus dilakukan pengangkatan kelenjar dengan tindakan operasi.

* Apakah suntikan BCG selalu disertai dengan benjolan di ketiak?
Tidak selalu. Benjolan di ketiak bisa terjadi kalau vaksin BCG masuk ke kelenjar melalui cara penyuntikan yang salah. Kalau menyuntiknya benar belum tentu benjolan terjadi. Itulah bahayanya kalau salah menyuntik. Anak malah terinfeksi TBC karena vaksin BCG sebetulnya merupakan kuman yang dilemahkan.

Apakah bayi yang sudah mendapat imunisasi BCG masih mungkin tertular TBC? Mengapa?
Ya, karena tak ada satu pun vaksinasi yang dapat menjamin perlindungan seutuhnya. Namun, kalau anak terkena penyakit, hal itu sebetulnya sama dengan mendapat vaksinasi. Hanya saja, vaksinasi adalah kuman yang diberikan secara sengaja agar muncul zat anti dari tubuh. Sementara sakit disebabkan oleh kuman yang didapat dengan sendirinya.

 

 

www.rumahkusorgaku.wordpress.com

nakita

9 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. assalamualaykum….
    kenalkan mbak saya Risa,baru saja ke jepang. waktu liat bayi dengan tanda BCG saya tertarik untuk mencari info karena beda dgn diindo.Ee….nemu deh. saya minta izin copy tulisan mbak ttg BCG ya… untuk info teman2 di indo,senang kenalan mudah2n berkenan.
    wassalam

    • Wa`alaikumussala warohmatullohi wabarokaatuh
      Sayang sekali mba Risa, saya sudah pulang ke Indonesia.Maaf baru bisa cek blog skrg.Monggo silahkan saja di copy.MZohn koreksinya jika ada yg salah atau tambahan yang lain.
      Salam kenal juga.Senang sekali bisa berkenalan mba Risa. Semoga tidak kapok berkunjung.Terima kasih

  2. Imunisasi untuk mencegah virus aids sudah ada belum?

  3. Anak sy 2 bln 10 hr.di imun BCG ketika umur 1 bln,sampai skrg scarnya tdk muncul.wkt di imunisasi sy tdk melihat adanya undulasi.Wkt di konfirm sm drSpA yg menyuntikkan.ktnya tdk apa2 dan ilmu skrg tdk perlu diulang walaupun penyuntikan pertama tdk berhasil.Apa memang tdk perlu diulang?Selanjutnya bgm?

  4. anak saya usianya 3,5 bln. setelah imun BCG pada saat lahir timbul bisul dan bernanah. tadi pagi saat memandikan ternyata terkelupas, lalu bisulnya saya bersihkan (nanahnya saya keluarkan)lalu saya obati dgn betadine, apakah tindakan saya salah? ) apa itu membuat imun BCG nya gagal?

    • dear ibu tiara, insya allah imunisasi bcg nya tidak gagal. Sebaiknya ibu biarkan saja bisul tersebut. Keadaan tsb memang terkadang terjadi. Ibu tidak perlu khawatir.Hindari gesekan, garukan , termasuk di saat mandi jangan digosok.
      Semoga cepat baik ya, bu.
      terima kasih.

  5. mungkin gak imunisasi BCG diberikan untuk orang dewasa seusia saya? usia saya sekarang 26, single.

  6. Setelah dpt suntikan BCG ketiak anak saya muncul benjolan didalam jaringan kulit,telah saya periksakan kedokter anak yang khusus menangani TB oleh dokter diberi alternatif pengobatan atau dibiarkan hilang sendiri.dan kami memilih menunggu untuk hilang sendiri,tp sekarang kog muncul kepermukaan seperti bisul dan berwarna kemerahan.

  7. Efek dr suntik BCG kog muncul benjolan merah dibawah jaringan kulit kami bawa ke dokter dan didiagnosa terkena TB


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: